17. Jun, 2019

<< Renungan Harian, Minggu, 16 Juni 2019 >>

<< Renungan Harian, Minggu, 16 Juni 2019 >>

Renungan Harian (579.2)
Minggu, 16 Juni 2019

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan Pagi ini . Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya,Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari: Allah Bapa dan Putra Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus,yang disebut dengan Trinitas , selalu menyertai kita sekalian.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.(Matius 28:18-20)

<< Renungan Harian, Minggu, 16 Juni 2019 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-----------
Jud. : Teladan dan Doa Orang Tua
Bac. : Ayub 1:1-5
Nats. : Ayub 1: 5
Bac.S.: Ayub 5-8
------------
Bacaan Alkitab : Ayub 1:1-5
Kesalehan Ayub dicoba
(1) Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. (2) Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. (3) Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. (4) Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. (5) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
-----------
Ayat Nats. : Ayub 1: 5
(5) Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.
------------


  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2019 | edisi berikut

Minggu, 16 Juni 2019

Bacaan   : Ayub 1:1-5
Setahun : Ayub 5-8
Nas       : Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, ... Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa. (Ayub 1:5)

Teladan dan Doa Orang Tua

Salah satu harapan manusia adalah mencapai kesempurnaan hidup. Ukuran yang umum digunakan adalah: kaya raya, baik hati, dan memiliki anak laki-laki dan perempuan. Anggapan umum juga beranggapan bahwa anak orang kaya biasanya dimanjakan dengan harta dan fasilitas dari orang tuanya. Tetapi kurang perhatian dan waktu dari ayahnya, sehingga membuat mereka nakal. Apakah anggapan ini benar adanya?
Dengan melihat kehidupan Ayub, dapat dikatakan bahwa Ayub telah mencapai kesempurnaan hidup menurut ukuran umum. Malah ia bukan sekadar baik hati, ia juga jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ayub adalah orang terkaya di wilayah timur. Ayub memiliki tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan, yang hidup dengan rukun. Sebagai orang kaya, Ayub pastilah sibuk, tetapi dia tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ayah. Ia sangat memperhatikan kehidupan anak-anaknya. Maka ketika mereka usai mengadakan pesta, Ayub bertindak sebagai seorang imam yang memohon pengampunan Allah atas dosa-dosa yang mungkin saja mereka lakukan saat berpesta.
Ayub adalah teladan yang sangat baik bagi kita sebagai orang tua, terutama yang memiliki anak yang beranjak dewasa dan melangkah ke dunia luas. Dalam usia seperti itu, anak tidak bisa lagi dinasihati seperti ketika mereka masih kecil. Mereka sudah memiliki keinginan dan pertimbangan sendiri. Maka yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan membawa mereka di dalam doa kepada Allah. Mereka mungkin saja berada di luar jangkauan kita, tetapi dengan teladan dan doa kita dapat memercayakan mereka ke dalam tangan Allah yang kuat. --ENO/www.renunganharian.net

ANAK-ANAK TIDAK BISA MENDENGARKAN ORANG TUA DENGAN BAIK, 
NAMUN MEREKA TIDAK PERNAH GAGAL UNTUK MENIRUNYA.-JAMES BALDWIN
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

---------------
Bacaan Alkitab Setahun : Ayub 5-8
Ayub 5

(1) Berserulah adakah orang yang menjawab engkau? Dan kepada siapa di antara orang-orang yang kudus engkau akan berpaling? (2)Sesungguhnya, orang bodoh dibunuh oleh sakit hati, dan orang bebal dimatikan oleh iri hati. (3)Aku sendiri pernah melihat orang bodoh berakar, tetapi serta-merta kukutuki tempat kediamannya. (4)Anak-anaknya selalu tidak tertolong, mereka diinjak-injak di pintu gerbang tanpa ada orang yang melepaskannya. (5) Apa yang dituainya, dimakan habis oleh orang yang lapar, bahkan dirampas dari tengah-tengah duri, dan orang-orang yang dahaga mengingini kekayaannya. (6) Karena bukan dari debu terbit bencana dan bukan dari tanah tumbuh kesusahan; (7)melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi. (8) Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku. (9) Ia melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga, serta keajaiban-keajaiban yang tak terbilang banyaknya; (10) Ia memberi hujan ke atas muka bumi dan menjatuhkan air ke atas ladang;(11) Ia menempatkan orang yang hina pada derajat yang tinggi dan orang yang berdukacita mendapat pertolongan yang kuat; (12) Ia menggagalkan rancangan orang cerdik, sehingga usaha tangan mereka tidak berhasil; (13) Ia menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya sendiri, sehingga rancangan orang yang belat-belit digagalkan. (14) Pada siang hari mereka tertimpa gelap, dan pada tengah hari mereka meraba-raba seperti pada waktu malam. (15)Tetapi Ia menyelamatkan orang-orang miskin dari kedahsyatan mulut mereka, dan dari tangan orang yang kuat. (16) Demikianlah ada harapan bagi orang kecil, dan kecurangan tutup mulut. (17)Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. (18)Karena Dialah yang melukai, tetapi juga yang membebat; Dia yang memukuli, tetapi yang tangan-Nya menyembuhkan pula. (19) Dari enam macam kesesakan engkau diluputkan-Nya dan dalam tujuh macam engkau tidak kena malapetaka. (20) Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang. (21) Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang. (22)Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti. (23) Karena antara engkau dan batu-batu di padang akan ada perjanjian, dan binatang liar akan berdamai dengan engkau. (24) Engkau akan mengalami, bahwa kemahmu aman dan apabila engkau memeriksa tempat kediamanmu, engkau tidak akan kehilangan apa-apa. (25)Engkau akan mengalami, bahwa keturunanmu menjadi banyak dan bahwa anak cucumu seperti rumput di tanah. (26) Dalam usia tinggi engkau akan turun ke dalam kubur, seperti berkas gandum dibawa masuk pada waktunya. (27)Sesungguhnya, semuanya itu telah kami selidiki, memang demikianlah adanya; dengarkanlah dan camkanlah itu!"

Ayub 6

Ayub kecewa terhadap sahabat-sahabatnya
(1) Lalu Ayub menjawab: (2) "Ah, hendaklah kiranya kekesalan hatiku ditimbang, dan kemalanganku ditaruh bersama-sama di atas neraca! (3) Maka beratnya akan melebihi pasir di laut; oleh sebab itu tergesa-gesalah perkataanku. (4)Karena anak panah dari Yang Mahakuasa tertancap pada tubuhku, dan racunnya diisap oleh jiwaku; kedahsyatan Allah seperti pasukan melawan aku. (5)Meringkikkah keledai liar di tempat rumput muda, atau melenguhkah lembu dekat makanannya? (6)Dapatkah makanan tawar dimakan tanpa garam atau apakah putih telur ada rasanya? (7) Aku tidak sudi menjamahnya, semuanya itu makanan yang memualkan bagiku.(8) Ah, kiranya terkabul permintaanku dan Allah memberi apa yang kuharapkan! (9) Kiranya Allah berkenan meremukkan aku, kiranya Ia melepaskan tangan-Nya dan menghabisi nyawaku! (10)Itulah yang masih merupakan hiburan bagiku, bahkan aku akan melompat-lompat kegirangan di waktu kepedihan yang tak kenal belas kasihan, sebab aku tidak pernah menyangkal firman Yang Mahakudus. (11) Apakah kekuatanku, sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus bersabar? (12) Apakah kekuatanku seperti kekuatan batu? Apakah tubuhku dari tembaga? (13)Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh dari padaku? (14)Siapa menahan kasih sayang terhadap sesamanya, melalaikan takut akan Yang Mahakuasa. (15)Saudara-saudaraku tidak dapat dipercaya seperti sungai, seperti dasar dari pada sungai yang mengalir lenyap, (16) yang keruh karena air beku, yang di dalamnya salju menjadi cair, (17) yang surut pada musim kemarau, dan menjadi kering di tempatnya apabila kena panas; (18) berkeluk-keluk jalan arusnya, mengalir ke padang tandus, lalu lenyap. (19) Kafilah dari Tema mengamat-amatinya dan rombongan dari Syeba mengharapkannya, (20) tetapi mereka kecewa karena keyakinan mereka, mereka tertipu setibanya di sana. (21) Demikianlah kamu sekarang bagiku, ketika melihat yang dahsyat, takutlah kamu. (22)Pernahkah aku berkata: Berilah aku sesuatu, atau: Berilah aku uang suap dari hartamu, (23) atau: Luputkan aku dari tangan musuh, atau: Tebuslah aku dari tangan orang lalim? (24) Ajarilah aku, maka aku akan diam; dan tunjukkan kepadaku dalam hal apa aku tersesat. (25) Alangkah kokohnya kata-kata yang jujur! Tetapi apakah maksud celaan dari pihakmu itu? (26) Apakah kamu bermaksud mencela perkataan? Apakah perkataan orang yang putus asa dianggap angin? (27)Bahkan atas anak yatim kamu membuang undi, dan sahabatmu kamu perlakukan sebagai barang dagangan. (28) Tetapi sekarang, berpalinglah kepadaku; aku tidak akan berdusta di hadapanmu. (29)Berbaliklah, janganlah terjadi kecurangan, berbaliklah, aku pasti benar. (30) Apakah ada kecurangan pada lidahku? Apakah langit-langitku tidak dapat membeda-bedakan bencana?"

Ayub 7

Hidup itu berat
(1) "Bukankah manusia harus bergumul di bumi, dan hari-harinya seperti hari-hari orang upahan? (2)Seperti kepada seorang budak yang merindukan naungan, seperti kepada orang upahan yang menanti-nantikan upahnya, (3)demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan. (4) Bila aku pergi tidur, maka pikirku: Bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari. (5) Berenga dan abu menutupi tubuhku, kulitku menjadi keras, lalu pecah. (6) Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada torak, dan berakhir tanpa harapan. (7)Ingatlah, bahwa hidupku hanya hembusan nafas; mataku tidak akan lagi melihat yang baik. (8) Orang yang memandang aku, tidak akan melihat aku lagi, sementara Engkau memandang aku, aku tidak ada lagi. (9) Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali. (10) Ia tidak lagi kembali ke rumahnya, dan tidak dikenal lagi oleh tempat tinggalnya.(11) Oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.(12) Apakah aku ini laut atau naga, sehingga Engkau menempatkan penjaga terhadap aku? (13) Apabila aku berpikir: Tempat tidurku akan memberi aku penghiburan, dan tempat pembaringanku akan meringankan keluh kesahku, (14)maka Engkau mengagetkan aku dengan impian dan mengejutkan aku dengan khayal, (15) sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku. (16) Aku jemu, aku tidak mau hidup untuk selama-lamanya. Biarkanlah aku, karena hari-hariku hanya seperti hembusan nafas saja. (17) Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, (18) dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat? (19) Bilakah Engkau mengalihkan pandangan-Mu dari padaku, dan membiarkan aku, sehingga aku sempat menelan ludahku? (20) Kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga manusia? Mengapa Engkau menjadikan aku sasaran-Mu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? (21) Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi."

Ayub 8

Bildad membela keadilan hukuman Allah
(1) Maka berbicaralah Bildad, orang Suah: (2) "Berapa lamakah lagi engkau akan berbicara begitu, dan perkataan mulutmu seperti angin yang menderu? (3) Masakan Allah membengkokkan keadilan? Masakan Yang Mahakuasa membengkokkan kebenaran? (4)Jikalau anak-anakmu telah berbuat dosa terhadap Dia, maka Ia telah membiarkan mereka dikuasai oleh pelanggaran mereka. (5) Tetapi engkau, kalau engkau mencari Allah, dan memohon belas kasihan dari Yang Mahakuasa, (6) kalau engkau bersih dan jujur, maka tentu Ia akan bangkit demi engkau dan Ia akan memulihkan rumah yang adalah hakmu. (7) Maka kedudukanmu yang dahulu akan kelihatan hina, tetapi kedudukanmu yang kemudian akan menjadi sangat mulia. (8)Bertanya-tanyalah tentang orang-orang zaman dahulu, dan perhatikanlah apa yang diselidiki para nenek moyang. (9) Sebab kita, anak-anak kemarin, tidak mengetahui apa-apa; karena hari-hari kita seperti bayang-bayang di bumi. (10) Bukankah mereka yang harus mengajari engkau dan yang harus berbicara kepadamu, dan melahirkan kata-kata dari akal budi mereka? (11) Dapatkah pandan bertumbuh tinggi, kalau tidak di rawa, atau mensiang bertumbuh subur, kalau tidak di air? (12)Sementara dalam pertumbuhan, sebelum waktunya disabit, layulah ia lebih dahulu dari pada rumput lain. (13) Demikianlah pengalaman semua orang yang melupakan Allah; maka lenyaplah harapan orang fasik, (14) yang andalannya seperti benang laba-laba, kepercayaannya seperti sarang laba-laba. (15) Ia bersandar pada rumahnya, tetapi rumahnya itu tidak tetap tegak, ia menjadikannya tempat berpegang, tetapi rumah itu tidak tahan. (16) Ia seperti tumbuh-tumbuhan yang masih segar di panas matahari, sulurnya menjulur di seluruh taman. (17) Akar-akarnya membelit timbunan batu, menyusup ke dalam sela-sela batu itu. (18) Tetapi bila ia dicabut dari tempatnya, maka tempatnya itu tidak mengakuinya lagi, katanya: Belum pernah aku melihat engkau!(19) Demikianlah kesukaan hidupnya, dan tumbuh-tumbuhan lain timbul dari tanah. (20)Ketahuilah, Allah tidak menolak orang yang saleh, dan Ia tidak memegang tangan orang yang berbuat jahat. (21) Ia masih akan membuat mulutmu tertawa dan bibirmu bersorak-sorak. (22)Pembencimu akan terselubung dengan malu, dan kemah orang fasik akan tidak ada lagi."

------------

Puji Tuhan ,Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga , Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,jadilah kehendak-Mu  di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami , karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan , agar kami mengampuni dahulu semua kesalahan orang kepada kami,supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan- kesalahan kami (Markus 11:25-26) ,
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih  Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini , Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu. Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus , Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan. Puji Tuhan, Haleluya, Amin.


** have a nice day **
Happy Sunday
°May God Bless you°ya
°Today and Always°
°˚˚°
Copyright - SABDA.org
http://www.sabda.org/publikas/e-r
www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
www.muktianapgumelar.net


Minggu, 16 Juni 2019