14. Jul, 2022

<< Ren.Har. Rabu, 13 Juli 2022 >>

<< Ren.Har. Rabu, 13 Juli 2022 >>

Renungan Harian (953.3)
Rabu, 13 Juli 2022

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Rabu, 13 Juli 2022 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Menanggung Cela
Bac. : Mazmur 69:1-18
Nats. : Mazmur 69:8
Bac.S. : Mazmur 106-107

Bacaan Alkitab : Mazmur 69:1-18
Doa dalam kesesakan

(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari Daud.
(69-2) Selamatkanlah aku, ya Allah,
sebab air telah naik sampai ke leherku!

(2) (69-3) Aku tenggelam ke dalam rawa yang dalam,
tidak ada tempat bertumpu;
aku telah terperosok ke air yang dalam,
gelombang pasang menghanyutkan aku.

(3) (69-4) Lesu aku karena berseru-seru, kerongkonganku kering;
mataku nyeri karena mengharapkan Allahku.

(4) (69-5) Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan
lebih banyak dari pada rambut di kepalaku;
terlalu besar jumlah orang-orang yang hendak membinasakan aku,
yang memusuhi aku tanpa sebab;
aku dipaksa untuk mengembalikan
apa yang tidak kurampas.

(5) (69-6) Ya Allah, Engkau mengetahui kebodohanku,
kesalahan-kesalahanku tidak tersembunyi bagi-Mu.

(6) (69-7) Janganlah mendapat malu oleh karena aku
orang-orang yang menantikan Engkau, ya Tuhan, ALLAH semesta alam!
Janganlah kena noda oleh karena aku
orang-orang yang mencari Engkau, ya Allah Israel!

(7) (69-8) Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela,
noda meliputi mukaku.

(8) (69-9) Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku,
orang asing bagi anak-anak ibuku;

(9) (69-10) sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku,
dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.

(10) (69-11) Aku meremukkan diriku dengan berpuasa,
tetapi itupun menjadi cela bagiku;

(11) (69-12) aku membuat kain kabung menjadi pakaianku,
aku menjadi sindiran bagi mereka.

(12) (69-13) Aku menjadi buah bibir orang-orang yang duduk di pintu gerbang,
dengan kecapi peminum-peminum menyanyi tentang aku.

(13) (69-14) Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya TUHAN,
pada waktu Engkau berkenan, ya Allah;
demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku
dengan pertolongan-Mu yang setia!

(14) (69-15) Lepaskanlah aku dari dalam lumpur,
supaya jangan aku tenggelam,
biarlah aku dilepaskan dari orang-orang yang membenci aku,
dan dari air yang dalam!

(15) (69-16) Janganlah gelombang air menghanyutkan aku,
atau tubir menelan aku, atau sumur menutup mulutnya di atasku.

(16) (69-17) Jawablah aku, ya TUHAN, sebab kasih setia-Mu baik,
berpalinglah kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!

(17) (69-18) Janganlah sembunyikan wajah-Mu kepada hamba-Mu,
sebab aku tersesak; segeralah menjawab aku!

Ayat Nats. : Mazmur 69:8
(7) (69-8) Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela,
noda meliputi mukaku.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 106-107
Mazmur 106
Kasih setia Allah dan ketegaran hati Israel

(1) Haleluya!
Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

(2) Siapakah yang dapat memberitahukan keperkasaan TUHAN,
memperdengarkan segala pujian kepada-Nya?

(3) Berbahagialah orang-orang yang berpegang pada hukum,
yang melakukan keadilan di segala waktu!

(4) Ingatlah aku, ya TUHAN, demi kemurahan terhadap umat-Mu,
perhatikanlah aku, demi keselamatan dari pada-Mu,

(5) supaya aku melihat kebaikan pada orang-orang pilihan-Mu,
supaya aku bersukacita dalam sukacita umat-Mu,
dan supaya aku bermegah bersama-sama milik-Mu sendiri.

(6) Kami dan nenek moyang kami telah berbuat dosa,
kami telah bersalah, telah berbuat fasik.

(7) Nenek moyang kami di Mesir
tidak mengerti perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib,
tidak ingat besarnya kasih setia-Mu,
tetapi mereka memberontak terhadap Yang Mahatinggi di tepi Laut Teberau.

(8) Namun diselamatkan-Nya mereka oleh karena nama-Nya,
untuk memperkenalkan keperkasaan-Nya.

(9) Dihardik-Nya Laut Teberau, sehingga kering,
dibawa-Nya mereka berjalan melalui samudera raya seperti melalui padang gurun.

(10) Demikian diselamatkan-Nya mereka dari tangan pembenci,
ditebus-Nya mereka dari tangan musuh;

(11) air menutupi para lawan mereka,
seorangpun dari pada mereka tiada tinggal.

(12) Ketika itu percayalah mereka kepada segala firman-Nya,
mereka menyanyikan puji-pujian kepada-Nya.

(13) Tetapi segera mereka melupakan perbuatan-perbuatan-Nya,
dan tidak menantikan nasihat-Nya;

(14) mereka dirangsang nafsu di padang gurun,
dan mencobai Allah di padang belantara.

(15) Diberikan-Nya kepada mereka apa yang mereka minta,
dan didatangkan-Nya penyakit paru-paru di antara mereka.

(16) Mereka cemburu kepada Musa di perkemahan,
dan kepada Harun, orang kudus TUHAN.

(17) Bumi terbuka dan menelan Datan,
menutupi kumpulan Abiram.

(18) Api menyala di kalangan mereka,
nyala api menghanguskan orang-orang fasik itu.

(19) Mereka membuat anak lembu di Horeb,
dan sujud menyembah kepada patung tuangan;

(20) mereka menukar Kemuliaan mereka
dengan bangunan sapi jantan yang makan rumput.

(21) Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka,
yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir:

(22) perbuatan-perbuatan ajaib di tanah Ham,
perbuatan-perbuatan dahsyat di tepi Laut Teberau.

(23) Maka Ia mengatakan hendak memusnahkan mereka,
kalau Musa, orang pilihan-Nya,
tidak mengetengahi di hadapan-Nya,
untuk menyurutkan amarah-Nya, sehingga Ia tidak memusnahkan mereka.

(24) Mereka menolak negeri yang indah itu,
tidak percaya kepada firman-Nya.

(25) Mereka menggerutu di kemahnya
dan tidak mendengarkan suara TUHAN.

(26) Lalu Ia mengangkat tangan-Nya terhadap mereka
untuk meruntuhkan mereka di padang gurun,

(27) dan untuk mencerai-beraikan anak cucu mereka ke antara bangsa-bangsa,
dan menyerakkan mereka ke pelbagai negeri.

(28) Mereka berpaut pada Baal Peor,
dan memakan korban-korban sembelihan bagi orang mati.

(29) Mereka menyakiti hati-Nya dengan perbuatan mereka,
maka timbullah tulah di antara mereka.

(30) Tetapi Pinehas berdiri dan menjalankan hukum,
maka berhentilah tulah itu.

(31) Hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai jasa
turun-temurun, untuk selama-lamanya.

(32) Mereka menggusarkan Dia dekat air Meriba,
sehingga Musa kena celaka karena mereka;

(33) sebab mereka memahitkan hatinya,
sehingga ia teledor dengan kata-katanya.

(34) Mereka tidak memunahkan bangsa-bangsa,
seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka,

(35) tetapi mereka bercampur baur dengan bangsa-bangsa,
dan belajar cara-cara mereka bekerja.

(36) Mereka beribadah kepada berhala-berhala mereka,
yang menjadi perangkap bagi mereka.

(37) Mereka mengorbankan anak-anak lelaki mereka,
dan anak-anak perempuan mereka kepada roh-roh jahat,

(38) dan menumpahkan darah orang yang tak bersalah,
darah anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka,
yang mereka korbankan kepada berhala-berhala Kanaan,
sehingga negeri itu cemar oleh hutang darah.

(39) Mereka menajiskan diri dengan apa yang mereka lakukan,
dan berzinah dalam perbuatan-perbuatan mereka.

(40) Maka menyalalah murka TUHAN terhadap umat-Nya,
dan Ia jijik kepada milik-Nya sendiri.

(41) Diserahkan-Nyalah mereka ke tangan bangsa-bangsa,
sehingga orang-orang yang membenci mereka berkuasa atas mereka.

(42) Mereka diimpit oleh musuhnya,
sehingga takluk ke bawah kuasanya.

(43) Banyak kali dilepaskan-Nya mereka,
tetapi mereka bersikap memberontak dengan rencana-rencana mereka, tenggelam dalam kesalahan mereka.

(44) Namun Ia menilik kesusahan mereka,
ketika Ia mendengar teriak mereka.

(45) Ia ingat akan perjanjian-Nya karena mereka,
dan menyesal sesuai dengan kasih setia-Nya yang besar.

(46) Diberi-Nya mereka mendapat rahmat
dari pihak semua orang yang menawan mereka.

(47) Selamatkanlah kami, ya TUHAN, Allah kami,
dan kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa,
supaya kami bersyukur kepada nama-Mu yang kudus,
dan bermegah dalam puji-pujian kepada-Mu.

(48) Terpujilah TUHAN, Allah Israel,
dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,
dan biarlah seluruh umat mengatakan: "Amin!"
Haleluya!

Mazmur 107
Nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus TUHAN

(1) Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik!
Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

(2) Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus TUHAN,
yang ditebus-Nya dari kuasa yang menyesakkan,

(3) yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri,
dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan.

(4) Ada orang-orang yang mengembara di padang belantara,
jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan;

(5) mereka lapar dan haus,
jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka.

(6) Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka,
dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka.

(7) Dibawa-Nya mereka menempuh jalan yang lurus,
sehingga sampai ke kota tempat kediaman orang.

(8) Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya,
karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,

(9) sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga,
dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

(10) Ada orang-orang yang duduk di dalam gelap dan kelam,
terkurung dalam sengsara dan besi.

(11) Karena mereka memberontak terhadap perintah-perintah Allah,
dan menista nasihat Yang Mahatinggi,

(12) maka ditundukkan-Nya hati mereka ke dalam kesusahan,
mereka tergelincir, dan tidak ada yang menolong.

(13) Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka,
dan diselamatkan-Nyalah mereka dari kecemasan mereka,

(14) dibawa-Nya mereka keluar dari dalam gelap dan kelam,
dan diputuskan-Nya belenggu-belenggu mereka.

(15) Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya,
karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia,

(16) sebab dipecahkan-Nya pintu-pintu tembaga,
dan dihancurkan-Nya palang-palang pintu besi.

(17) Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa,
dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka;

(18) mereka muak terhadap segala makanan
dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut.

(19) Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka,
dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,

(20) disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka,
diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.

(21) Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya,
karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.

(22) Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur,
dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai!

(23) Ada orang-orang yang mengarungi laut dengan kapal-kapal,
yang melakukan perdagangan di lautan luas;

(24) mereka melihat pekerjaan-pekerjaan TUHAN,
dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di tempat yang dalam.

(25) Ia berfirman, maka dibangkitkan-Nya angin badai
yang meninggikan gelombang-gelombangnya.

(26) Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya,
jiwa mereka hancur karena celaka;

(27) mereka pusing dan terhuyung-huyung seperti orang mabuk,
dan kehilangan akal.

(28) Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka,
dan dikeluarkan-Nya mereka dari kecemasan mereka,

(29) dibuat-Nyalah badai itu diam,
sehingga gelombang-gelombangnya tenang.

(30) Mereka bersukacita, sebab semuanya reda,
dan dituntun-Nya mereka ke pelabuhan kesukaan mereka.

(31) Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya,
karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia.

(32) Biarlah mereka meninggikan Dia dalam jemaat umat itu,
dan memuji-muji Dia dalam majelis para tua-tua.

(33) Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun,
dan pancaran-pancaran air menjadi tanah gersang,

(34) tanah yang subur menjadi padang asin,
oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya.

(35) Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air,
dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air.

(36) Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar,
dan mereka mendirikan kota tempat kediaman;

(37) mereka menabur di ladang-ladang dan membuat kebun-kebun anggur,
yang mengeluarkan buah-buahan sebagai hasil.

(38) Diberkati-Nya mereka sehingga mereka bertambah banyak dengan sangat,
dan hewan-hewan mereka tidak dibuat-Nya berkurang.

(39) Tetapi mereka menjadi berkurang dan membungkuk
oleh sebab tekanan celaka dan duka.

(40) Ditumpahkan-Nya kehinaan ke atas orang-orang terkemuka,
dan dibuat-Nya mereka mengembara di padang tandus yang tiada jalan;

(41) tetapi orang miskin dibentengi-Nya terhadap penindasan,
dan dibuat-Nya kaum-kaum mereka seperti kawanan domba banyaknya.

(42) Orang-orang benar melihatnya, lalu bersukacita,
tetapi segala kecurangan tutup mulut.

(43) Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini,
dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2022 | edisi berikut

Rabu, 13 Juli 2022

Bacaan   : MAZMUR 69:1-18
Setahun : Mazmur 106-107
Nas       : Sebab oleh karena Engkaulah aku menanggung cela, noda meliputi mukaku. (Mazmur 69:8)

Menanggung Cela
Kisah tentang orang-orang yang mengalami ketidakadilan tidak pernah habis kita dengar. Ada orang yang berusaha menjaga hidup bersih justru disingkirkan. Sebagian orang menjaga hidup jujur malah ditimpa berbagai masalah. Orang yang mati-matian hidup benar tak henti-hentinya menanggung cemooh dan hinaan. Sedemikian beratkah konsekuensi yang harus ditanggung oleh orang yang takut akan Tuhan?
Pemazmur mengeluhkan derita yang jauh lebih hebat. Semua ini tecermin jelas dari setiap keluhan yang timbul akibat penderitaannya. Penderitaan yang dialaminya digambarkannya dengan keadaan dirinya yang nyaris tenggelam dalam banjir dan rawa. Ia bahkan memohon-mohon dalam doa sampai kerongkongannya menjadi kering dan matanya nyeri. Ia mengatakan betapa banyak orang yang membencinya tanpa alasan. Dan ia menyadari betapa bodoh dirinya di hadapan Tuhan. Namun yang pasti adalah semua derita yang dialaminya bukanlah hukuman karena ia telah berbuat dosa kepada Tuhan. Sebaliknya, ia menanggung semua cela itu justru oleh karena ia berlaku hidup benar dan takut akan Tuhan. Orang-orang yang terdekat dengannya pun turut membencinya.
Jika kita harus menanggung derita atau cela karena berpihak kepada Tuhan, itulah karunia (Flp. 1:29). Penderitaan, dalam perspektif iman, dipakai oleh Tuhan untuk membuat kehidupan umat-Nya semakin tahan uji dalam berbagai pencobaan. Ketekunan kita dalam menghadapi derita menjadi kekuatan bagi saudara seiman yang mengalami hal sama agar tidak tawar hati. Dan ketika kita diizinkan menanggung cela karena Tuhan, maka semakin nyata perkenanan Tuhan dan pertolongan-Nya. --SYS/www.renunganharian.net

SAAT KITA HARUS MENANGGUNG CELA OLEH KARENA MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN, 
SAAT ITULAH KEKUATAN DAN ANUGERAH-NYA MENGUATKAN KITA.

( Flp.1:29 ) Filipi. 1:29
(29) Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia,

 Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Wednesday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net



Rabu, 13 Juli 2022

13. Jul, 2022

<< Ren.Har. Senin, 11 Juli 2022 >>

<< Ren.Har. Senin, 11 Juli 2022 >>

Renungan Harian (953.1)
Senin, 11 Juli 2022

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Senin, 11 Juli 2022 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Lo-Ami
Bac. : Hosea 1:1-11 ; 2:1
Nats. : Hosea 1:9
Bac.S. : Mazmur 92-100

Bacaan Alkitab : Hosea 1:1-2:1
Hosea 1:1-11
(1) Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.
Keluarga Hosea sebagai Israel yang tidak setia
(2) Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: "Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN." (3) Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki. (4) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel. (5) Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel." (6) Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: "Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka. (7) Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda." (8) Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki. (9) Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."
Janji tentang keselamatan
(10) Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." (11) Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu.

Hosea 2:1
Israel ditolak dan dipulihkan
(1) (1-12) Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: "Ami!" dan kepada saudara-saudaramu perempuan: "Ruhama!"

Ayat Nats. : Hosea 1:9
(9) Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu."

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 92-100
Mazmur 92
TUHAN, Hakim yang adil

(1) Mazmur. Nyanyian untuk hari Sabat.
(92-2) Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN,
dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu,
ya Yang Mahatinggi,

(2) (92-3) untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi
dan kesetiaan-Mu di waktu malam,

(3) (92-4) dengan bunyi-bunyian sepuluh tali dan dengan gambus,
dengan iringan kecapi.

(4) (92-5) Sebab telah Kaubuat aku bersukacita, ya TUHAN, dengan pekerjaan-Mu,
karena perbuatan tangan-Mu aku akan bersorak-sorai.

(5) (92-6) Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN,
dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu.

(6) (92-7) Orang bodoh tidak akan mengetahui,
dan orang bebal tidak akan mengerti hal itu.

(7) (92-8) Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan,
dan orang-orang yang melakukan kejahatan berkembang,
ialah supaya mereka dipunahkan untuk selama-lamanya.

(8) (92-9) Tetapi Engkau di tempat yang tinggi untuk selama-lamanya, ya TUHAN!

(9) (92-10) Sebab, sesungguhnya musuh-Mu, ya TUHAN,
sebab, sesungguhnya musuh-Mu akan binasa,
semua orang yang melakukan kejahatan akan diceraiberaikan.

(10) (92-11) Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng,
aku dituangi dengan minyak baru;

(11) (92-12) mataku memandangi seteruku, telingaku mendengar
perihal orang-orang jahat yang bangkit melawan aku.

(12) (92-13) Orang benar akan bertunas seperti pohon korma,
akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon;

(13) (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN
akan bertunas di pelataran Allah kita.

(14) (92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah,
menjadi gemuk dan segar,

(15) (92-16) untuk memberitakan, bahwa TUHAN itu benar,
bahwa Ia gunung batuku dan tidak ada kecurangan pada-Nya.

Mazmur 93
TUHAN, raja yang kekal

(1) TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan,
TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan.
Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

(2) takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

(3) Sungai-sungai telah mengangkat, ya TUHAN,
sungai-sungai telah mengangkat suaranya,
sungai-sungai mengangkat bunyi hempasannya.

(4) Dari pada suara air yang besar,
dari pada pecahan ombak laut yang hebat,
lebih hebat TUHAN di tempat tinggi.

(5) Peraturan-Mu sangat teguh;
bait-Mu layak kudus,
ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

Mazmur 94
Allah, pembela keadilan

(1) Ya Allah pembalas, ya TUHAN, ya Allah pembalas, tampillah!

(2) Bangunlah, ya Hakim bumi,
balaslah kepada orang-orang congkak apa yang mereka lakukan!

(3) Berapa lama lagi orang-orang fasik, ya TUHAN,
berapa lama lagi orang-orang fasik beria-ria?

(4) Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar
dan semua orang yang melakukan kejahatan itu menyombong.

(5) Umat-Mu, ya TUHAN, mereka remukkan,
dan milik-Mu sendiri mereka tindas;

(6) janda dan orang asing mereka sembelih,
dan anak-anak yatim mereka bunuh;

(7) dan mereka berkata: "TUHAN tidak melihatnya,
dan Allah Yakub tidak mengindahkannya."

(8) Perhatikanlah, hai orang-orang bodoh di antara rakyat!
Hai orang-orang bebal, bilakah kamu memakai akal budimu?

(9) Dia yang menanamkan telinga, masakan tidak mendengar?
Dia yang membentuk mata, masakan tidak memandang?

(10) Dia yang menghajar bangsa-bangsa, masakan tidak akan menghukum?
Dia yang mengajarkan pengetahuan kepada manusia?

(11) TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia;
sesungguhnya semuanya sia-sia belaka.

(12) Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN,
dan yang Kauajari dari Taurat-Mu,

(13) untuk menenangkan dia terhadap hari-hari malapetaka,
sampai digali lobang untuk orang fasik.

(14) Sebab TUHAN tidak akan membuang umat-Nya,
dan milik-Nya sendiri tidak akan ditinggalkan-Nya;

(15) sebab hukum akan kembali kepada keadilan,
dan akan diikuti oleh semua orang yang tulus hati.

(16) Siapakah yang bangkit bagiku melawan orang-orang jahat,
siapakah yang tampil bagiku melawan orang-orang yang melakukan kejahatan?

(17) Jika bukan TUHAN yang menolong aku,
nyaris aku diam di tempat sunyi.

(18) Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang,"
maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.

(19) Apabila bertambah banyak pikiran dalam batinku,
penghiburan-Mu menyenangkan jiwaku.

(20) Masakan bersekutu dengan Engkau takhta kebusukan,
yang merancangkan bencana berdasarkan ketetapan?

(21) Mereka bersekongkol melawan jiwa orang benar,
dan menyatakan fasik darah orang yang tidak bersalah.

(22) Tetapi TUHAN adalah kota bentengku
dan Allahku adalah gunung batu perlindunganku.

(23) Ia akan membalas kepada mereka perbuatan jahat mereka,
dan karena kejahatan mereka Ia akan membinasakan mereka; TUHAN, Allah kita, akan membinasakan mereka.

Mazmur 95
Hormatilah TUHAN dan taatilah Dia

(1) Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN,
bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.

(2) Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur,
bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

(3) Sebab TUHAN adalah Allah yang besar,
dan Raja yang besar mengatasi segala allah.

(4) Bagian-bagian bumi yang paling dalam ada di tangan-Nya,
puncak gunung-gunungpun kepunyaan-Nya.

(5) Kepunyaan-Nya laut, Dialah yang menjadikannya,
dan darat, tangan-Nyalah yang membentuknya.

(6) Masuklah, marilah kita sujud menyembah,
berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

(7) Sebab Dialah Allah kita,
dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya.
Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

(8) Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba,
seperti pada hari di Masa di padang gurun,

(9) pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku,
menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

(10) Empat puluh tahun Aku jemu kepada angkatan itu,
maka kata-Ku: "Mereka suatu bangsa yang sesat hati,
dan mereka itu tidak mengenal jalan-Ku."

(11) Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:
"Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

Mazmur 96
Allah, Tuhan dan Hakim seluruh dunia

(1) Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN,
menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!

(2) Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya,
kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.

(3) Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa.

(4) Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat,
Ia lebih dahsyat dari pada segala allah.

(5) Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah hampa,
tetapi Tuhanlah yang menjadikan langit.

(6) Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya,
kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudus-Nya.

(7) Kepada TUHAN, hai suku-suku bangsa,
kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!

(8) Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya,
bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!

(9) Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan,
gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!

(10) Katakanlah di antara bangsa-bangsa: "TUHAN itu Raja!
Sungguh tegak dunia, tidak goyang. Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran."

(11) Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,
biarlah gemuruh laut serta isinya,

(12) biarlah beria-ria padang dan segala yang di atasnya,
maka segala pohon di hutan bersorak-sorai

(13) di hadapan TUHAN, sebab Ia datang,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kesetiaan-Nya.

Mazmur 97
TUHAN adalah Raja

(1) TUHAN adalah Raja! Biarlah bumi bersorak-sorak,
biarlah banyak pulau bersukacita!

(2) Awan dan kekelaman ada sekeliling Dia,
keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

(3) Api menjalar di hadapan-Nya,
dan menghanguskan para lawan-Nya sekeliling.

(4) Kilat-kilat-Nya menerangi dunia,
bumi melihatnya dan gemetar.

(5) Gunung-gunung luluh seperti lilin di hadapan TUHAN,
di hadapan Tuhan seluruh bumi.

(6) Langit memberitakan keadilan-Nya,
dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

(7) Semua orang yang beribadah kepada patung akan mendapat malu,
orang yang memegahkan diri karena berhala-berhala;
segala allah sujud menyembah kepada-Nya.

(8) Sion mendengarnya dan bersukacita,
puteri-puteri Yehuda bersorak-sorak,
oleh karena penghukuman-Mu, ya TUHAN.

(9) Sebab Engkaulah, ya TUHAN, Yang Mahatinggi di atas seluruh bumi,
Engkau sangat dimuliakan di atas segala allah.

(10) Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan!
Dia, yang memelihara nyawa orang-orang yang dikasihi-Nya, akan melepaskan mereka dari tangan orang-orang fasik.

(11) Terang sudah terbit bagi orang benar,
dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati.

(12) Bersukacitalah karena TUHAN, hai orang-orang benar,
dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

Mazmur 98
Saat penyelamatan sudah dekat

(1) Mazmur.
Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN,
sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib;
keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya,
oleh lengan-Nya yang kudus.

(2) TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya,
telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.

(3) Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya
terhadap kaum Israel,
segala ujung bumi telah melihat
keselamatan yang dari pada Allah kita.

(4) Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi,
bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

(5) Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi,
dengan kecapi dan lagu yang nyaring,

(6) dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring
bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!

(7) Biarlah gemuruh laut serta isinya,
dunia serta yang diam di dalamnya!

(8) Biarlah sungai-sungai bertepuk tangan,
dan gunung-gunung bersorak-sorai bersama-sama

(9) di hadapan TUHAN,
sebab Ia datang untuk menghakimi bumi.
Ia akan menghakimi dunia dengan keadilan,
dan bangsa-bangsa dengan kebenaran.

Mazmur 99
TUHAN, Raja yang kudus

(1) TUHAN itu Raja, maka bangsa-bangsa gemetar.
Ia duduk di atas kerub-kerub, maka bumi goyang.

(2) TUHAN itu maha besar di Sion,
dan Ia tinggi mengatasi segala bangsa.

(3) Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat;
Kuduslah Ia!

(4) Raja yang kuat, yang mencintai hukum,
Engkaulah yang menegakkan kebenaran;
hukum dan keadilan di antara keturunan Yakub,
Engkaulah yang melakukannya.

(5) Tinggikanlah TUHAN, Allah kita,
dan sujudlah menyembah kepada tumpuan kaki-Nya!
Kuduslah Ia!

(6) Musa dan Harun di antara imam-imam-Nya,
dan Samuel di antara orang-orang yang menyerukan nama-Nya. Mereka berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab mereka.

(7) Dalam tiang awan Ia berbicara kepada mereka;
mereka telah berpegang pada peringatan-peringatan-Nya
dan ketetapan yang diberikan-Nya kepada mereka.

(8) TUHAN, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka,
Engkau Allah yang mengampuni bagi mereka,
tetapi yang membalas perbuatan-perbuatan mereka.

(9) Tinggikanlah TUHAN, Allah kita,
dan sujudlah menyembah di hadapan gunung-Nya yang kudus! Sebab kuduslah TUHAN, Allah kita!

Mazmur 100
Pujilah Allah dalam bait-Nya

(1) Mazmur untuk korban syukur.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!

(2) Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita,
datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!

(3) Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah;
Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita,
umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.

(4) Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur,
ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian,
bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

(5) Sebab TUHAN itu baik,
kasih setia-Nya untuk selama-lamanya,
dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2022 | edisi berikut

Senin, 11 Juli 2022

Bacaan   : HOSEA 1:1-2:1
Setahun : Mazmur 92-100
Nas       : Lalu berfirmanlah Ia: "Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan aku ini bukanlah Allahmu." (Hosea 1:9)

Lo-Ami
Tidak dianggap sebagai anak, berarti tak lagi dipedulikan. Hal ini menunjukkan amarah besar orang tua. Ketika Allah memerintahkan Hosea memberikan nama "Lo-Ami" kepada anak yang dilahirkan Gomer, Allah ingin menyatakan kepada Israel, bahwa mereka tidak lagi dianggap sebagai umat-Nya. Allah tidak lagi peduli kepada Israel.
"Lo-Ami" berarti bukan umat-Ku. Sedemikian tegakah Allah kepada Israel? Ya. Tuhan tidak mau mengakui hubungan dengan Israel. Bukan karena Tuhan tidak lagi mengasihi, namun karena Israel meninggalkan Tuhan. Hubungan Israel dengan Allah hancur dan perjanjian Tuhan putus karena pemberontakan umat yang dilakukan secara terus-menerus. Meski demikian, tentu saja maksud penghukuman Allah adalah pertobatan umat. Karena itu penghukuman ini hanya diberikan sementara saja oleh Allah. Allah akan memulihkan mereka, sehingga yang tadinya tidak dikasihi akan kembali dikasihi, yang tadinya tidak dianggap sebagai umat akan menjadi anak-anak Allah yang hidup.
Kita mengenal Allah dan menerima kasih-Nya karena Dia yang lebih dahulu menghampiri kita dengan kemurahan dan kerendahan hati-Nya. Tetapi ketika kita diusir dari perjanjian-Nya, itu bukan karena murka-Nya, melainkan kebodohan kita sendiri dengan berlaku khianat terhadap kasih dan kesetiaan-Nya. Karena itu baiklah setiap peristiwa yang boleh kita alami kita jadikan sarana untuk selalu mengingat campur tangan Tuhan. Supaya dalam kemalangan kita tetap percaya akan pertolongan-Nya dan dalam keberhasilan kita tidak menjadi jemawa. --EBL/www.renunganharian.net

KASIH ALLAH ADALAH SUMBER KESELAMATAN KEKAL KITA. ADALAH KEBODOHAN
JIKA KITA MENYIA-NYIAKANNYA DENGAN BERLAKU TIDAK SETIA.
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Monday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net



Senin, 11 Juli 2022

11. Jul, 2022

<< Ren.Har. Minggu, 10 Juli 2022 >>

<< Ren.Har. Minggu, 10 Juli 2022 >>

Renungan Harian (952.3)
Minggu, 10 Juli 2022

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Minggu, 10 Juli 2022 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Pertukaran yang Sangat Berharga
Bac. : Matius 13:44-46
Nats. : Matius 13:46
Bac.S. : Mazmur 88-91

Bacaan Alkitab : Matius 13:44-46

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga
(44) "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. (45) Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. (46) Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Ayat Nats. : Matius 13:46
(46) Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 88-91
Mazmur 88
Doa pada waktu sakit payah

(1) Nyanyian. Mazmur bani Korah. Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mahalat Leanot. Nyanyian pengajaran Heman, orang Ezrahi.
(88-2) Ya TUHAN, Allah yang menyelamatkan aku,
siang hari aku berseru-seru,
pada waktu malam aku menghadap Engkau.

(2) (88-3) Biarlah doaku datang ke hadapan-Mu,
sendengkanlah telinga-Mu kepada teriakku;

(3) (88-4) sebab jiwaku kenyang dengan malapetaka,
dan hidupku sudah dekat dunia orang mati.

(4) (88-5) Aku telah dianggap termasuk orang-orang yang turun ke liang kubur;
aku seperti orang yang tidak berkekuatan.

(5) (88-6) Aku harus tinggal di antara orang-orang mati,
seperti orang-orang yang mati dibunuh, terbaring dalam kubur,
yang tidak Kauingat lagi,
sebab mereka terputus dari kuasa-Mu.

(6) (88-7) Telah Kautaruh aku dalam liang kubur yang paling bawah,
dalam kegelapan, dalam tempat yang dalam.

(7) (88-8) Aku tertekan oleh panas murka-Mu,
dan segala pecahan ombak-Mu Kautindihkan kepadaku. Sela

(8) (88-9) Telah Kaujauhkan kenalan-kenalanku dari padaku,
telah Kaubuat aku menjadi kekejian bagi mereka.
Aku tertahan dan tidak dapat keluar;

(9) (88-10) mataku merana karena sengsara.
Aku telah berseru kepada-Mu, ya TUHAN, sepanjang hari,
telah mengulurkan tanganku kepada-Mu.

(10) (88-11) Apakah Kaulakukan keajaiban bagi orang-orang mati?
Masakan arwah bangkit untuk bersyukur kepada-Mu? Sela

(11) (88-12) Dapatkah kasih-Mu diberitakan di dalam kubur,
dan kesetiaan-Mu di tempat kebinasaan?

(12) (88-13) Diketahui orangkah keajaiban-keajaiban-Mu dalam kegelapan,
dan keadilan-Mu di negeri segala lupa?

(13) (88-14) Tetapi aku ini, ya TUHAN, kepada-Mu aku berteriak minta tolong,
dan pada waktu pagi doaku datang ke hadapan-Mu.

(14) (88-15) Mengapa, ya TUHAN, Kaubuang aku,
Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku?

(15) (88-16) Aku tertindas dan menjadi inceran maut sejak kecil,
aku telah menanggung kengerian dari pada-Mu, aku putus asa.

(16) (88-17) Kehangatan murka-Mu menimpa aku,
kedahsyatan-Mu membungkamkan aku,

(17) (88-18) mengelilingi aku seperti air banjir sepanjang hari,
mengepung aku serentak.

(18) (88-19) Telah Kaujauhkan dari padaku sahabat dan teman,
kenalan-kenalanku adalah kegelapan.

Mazmur 89
Kesetiaan TUHAN kepada Daud

(1) Nyanyian pengajaran Etan, orang Ezrahi.
(89-2) Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya,
hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.

(2) (89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya;
kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

(3) (89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku,
Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:

(4) (89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu,
dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela

(5) (89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN,
bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.

(6) (89-7) Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN,
yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi?

(7) (89-8) Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus,
dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.

(8) (89-9) Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau?
Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.

(9) (89-10) Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut,
pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya.

(10) (89-11) Engkaulah yang meremukkan Rahab seperti orang terbunuh,
dengan lengan-Mu yang kuat Engkau telah mencerai-beraikan musuh-Mu.

(11) (89-12) Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi,
dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.

(12) (89-13) Utara dan selatan, Engkaulah yang menciptakannya,
Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu.

(13) (89-14) Punya-Mulah lengan yang perkasa,
kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu.

(14) (89-15) Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu,
kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.

(15) (89-16) Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai,
ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;

(16) (89-17) karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari,
dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.

(17) (89-18) Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka,
dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.

(18) (89-19) Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN,
dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.

(19) (89-20) Pernah Engkau berbicara dalam penglihatan
kepada orang-orang yang Kaukasihi, kata-Mu:
"Telah Kutaruh mahkota di atas kepala seorang pahlawan,
telah Kutinggikan seorang pilihan dari antara bangsa itu.

(20) (89-21) Aku telah mendapat Daud, hamba-Ku;
Aku telah mengurapinya dengan minyak-Ku yang kudus,

(21) (89-22) maka tangan-Ku tetap dengan dia,
bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.

(22) (89-23) Musuh tidak akan menyergapnya,
dan orang curang tidak akan menindasnya.

(23) (89-24) Aku akan menghancurkan lawannya dari hadapannya,
dan orang-orang yang membencinya akan Kubunuh.

(24) (89-25) Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia,
dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi.

(25) (89-26) Aku akan membuat tangannya menguasai laut,
dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai.

(26) (89-27) Diapun akan berseru kepada-Ku: 'Bapaku Engkau,
Allahku dan gunung batu keselamatanku.'

(27) (89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung,
menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.

(28) (89-29) Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia untuk selama-lamanya,
dan perjanjian-Ku teguh bagi dia.

(29) (89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya,
dan takhtanya seumur langit.

(30) (89-31) Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku
dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,

(31) (89-32) jika ketetapan-Ku mereka langgar
dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,

(32) (89-33) maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada,
dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.

(33) (89-34) Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kujauhkan dari padanya
dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaan-Ku.

(34) (89-35) Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku,
dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.

(35) (89-36) Sekali Aku bersumpah demi kekudusan-Ku,
tentulah Aku tidak akan berbohong kepada Daud:

(36) (89-37) Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya,
dan takhtanya seperti matahari di depan mata-Ku,

(37) (89-38) seperti bulan yang ada selama-lamanya,
suatu saksi yang setia di awan-awan." Sela

(38) (89-39) Tetapi Engkau sendiri menolak dan membuang,
menjadi gemas kepada orang yang Kauurapi,

(39) (89-40) membatalkan perjanjian dengan hamba-Mu,
menajiskan mahkotanya laksana debu,

(40) (89-41) melanda segala temboknya,
membuat kubu-kubunya menjadi reruntuhan.

(41) (89-42) Semua orang yang lewat di jalan merampoknya,
dan ia menjadi cela bagi tetangganya.

(42) (89-43) Engkau telah meninggikan tangan kanan para lawannya,
telah membuat semua musuhnya bersukacita.

(43) (89-44) Juga Kaubalikkan mata pedangnya,
dan tidak membuat dia dapat bertahan dalam peperangan.

(44) (89-45) Engkau menghentikan kegemilangannya,
dan takhtanya Kaucampakkan ke bumi.

(45) (89-46) Kaupendekkan masa mudanya,
Kauselubungi dia dengan malu. Sela

(46) (89-47) Berapa lama lagi, ya TUHAN, Engkau bersembunyi terus-menerus,
berkobar-kobar murka-Mu laksana api?

(47) (89-48) Ingatlah apa umur hidup itu,
betapa sia-sia Kauciptakan semua anak manusia!

(48) (89-49) Siapakah orang yang hidup dan yang tidak mengalami kematian,
yang dapat meluputkan nyawanya dari kuasa dunia orang mati? Sela

(49) (89-50) Di manakah kasih setia-Mu yang mula-mula, ya Tuhan,
yang telah Kaujanjikan dengan sumpah kepada Daud demi kesetiaan-Mu?

(50) (89-51) Ingatlah cela hamba-Mu, ya Tuhan,
bahwa dalam dadaku aku menanggung penghinaan segala bangsa,

(51) (89-52) yang dilontarkan oleh musuh-musuh-Mu, ya TUHAN,
yang dilontarkan mencela jejak langkah orang yang Kauurapi.

(52) (89-53) Terpujilah TUHAN untuk selama-lamanya!
Amin, ya amin.

Mazmur 90
Allah, tempat perlindungan yang kekal

(1) Doa Musa, abdi Allah.
Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami
turun-temurun.

(2) Sebelum gunung-gunung dilahirkan,
dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.

(3) Engkau mengembalikan manusia kepada debu,
dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"

(4) Sebab di mata-Mu seribu tahun
sama seperti hari kemarin, apabila berlalu,
atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

(5) Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi,
seperti rumput yang bertumbuh,

(6) di waktu pagi berkembang dan bertumbuh,
di waktu petang lisut dan layu.

(7) Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu,
dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.

(8) Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu,
dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.

(9) Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu,
kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.

(10) Masa hidup kami tujuh puluh tahun
dan jika kami kuat, delapan puluh tahun,
dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;
sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

(11) Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu
dan takut kepada gemas-Mu?

(12) Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,
hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

(13) Kembalilah, ya TUHAN--berapa lama lagi? --
dan sayangilah hamba-hamba-Mu!

(14) Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu,
supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

(15) Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami,
seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.

(16) Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu,
dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka.

(17) Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami,
dan teguhkanlah perbuatan tangan kami,
ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.

Mazmur 91
Dalam lindungan Allah

(1) Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi
dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa

(2) akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku,
Allahku, yang kupercayai."

(3) Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung,
dari penyakit sampar yang busuk.

(4) Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau,
di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung,
kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.

(5) Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam,
terhadap panah yang terbang di waktu siang,

(6) terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap,
terhadap penyakit menular yang mengamuk di waktu petang.

(7) Walau seribu orang rebah di sisimu,
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,
tetapi itu tidak akan menimpamu.

(8) Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri
dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik.

(9) Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu,
Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,

(10) malapetaka tidak akan menimpa kamu,
dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;

(11) sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu
untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

(12) Mereka akan menatang engkau di atas tangannya,
supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.

(13) Singa dan ular tedung akan kaulangkahi,
engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.

(14) "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya,
Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

(15) Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab,
Aku akan menyertai dia dalam kesesakan,
Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.

(16) Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia,
dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku."
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2022 | edisi berikut

Minggu, 10 Juli 2022

Bacaan   : MATIUS 13:44-46
Setahun : Mazmur 88-91
Nas       : "Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." (Matius 13:46)

Pertukaran yang Sangat Berharga
Seorang anak tetangga saya yang berumur 5 tahun menyukai permen cokelat. Suatu hari saya menawarkan permen jeli dengan bentuk binatang yang lucu. Sebelum ia meraihnya di telapak tangan saya, saya memintanya untuk menukarkan dengan permen cokelat di tangan kirinya. Semula ia keberatan, setelah sekian menit ia memandangi terus permen jeli yang lucu, akhirnya ia memutuskan dengan gembira untuk menukarkan permen cokelatnya dengan permen jeli dengan berbagai macam bentuk binatang lucu.
Pertukaran adalah prinsip mencari Kerajaan Allah. Pedagang bersedia menjual seluruh miliknya demi mutiara yang berharga (ay. 46). Kerajaan Allah ibarat seperti mutiara berharga. Semua hal yang kita anggap berharga dalam hidup kita, harus rela ditukarkan demi Kerajaan Allah. Nilai-nilai hidup dalam Kerajaan Allah yang membuat sangat berharga dari apa pun yang selama ini kita anggap berharga. Jika pedagang tadi enggan menjual seluruh miliknya, mustahil ia memperoleh mutiara berharga.
Seperti pedagang di atas, kita pun harus rela menukarkan semua hal yang selama ini kita anggap paling berharga demi mendapatkan Kerajaan Allah. Banyak hal yang selama ini kita anggap berharga seperti kekayaan, status sosial, ego, prestasi, kepandaian, kegagalan, dan sebagainya yang membuat kita enggan menukarkannya dengan Kerajaan Allah. Penyangkalan diri, memikul salib dan mengikut Yesus adalah panggilan Kerajaan Allah (Mat. 16:24). Bersediakah kita menukarkan semua yang kita anggap berharga dengan panggilan Kerajaan Allah tadi? --AWS/www.renunganharian.net

PERLU KERELAAN MENUKARKAN SEMUA YANG KITA ANGGAP BERHARGA, 
DEMI MENDAPATKAN KERAJAAN ALLAH.

( ay. 46 ) Matius 13:46
(46) Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu."

( Mat. 16:24 ) Matius 16:24
(24) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Sunday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net



Minggu, 10 Juli 2022

10. Jul, 2022

<< Ren.Har. Kamis, 07 Juli 2022 >>

<< Ren.Har. Kamis, 07 Juli 2022 >>

Renungan Harian (951.3)
Kamis, 07 Juli 2022

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Kamis, 07 Juli 2022 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Ampelas atau Diampelas?
Bac. : Bilangan 12 (1-16)
Nats. : Bilangan 12:3
Bac.S. : Mazmur 72-77

Bacaan Alkitab : Bilangan 12 (1-16)
Pemberontakan Miryam dan Harun
(1) Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. (2) Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. (3) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (4) Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga. (5) Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. (6) Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. (7) Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. (8) Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?" (9) Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. (10) Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta! (11) Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami. (12) Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya." (13) Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia." (14) Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sekiranya ayahnya meludahi mukanya, tidakkah ia mendapat malu selama tujuh hari? Biarlah dia selama tujuh hari dikucilkan ke luar tempat perkemahan, kemudian bolehlah ia diterima kembali." (15) Jadi dikucilkanlah Miryam ke luar tempat perkemahan tujuh hari lamanya, dan bangsa itu tidak berangkat sebelum Miryam diterima kembali. (16) Kemudian berangkatlah mereka dari Hazerot dan berkemah di padang gurun Paran.

Ayat Nats. : Bilangan 12:3
(3) Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 72-77
Mazmur 72
Doa harapan untuk raja

(1) Dari Salomo.
Ya Allah, berikanlah hukum-Mu kepada raja
dan keadilan-Mu kepada putera raja!

(2) Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan
dan orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum!

(3) Kiranya gunung-gunung membawa damai sejahtera bagi bangsa,
dan bukit-bukit membawa kebenaran!

(4) Kiranya ia memberi keadilan
kepada orang-orang yang tertindas dari bangsa itu,
menolong orang-orang miskin,
tetapi meremukkan pemeras-pemeras!

(5) Kiranya lanjut umurnya selama ada matahari,
dan selama ada bulan, turun-temurun!

(6) Kiranya ia seperti hujan yang turun ke atas padang rumput,
seperti dirus hujan yang menggenangi bumi!

(7) Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya
dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan!

(8) Kiranya ia memerintah dari laut ke laut,
dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi!

(9) Kiranya penghuni padang belantara berlutut di depannya,
dan musuh-musuhnya menjilat debu;

(10) kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau
membawa persembahan-persembahan;
kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba
menyampaikan upeti!

(11) Kiranya semua raja sujud menyembah kepadanya,
dan segala bangsa menjadi hambanya!

(12) Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong,
orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong;

(13) ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin,
ia akan menyelamatkan nyawa orang miskin.

(14) Ia akan menebus nyawa mereka dari penindasan dan kekerasan,
darah mereka mahal di matanya.

(15) Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba!
Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati sepanjang hari!

(16) Biarlah tanaman gandum berlimpah-limpah di negeri,
bergelombang di puncak pegunungan;
biarlah buahnya mekar bagaikan Libanon,
bulir-bulirnya berkembang bagaikan rumput di bumi.

(17) Biarlah namanya tetap selama-lamanya,
kiranya namanya semakin dikenal selama ada matahari.
Kiranya segala bangsa saling memberkati dengan namanya, dan menyebut dia berbahagia.

(18) Terpujilah TUHAN, Allah Israel,
yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!

(19) Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya,
dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi.
Amin, ya amin.

(20) Sekianlah doa-doa Daud bin Isai.

Mazmur 73
Pergumulan dan pengharapan

(1) Mazmur Asaf.
Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya,
bagi mereka yang bersih hatinya.

(2) Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset,
nyaris aku tergelincir.

(3) Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual,
kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.

(4) Sebab kesakitan tidak ada pada mereka,
sehat dan gemuk tubuh mereka;

(5) mereka tidak mengalami kesusahan manusia,
dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.

(6) Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan
dan berpakaian kekerasan.

(7) Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok,
hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.

(8) Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya,
hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.

(9) Mereka membuka mulut melawan langit,
dan lidah mereka membual di bumi.

(10) Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka,
mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.

(11) Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu,
adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"

(12) Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik:
mereka menambah harta benda dan senang selamanya!

(13) Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih,
dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.

(14) Namun sepanjang hari aku kena tulah,
dan kena hukum setiap pagi.

(15) Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu,"
maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.

(16) Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya,
hal itu menjadi kesulitan di mataku,

(17) sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah,
dan memperhatikan kesudahan mereka.

(18) Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka,
Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.

(19) Betapa binasa mereka dalam sekejap mata,
lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!

(20) Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan,
pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.

(21) Ketika hatiku merasa pahit
dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,

(22) aku dungu dan tidak mengerti,
seperti hewan aku di dekat-Mu.

(23) Tetapi aku tetap di dekat-Mu;
Engkau memegang tangan kananku.

(24) Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku,
dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.

(25) Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau?
Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.

(26) Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap,
gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

(27) Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa;
Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.

(28) Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah;
aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.

Mazmur 74
Nyanyian ratapan karena Bait Suci yang rusak

(1) Nyanyian pengajaran Asaf.
Mengapa, ya Allah, Kaubuang kami untuk seterusnya?
Mengapa menyala murka-Mu terhadap kambing domba gembalaan-Mu?

(2) Ingatlah akan umat-Mu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala,
yang Kautebus menjadi bangsa milik-Mu sendiri!
Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami.

(3) Ringankanlah langkah-Mu ke tempat yang rusak terus-menerus;
segala-galanya telah dimusnahkan musuh di tempat kudus.

(4) Lawan-lawan-Mu mengaum di tempat pertemuan-Mu
dan telah mendirikan panji-panji mereka sebagai tanda.

(5) Kelihatannya seperti orang mengayunkan tinggi-tinggi
sebuah kapak kepada kayu-kayuan yang lebat,

(6) dan sekarang ukir-ukirannya seluruhnya
dipalu mereka dengan kapak dan beliung;

(7) mereka menyulut tempat kudus-Mu dengan api,
mereka menajiskan tempat kediaman nama-Mu sampai pada tanah;

(8) mereka berkata dalam hatinya: "Baiklah kita menindas mereka semuanya!"
Mereka membakar segala tempat pertemuan Allah di negeri.

(9) Tanda-tanda kami tidak kami lihat, tidak ada lagi nabi,
dan tidak ada di antara kami yang mengetahui berapa lama lagi.

(10) Berapa lama lagi, ya Allah, lawan itu mencela,
dan musuh menista nama-Mu terus-menerus?

(11) Mengapa Engkau menarik kembali tangan-Mu,
menaruh tangan kanan-Mu di dada?

(12) Namun Engkau, ya Allah adalah Rajaku dari zaman purbakala,
yang melakukan penyelamatan di atas bumi.

(13) Engkaulah yang membelah laut dengan kekuatan-Mu,
yang memecahkan kepala ular-ular naga di atas muka air.

(14) Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Lewiatan,
yang memberikannya menjadi makanan penghuni-penghuni padang belantara.

(15) Engkaulah yang membelah mata air dan sungai;
Engkaulah yang mengeringkan sungai-sungai yang selalu mengalir.

(16) Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam.
Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari.

(17) Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi,
musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.

(18) Ingatlah ini: musuh mencela, ya TUHAN,
dan bangsa yang bebal itu menista nama-Mu.

(19) Janganlah berikan nyawa merpati-Mu kepada binatang liar!
Janganlah lupakan terus-menerus nyawa orang-orang-Mu yang tertindas!

(20) Pandanglah kepada perjanjian,
sebab tempat-tempat gelap di bumi penuh sarang-sarang kekerasan.

(21) Janganlah biarkan orang yang terinjak-injak kembali dengan kena noda.
Biarlah orang sengsara dan orang miskin memuji-muji nama-Mu.

(22) Bangunlah, ya Allah, lakukanlah perjuangan-Mu!
Ingatlah akan cela kepada-Mu dari pihak orang bebal sepanjang hari.

(23) Janganlah lupa suara lawan-Mu,
deru orang-orang yang bangkit melawan Engkau,
yang terus-menerus makin keras.

Mazmur 75
Allah, Hakim yang adil

(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Mazmur Asaf. Nyanyian.
(75-2) Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur,
dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

(2) (75-3) "Apabila Aku menetapkan waktunya,
Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.

(3) (75-4) Bumi hancur dan semua penduduknya;
tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya." Sela

(4) (75-5) Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual."
Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!

(5) (75-6) Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi,
jangan berbicara dengan bertegang leher!"

(6) (75-7) Sebab bukan dari timur atau dari barat
dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,

(7) (75-8) tetapi Allah adalah Hakim:
direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.

(8) (75-9) Sebab sebuah piala ada di tangan TUHAN,
berisi anggur berbuih, penuh campuran bumbu;
Ia menuang dari situ; sungguh, ampasnya akan dihirup
dan diminum oleh semua orang fasik di bumi.

(9) (75-10) Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya,
aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub.

(10) (75-11) Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya,
tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.

Mazmur 76
Allah, Hakim segala bangsa

(1) Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Mazmur Asaf. Nyanyian.
(76-2) Allah terkenal di Yehuda,
nama-Nya masyhur di Israel!

(2) (76-3) Di Salem sudah ada pondok-Nya,
dan kediaman-Nya di Sion!

(3) (76-4) Di sanalah dipatahkan-Nya panah yang berkilat,
perisai dan pedang dan alat perang. Sela

(4) (76-5) Cemerlang Engkau, lebih mulia
dari pada pegunungan yang ada sejak purba.

(5) (76-6) Orang-orang yang berani telah dijarah,
mereka terlelap dalam tidurnya,
dan semua orang yang gagah perkasa
kehilangan kekuatannya.

(6) (76-7) Oleh sebab hardik-Mu, ya Allah Yakub,
tertidur lelap baik pengendara maupun kuda.

(7) (76-8) Dahsyat Engkau!
Siapakah yang tahan berdiri di hadapan-Mu
pada saat Engkau murka?

(8) (76-9) Dari langit Engkau memperdengarkan keputusan-Mu;
bumi takut dan tertegun,

(9) (76-10) pada waktu Allah bangkit untuk memberi penghukuman,
untuk menyelamatkan semua yang tertindas di bumi. Sela

(10) (76-11) Sesungguhnya panas hati manusia akan menjadi syukur bagi-Mu,
dan sisa panas hati itu akan Kauperikatpinggangkan.

(11) (76-12) Bernazarlah dan bayarlah nazarmu itu kepada TUHAN, Allahmu!
Biarlah semua orang yang di sekeliling-Nya menyampaikan persembahan kepada Dia yang ditakuti,

(12) (76-13) Dia yang mematahkan semangat para pemimpin,
Dia yang dahsyat bagi raja-raja di bumi.

Mazmur 77
Perbuatan Allah di masa lampau

(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf.
(77-2) Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah,
dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku.

(2) (77-3) Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan;
malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu,
jiwaku enggan dihiburkan.

(3) (77-4) Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang,
apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku. Sela

(4) (77-5) Engkau membuat mataku tetap terbuka;
aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.

(5) (77-6) Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala,
tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.

(6) (77-7) Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku,
aku merenung, dan rohku mencari-cari:

(7) (77-8) "Untuk selamanyakah Tuhan menolak
dan tidak kembali bermurah hati lagi?

(8) (77-9) Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya,
telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?

(9) (77-10) Sudah lupakah Allah menaruh kasihan,
atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?" Sela

(10) (77-11) Maka kataku: "Inilah yang menikam hatiku,
bahwa tangan kanan Yang Mahatinggi berubah."

(11) (77-12) Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN,
ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.

(12) (77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu,
dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.

(13) (77-14) Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus!
Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?

(14) (77-15) Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban;
Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.

(15) (77-16) Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu,
bani Yakub dan bani Yusuf. Sela

(16) (77-17) Air telah melihat Engkau, ya Allah,
air telah melihat Engkau, lalu menjadi gentar,
bahkan samudera raya gemetar.

(17) (77-18) Awan-awan mencurahkan air,
awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan.

(18) (77-19) Deru guntur-Mu menggelinding,
kilat-kilat menerangi dunia, bumi gemetar dan bergoncang.

(19) (77-20) Melalui laut jalan-Mu
dan lorong-Mu melalui muka air yang luas,
tetapi jejak-Mu tidak kelihatan.

(20) (77-21) Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba
dengan perantaraan Musa dan Harun.
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2022 | edisi berikut

Kamis, 7 Juli 2022

Bacaan   : BILANGAN 12
Setahun : Mazmur 72-77
Nas       : Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

Ampelas atau Diampelas?
Seorang pria baru mengalami usahanya bangkrut dan kini bekerja sebagai kuli bangunan. Semua orang iba, kecuali tetangga sebelah rumahnya, yang selalu menyebutnya "Si miskin". "Setiap bertemu tetanggaku, aku merasa seperti diampelas, " keluh pria itu kepada sahabatnya. "Beruntung kau diampelas, daripada kau menjadi ampelasnya, " hibur sahabatnya.
Adakah kita jumpai orang-orang di sekitar kita yang seperti "ampelas"? Mungkin mereka kerap mencela, menghina atau mencemooh kita. Alih-alih merasa sakit hati, mari mengucap syukur. Mengadopsi pendapat dari sahabat pria tadi, kita merasa beruntung "diampelas" bukan menjadi "ampelas"-nya. Ibarat sebuah meja, diampelas akan membuat permukaan meja semakin halus. Demikian jika kita "diampelas" orang lain, akan ada karakter dalam diri kita yang menjadi makin halus. Sedangkan ampelas, sesudah dipakai, ampelas itu dibuang! Dari sini dapat kita ketahui terlebih beruntung posisi kita daripada mereka yang semena-mena memperlakukan diri kita.
Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya. Padahal sebelumnya ia cepat emosi. Saat melihat orang Mesir memukul orang Ibrani, kaum sebangsanya, langsung ia membunuh orang Mesir itu. (Kel. 2:11-12). Rahasia perubahan karakter Musa adalah "diampelas". "Ampelas"-nya tidak lain orang Israel, bangsa yang tegar tengkuk. Tak ada air mereka bersungut-sungut, tak ada daging mereka marah. Sekian lama memimpin mereka, karakter Musa menjadi halus. Musa menjadi seorang yang sabar. Buktinya saat Harun dan Miryam, kakak-kakaknya itu mengatai dirinya, Musa tidak marah. Hari ini, mari buang rasa sakit hati disebabkan perlakukan orang lain yang buruk. Kita meyakini-seperti Musa, akan ada karakter mulia muncul dari dalam diri kita. --LIN/www.renunganharian.net

SIKAP DAN PERLAKUAN BURUK ORANG LAIN DAPAT KITA GUNAKAN
SEBAGAI SARANA UNTUK MEMPERHALUS KARAKTER DALAM DIRI KITA.

(Kel. 2:11-12) Keluaran 2:11-12
(11) Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
Musa membela bangsanya, Ia lari ke tanah Midian
(12) Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Thursday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net



Kamis, 07 Juli 2022

7. Jul, 2022

<< Ren.Har. Minggu, 03 Juli 2022 >>

<< Ren.Har. Minggu, 03 Juli 2022 >>

Renungan Harian (950.2)
Minggu, 03 Juli 2022

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Minggu, 03 Juli 2022 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Pentingnya Dasar yang Kokoh
Bac. : Matius 7:21-27
Nats. : Matius 7:26
Bac.S. : Mazmur 46-51

Bacaan Alkitab : Matius 7:21-27
(21) Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. (22) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? (23) Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Dua macam dasar
(24) "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. (25) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. (26) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. (27) Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya."

Ayat Nats. : Matius 7:26
(26) Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 46-51
Mazmur 46
Allah, kota benteng kita

(1) Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.
(46-2) Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan,
sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.

(2) (46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah,
sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

(3) (46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya,
sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

(4) (46-5) Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi,
disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.

(5) (46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang;
Allah akan menolongnya menjelang pagi.

(6) (46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang,
Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

(7) (46-8) TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

(8) (46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN,
yang mengadakan pemusnahan di bumi,

(9) (46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi,
yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak,
membakar kereta-kereta perang dengan api!

(10) (46-11) "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!
Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"

(11) (46-12) TUHAN semesta alam menyertai kita,
kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela

Mazmur 47
Allah, Raja seluruh bumi

(1) Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.
(47-2) Hai segala bangsa,
bertepuktanganlah,
elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!

(2) (47-3) Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat,
Raja yang besar atas seluruh bumi.

(3) (47-4) Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita,
suku-suku bangsa ke bawah kaki kita,

(4) (47-5) Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita,
kebanggaan Yakub yang dikasihi-Nya. Sela

(5) (47-6) Allah telah naik dengan diiringi sorak-sorai,
ya TUHAN itu, dengan diiringi bunyi sangkakala.

(6) (47-7) Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah,
bermazmurlah bagi Raja kita, bermazmurlah!

(7) (47-8) Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi,
bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!

(8) (47-9) Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa,
Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.

(9) (47-10) Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul
sebagai umat Allah Abraham.
Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi;
Ia sangat dimuliakan.

Mazmur 48
Sion, kota Allah

(1) Nyanyian. Mazmur bani Korah.
(48-2) Besarlah TUHAN dan sangat terpuji
di kota Allah kita!

(2) (48-3) Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai,
adalah kegirangan bagi seluruh bumi;
gunung Sion itu, jauh di sebelah utara,
kota Raja Besar.

(3) (48-4) Dalam puri-purinya
Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.

(4) (48-5) Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul,
mereka bersama-sama berjalan maju;

(5) (48-6) demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang,
terkejut, lalu lari kebingungan.

(6) (48-7) Kegentaran menimpa mereka di sana;
mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.

(7) (48-8) Dengan angin timur Engkau memecahkan
kapal-kapal Tarsis.

(8) (48-9) Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat,
di kota TUHAN semesta alam,
di kota Allah kita;
Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela

(9) (48-10) Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu
di dalam bait-Mu.

(10) (48-11) Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu
sampai ke ujung bumi;
tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.

(11) (48-12) Biarlah gunung Sion bersukacita;
biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak
oleh karena penghukuman-Mu!

(12) (48-13) Kelilingilah Sion dan edarilah dia,
hitunglah menaranya,

(13) (48-14) perhatikanlah temboknya,
jalanilah puri-purinya,
supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:

(14) (48-15) Sesungguhnya inilah Allah,
Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya!
Dialah yang memimpin kita!

Mazmur 49
Kebahagiaan yang sia-sia

(1) Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.
(49-2) Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian,
pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,

(2) (49-3) baik yang hina maupun yang mulia,
baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!

(3) (49-4) Mulutku akan mengucapkan hikmat,
dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.

(4) (49-5) Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal,
akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.

(5) (49-6) Mengapa aku takut pada hari-hari celaka
pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,

(6) (49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya,
dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?

(7) (49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya,
atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,

(8) (49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya,
dan tidak memadai untuk selama-lamanya--

(9) (49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya,
dan tidak melihat lobang kubur.

(10) (49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati,
orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama
dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.

(11) (49-12) Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya,
tempat kediaman mereka turun-temurun;
mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

(12) (49-13) Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan,
ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

(13) (49-14) Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri,
ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela

(14) (49-15) Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati,
digembalakan oleh maut;
mereka turun langsung ke kubur,
perawakan mereka hancur,
dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.

(15) (49-16) Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku
dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela

(16) (49-17) Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,
apabila kemuliaan keluarganya bertambah,

(17) (49-18) sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta,
kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

(18) (49-19) Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya,
sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,

(19) (49-20) namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya,
yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

(20) (49-21) Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian,
boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.

Mazmur 50
Ibadah yang sejati

(1) Mazmur Asaf.
Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi,
dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.

(2) Dari Sion, puncak keindahan,
Allah tampil bersinar.

(3) Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri,
di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.

(4) Ia berseru kepada langit di atas,
dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:

(5) "Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi,
yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"

(6) Langit memberitakan keadilan-Nya,
sebab Allah sendirilah Hakim. Sela

(7) "Dengarlah, hai umat-Ku,
Aku hendak berfirman,
hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu:
Akulah Allah, Allahmu!

(8) Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau;
bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?

(9) Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu
atau kambing jantan dari kandangmu,

(10) sebab punya-Kulah segala binatang hutan,
dan beribu-ribu hewan di gunung.

(11) Aku kenal segala burung di udara,
dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.

(12) Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu,
sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.

(13) Daging lembu jantankah Aku makan,
atau darah kambing jantankah Aku minum?

(14) Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah
dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!

(15) Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,
Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela

(16) Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman:
"Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku,
dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,

(17) padahal engkaulah yang membenci teguran,
dan mengesampingkan firman-Ku?

(18) Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia,
dan bergaul dengan orang berzinah.

(19) Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat,
dan pada lidahmu melekat tipu daya.

(20) Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu,
memfitnah anak ibumu.

(21) Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri;
engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau.
Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.

(22) Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah;
supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.

(23) Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban,
ia memuliakan Aku;
siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."

Mazmur 51
Pengakuan dosa

(1) Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
(51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!

(2) (51-4) Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!

(3) (51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

(4) (51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa
dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,
supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu,
bersih dalam penghukuman-Mu.

(5) (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.

(6) (51-8) Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin,
dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.

(7) (51-9) Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir,
basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!

(8) (51-10) Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita,
biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!

(9) (51-11) Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku,
hapuskanlah segala kesalahanku!

(10) (51-12) Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah,
dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!

(11) (51-13) Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

(12) (51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu,
dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!

(13) (51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran,
supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.

(14) (51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah,
ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!

(15) (51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku,
supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!

(16) (51-18) Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran,
Engkau tidak menyukainya.

(17) (51-19) Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

(18) (51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu
bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

(19) (51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar,
korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya;
maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2022 | edisi berikut

Minggu, 3 Juli 2022

Bacaan   : MATIUS 7:21-27
Setahun : Mazmur 46-51
Nas       : "Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir." (Matius 7:26)

Pentingnya Dasar yang Kokoh
Suatu ketika saya mendapat tugas untuk melakukan pekerjaan yang baru. Jenis pekerjaan yang sama sekali asing, sehingga saya semakin sadar akan kelemahan saya dan harus belajar dari nol. Syukurlah ada seorang yang ditugaskan untuk menjadi mentor, yang mengajarkan saya dari hal-hal yang paling mendasar. Ia pun tidak ingin terburu-buru, demi memastikan agar pemahaman saya sudah "memenuhi syarat" dan cukup kokoh menopang dan melancarkan pekerjaan saya kelak.
Firman Tuhan hari ini juga berbicara mengenai dua macam dasar: pasir dan batu. Sekilas ketika di atas kedua dasar itu didirikan bangunan seperti tidak ada masalah. Namun, ketika bangunan itu mengalami ujian berupa terpaan hujan dan badai, akan terbukti dasar manakah yang kuat menopang bangunan di atasnya. Yesus menyamakan orang yang mendengar sabda-Nya tetapi tidak melakukannya seperti orang yang mendirikan rumah di atas pasir. Pada masa-masa tenang mungkin tak terlihat ada masalah, tetapi ketika badai hidup menerpa maka kokoh atau hancurnya kehidupan seseorang akan menguak seberapa kuat fondasi hidup yang dijalaninya.
Penekanan Yesus pada bagian melakukan firman menjadi kunci, di mana tidak cukup bagi seorang percaya hanya mendengar, mengerti, atau menghafal firman Tuhan. Selama firman itu tidak dilakukan, maka tidak menambah kekuatan apa pun terhadap fondasi kehidupan seorang percaya. Bagaimana kira-kira kekuatan fondasi kehidupan Anda, apakah sangat rapuh seperti pasir atau cukup kuat seperti batu karang? Waktu dan ujian kehidupan yang akan membuktikan semuanya! --GHJ/www.renunganharian.net

TANPA DASAR YANG KOKOH, 
BANGUNAN SEMEGAH APA PUN AKAN MUDAH SEKALI HANCUR.
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Sunday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net



Minggu , 03 Juli 2022