5. Jul, 2021

<< Ren.Har. Minggu, 04 Juli 2021 >>

<< Ren.Har. Minggu, 04 Juli 2021 >>

Renungan Harian (829.1)
Minggu, 04 Juli 2021

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Minggu, 04 Juli 2021 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Mencari Kemuliaan Allah
Bac. : Roma 2:1-16
Nats. : Roma 2: 7
Bac.S. : Mazmur 52-59

Bacaan Alkitab : Roma 2:1-16

Hukuman Allah atas semua orang
(1) Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. (2) Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. (3) Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? (4) Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? (5) Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. (6) Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, (7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, (8) tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. (9) Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, (10) tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. (11) Sebab Allah tidak memandang bulu. (12) Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. (13) Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. (14) Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. (15) Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. (16) Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

Ayat Nats. : Roma 2: 7
(7) yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,

Bacaa Alkitab Setahun : Mazmur 52-59
Mazmur 52
Hukuman terhadap orang fasik
(1) Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud, (52-2) ketika Doeg, orang Edom itu, datang memberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh.
(52-3) Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan,
terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?

(2) (52-4) Engkau merancangkan penghancuran,
lidahmu seperti pisau cukur yang diasah,
hai engkau, penipu!

(3) (52-5) Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik,
dan dusta lebih dari pada perkataan yang benar. Sela

(4) (52-6) Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan,
hai lidah penipu!

(5) (52-7) Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya,
Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. Sela

(6) (52-8) Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut,
dan mereka akan menertawakannya:

(7) (52-9) "Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya,
yang percaya akan kekayaannya yang melimpah,
dan berlindung pada tindakan penghancurannya!"

(8) (52-10) Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau
di dalam rumah Allah;
aku percaya akan kasih setia Allah
untuk seterusnya dan selamanya.

(9) (52-11) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya,
sebab Engkaulah yang bertindak;
karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya
di depan orang-orang yang Kaukasihi!

Mazmur 53
Kebobrokan manusia
(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mahalat. Nyanyian pengajaran Daud.
(53-2) Orang bebal berkata dalam hatinya:
"Tidak ada Allah!"
Busuk dan jijik kecurangan mereka,
tidak ada yang berbuat baik.

(2) (53-3) Allah memandang ke bawah dari sorga
kepada anak-anak manusia,
untuk melihat apakah ada yang berakal budi
dan yang mencari Allah.

(3) (53-4) Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat;
tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.

(4) (53-5) Tidak sadarkah orang-orang yang melakukan kejahatan,
yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti,
dan yang tidak berseru kepada Allah?

(5) (53-6) Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar,
padahal tidak ada yang mengejutkan;
sebab Allah menghamburkan tulang-tulang para pengepungmu;
mereka akan dipermalukan,
sebab Allah telah menolak mereka.

(6) (53-7) Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel!
Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya,
maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.

Mazmur 54
Doa dalam menghadapi musuh
(1) Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud, (54-2) ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: "Daud bersembunyi kepada kami."
(54-3) Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu,
berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!

(2) (54-4) Ya Allah, dengarkanlah doaku,
berilah telinga kepada ucapan mulutku!

(3) (54-5) Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku,
orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku;
mereka tidak mempedulikan Allah. Sela

(4) (54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku;
Tuhanlah yang menopang aku.

(5) (54-7) Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku;
binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!

(6) (54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu,
bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.

(7) (54-9) Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan,
dan mataku memandangi musuhku.

Mazmur 55
Doa minta tolong terhadap musuh
(1) Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud.
(55-2) Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku,
janganlah bersembunyi terhadap permohonanku!

(2) (55-3) Perhatikanlah aku dan jawablah aku!
Aku mengembara dan menangis karena cemas,

(3) (55-4) karena teriakan musuh,
karena aniaya orang fasik;
sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku,
dan dengan geramnya mereka memusuhi aku.

(4) (55-5) Hatiku gelisah,
kengerian maut telah menimpa aku.

(5) (55-6) Aku dirundung takut dan gentar,
perasaan seram meliputi aku.

(6) (55-7) Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati,
aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,

(7) (55-8) bahkan aku akan lari jauh-jauh
dan bermalam di padang gurun. Sela

(8) (55-9) Aku akan segera mencari tempat perlindungan
terhadap angin ribut dan badai."

(9) (55-10) Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan,
sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota!

(10) (55-11) Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya,
dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana;

(11) (55-12) penghancuran ada di tengah-tengahnya,
di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu.

(12) (55-13) Kalau musuhku yang mencela aku,
aku masih dapat menanggungnya;
kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku,
aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.

(13) (55-14) Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku,
temanku dan orang kepercayaanku:

(14) (55-15) kami yang bersama-sama bergaul dengan baik,
dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.

(15) (55-16) Biarlah maut menyergap mereka,
biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati!
Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.

(16) (55-17) Tetapi aku berseru kepada Allah,
dan TUHAN akan menyelamatkan aku.

(17) (55-18) --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis;
dan Ia mendengar suaraku.

(18) (55-19) Ia membebaskan aku dengan aman
dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku.

(19) (55-20) Allah akan mendengar dan merendahkan mereka,
--Dia yang bersemayam sejak purbakala. Sela
Karena mereka tidak berubah
dan mereka tidak takut akan Allah.

(20) (55-21) Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia,
janjinya dilanggarnya;

(21) (55-22) mulutnya lebih licin dari mentega,
tetapi ia berniat menyerang;
perkataannya lebih lembut dari minyak,
tetapi semuanya adalah pedang terhunus.

(22) (55-23) Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN,
maka Ia akan memelihara engkau!
Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya
orang benar itu goyah.

(23) (55-24) Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka
ke lubang sumur yang dalam;
orang penumpah darah dan penipu
tidak akan mencapai setengah umurnya.
Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.

Mazmur 56
Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat.
(56-2) Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku,
sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!

(2) (56-3) Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari,
bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.

(3) (56-4) Waktu aku takut,
aku ini percaya kepada-Mu;

(4) (56-5) kepada Allah, yang firman-Nya kupuji,
kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

(5) (56-6) Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku;
mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku.

(6) (56-7) Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku,
seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.

(7) (56-8) Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka?
Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah!

(8) (56-9) Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung,
air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu.
Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?

(9) (56-10) Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru;
aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.

(10) (56-11) Kepada Allah, firman-Nya kupuji,
kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,

(11) (56-12) kepada Allah aku percaya, aku tidak takut.
Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?

(12) (56-13) Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan,
dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.

(13) (56-14) Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut,
bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung;
maka aku boleh berjalan di hadapan Allah
dalam cahaya kehidupan.

Mazmur 57
Diburu musuh, tetapi ditolong Allah
(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam Dari Daud, ketika ia lari dari pada Saul, ke dalam gua.
(57-2) Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,
sebab kepada-Mulah jiwaku berlindung;
dalam naungan sayap-Mu aku akan berlindung,
sampai berlalu penghancuran itu.

(2) (57-3) Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi,
kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.

(3) (57-4) Kiranya Ia mengirim utusan dari sorga dan menyelamatkan aku,
mencela orang-orang yang menginjak-injak aku. Sela Kiranya Allah mengirim kasih setia dan kebenaran-Nya.

(4) (57-5) Aku terbaring di tengah-tengah singa
yang suka menerkam anak-anak manusia,
yang giginya laksana tombak dan panah,
dan lidahnya laksana pedang tajam.

(5) (57-6) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah!
Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

(6) (57-7) Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku,
ditundukkannya jiwaku,
mereka menggali lobang di depanku,
tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya. Sela

(7) (57-8) Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap;
aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.

(8) (57-9) Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi,
aku mau membangunkan fajar!

(9) (57-10) Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan,
aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;

(10) (57-11) sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit,
dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

(11) (57-12) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah!
Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

Mazmur 58
Terhadap pembesar yang lalim
(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud.
(58-2) Sungguhkah kamu memberi keputusan yang adil, hai para penguasa?
Apakah kamu hakimi anak-anak manusia dengan jujur?

(2) (58-3) Malah sesuai dengan niatmu kamu melakukan kejahatan,
tanganmu, menjalankan kekerasan di bumi.

(3) (58-4) Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang,
sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.

(4) (58-5) Bisa mereka serupa bisa ular,
mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya,

(5) (58-6) yang tidak mendengarkan suara tukang-tukang serapah
atau suara pembaca mantera yang pandai.

(6) (58-7) Ya Allah, hancurkanlah gigi mereka dalam mulutnya,
patahkanlah gigi geligi singa-singa muda, ya TUHAN!

(7) (58-8) Biarlah mereka hilang seperti air yang mengalir lenyap!
Biarlah mereka menjadi layu seperti rumput di jalan!

(8) (58-9) Biarlah mereka seperti siput yang menjadi lendir,
seperti guguran perempuan yang tidak melihat matahari.

(9) (58-10) Sebelum periuk-periukmu merasakan api semak duri,
telah dilanda-Nya baik yang hidup segar maupun yang hangus.

(10) (58-11) Orang benar itu akan bersukacita, sebab ia memandang pembalasan,
ia akan membasuh kakinya dalam darah orang fasik.

(11) (58-12) Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar,
sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi."

Mazmur 59
Minta pertolongan melawan musuh
(1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud, ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumahnya untuk membunuh dia.
(59-2) Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku;
bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.

(2) (59-3) Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan
dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah.

(3) (59-4) Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku;
orang-orang perkasa menyerbu aku,
padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya TUHAN,

(4) (59-5) aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap.
Marilah mendapatkan aku, dan lihatlah!

(5) (59-6) Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel.
Bangunlah untuk menghukum segala bangsa;
janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat! Sela

(6) (59-7) Pada waktu senja mereka datang kembali,
mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.

(7) (59-8) Sesungguhnya, mereka menyindir dengan mulutnya;
cemooh ada di bibir mereka, sebab--siapakah yang mendengarnya?

(8) (59-9) Tetapi Engkau, TUHAN, menertawakan mereka,
Engkau mengolok-olok segala bangsa.
(59-10) Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu,
(9) sebab Allah adalah kota bentengku.

(10) (59-11) Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku;
Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.

(11) (59-12) Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa,
halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu,
dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami!

(12) (59-13) Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya,
biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya.
Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,

(13) (59-14) habisilah mereka dalam geram, habisilah,
sehingga mereka tidak ada lagi,
supaya mereka sadar bahwa Allah memerintah di antara keturunan Yakub,
sampai ke ujung bumi. Sela

(14) (59-15) Pada waktu senja mereka datang kembali,
mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.

(15) (59-16) Mereka mengembara mencari makan;
apabila mereka tidak kenyang, maka mereka mengaum.

(16) (59-17) Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu,
pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu;
sebab Engkau telah menjadi kota bentengku,
tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.

(17) (59-18) Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur;
sebab Allah adalah kota bentengku,
Allahku dengan kasih setia-Nya.
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 07/Edisi 2021 | edisi berikut

Minggu, 4 Juli 2021

Bacaan   : ROMA 2:1-16
Setahun : Mazmur 52-59
Nas       : Yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan. (Roma 2:7)

Mencari Kemuliaan Allah
Dihormati, dihargai, disanjung dan selalu diprioritaskan merupakan sukacita tersendiri bagi sebagian orang. Karena itu tak jarang orang berusaha keras menjadi orang yang terhormat. Melakukan berbagai upaya demi menyenangkan banyak orang agar kehadirannya selalu diterima, dipuji-puji dan dinomorsatukan. Mereka sebut hal-hal itu sebagai kemuliaan yang layak dicari.
Dalam bacaan kita hari ini, mencari kemuliaan menjadi salah satu poin yang dapat menjadikan seseorang beroleh hidup kekal. Kemuliaan yang dimaksudkan tentu kemuliaan dan kehormatan karena diterima dalam ketidakbinasaan bersama Allah, sekarang dan selamanya. Mencari kemuliaan yang dikehendaki Tuhan atas diri kita adalah mencari kerajaan Allah serta mengarahkan keinginan dan tujuan kepada perkara surgawi. Setia kepada Kristus dengan menyerahkan diri kepada-Nya. Tekun berbuat baik oleh kekuatan kasih karunia Kristus.
Dengan demikian setiap orang percaya semestinya berjuang untuk mencapai "kemuliaan" yang benar. Bukan kemuliaan yang menjunjung tinggi kenikmatan duniawi dan hanya berguna bagi kepuasan diri sendiri, melainkan kemuliaan yang berpusat pada Allah: kemuliaan bagi Allah. Mencari kemuliaan harus dilakukan dengan menjaga kesucian yang sudah dianugerahkan Allah, hidup berkenan kepada-Nya dan memfokuskan diri pada hal-hal yang bernilai kekal. Tujuannya? Tentu saja bukan untuk mencari keselamatan, apalagi sekadar mengharap pujian. Melainkan sebagai tanda bahwa kita sudah berada dalam kebenaran dan telah dimerdekakan dari dosa. --EBL/www.renunganharian.net

MENCARI KEMULIAAN ALLAH ADALAH TANDA SESEORANG TELAH BERADA
DALAM KEBENARAN DAN DIMERDEKAKAN DARI DOSA.
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Sunday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net


Minggu, 04 Juli 2021

4. Jul, 2021

<< Ren.Har. Kamis, 24 Juni 2021 >>

<< Ren.Har. Kamis, 24 Juni 2021 >>

Renungan Harian (825.3)
Kamis, 24 Juni 2021

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Kamis, 24 Juni 2021 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Tak Berhenti Percaya
Bac. : 1 Samuel 30:1-6
Nats. : 1 Samuel 30: 6
Bac.S. : Ayub 38-40

Bacaan Alkitab : 1 Samuel 30:1-6
Ziklag terbakar - Pembalasan Daud kepada orang Amalek
(1) Ketika Daud serta orang-orangnya sampai ke Ziklag pada hari yang ketiga, orang Amalek telah menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag; Ziklag telah dikalahkan oleh mereka dan dibakar habis. (2) Perempuan-perempuan dan semua orang yang ada di sana, tua dan muda, telah ditawan mereka, dengan tidak membunuh seorangpun; mereka menggiring sekaliannya, kemudian meneruskan perjalanannya. (3) Ketika Daud dan orang-orangnya sampai ke kota itu, tampaklah kota itu terbakar habis, dan isteri mereka serta anak mereka yang laki-laki dan perempuan telah ditawan. (4) Lalu menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis. (5) Juga kedua isteri Daud ditawan, yakni Ahinoam, perempuan Yizreel, dan Abigail, bekas isteri Nabal, orang Karmel itu. (6) Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Ayat Nats. : 1 Samuel 30: 6
(6) Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.

Bacaa Alkitab Setahun : Ayub 38-40
Ayub 38
Kekuasaan TUHAN di alam semesta
(1) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: (2) "Siapakah dia yang menggelapkan keputusan dengan perkataan-perkataan yang tidak berpengetahuan? (3) Bersiaplah engkau sebagai laki-laki! Aku akan menanyai engkau, supaya engkau memberitahu Aku. (4) Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian! (5) Siapakah yang telah menetapkan ukurannya? Bukankah engkau mengetahuinya? Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya? (6) Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya (7) pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai? (8) Siapa telah membendung laut dengan pintu, ketika membual ke luar dari dalam rahim? (9) ketika Aku membuat awan menjadi pakaiannya dan kekelaman menjadi kain bedungnya; (10) ketika Aku menetapkan batasnya, dan memasang palang dan pintu; (11) ketika Aku berfirman: Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat, di sinilah gelombang-gelombangmu yang congkak akan dihentikan! (12) Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya (13) untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya? (14) Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan, segala sesuatu berwarna seperti kain. (15) Orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengan yang diacungkan. (16) Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya? (17) Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat? (18) Apakah engkau mengerti luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu. (19) Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan, (20) sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya, dan mengetahui jalan-jalan ke rumahnya? (21) Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak! (22) Apakah engkau telah masuk sampai ke perbendaharaan salju, atau melihat perbendaharaan hujan batu, (23) yang Kusimpan untuk masa kesesakan, untuk waktu pertempuran dan peperangan? (24) Di manakah jalan ke tempat terang berpencar, ke tempat angin timur bertebar ke atas bumi? (25) Siapakah yang menggali saluran bagi hujan deras dan jalan bagi kilat guruh, (26) untuk memberi hujan ke atas tanah di mana tidak ada orang, ke atas padang tandus yang tidak didiami manusia; (27) untuk mengenyangkan gurun dan belantara, dan menumbuhkan pucuk-pucuk rumput muda? (28) Apakah hujan itu berayah? Atau siapakah yang menyebabkan lahirnya titik air embun? (29) Dari dalam kandungan siapakah keluar air beku, dan embun beku di langit, siapakah yang melahirkannya? (30) Air membeku seperti batu, dan permukaan samudera raya mengeras. (31) Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? (32) Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? (33) Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit? atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi? (34) Dapatkah engkau menyaringkan suaramu sampai ke awan-awan, sehingga banjir meliputi engkau? (35) Dapatkah engkau melepaskan kilat, sehingga sabung-menyabung, sambil berkata kepadamu: Ya? (36) Siapa menaruh hikmat dalam awan-awan atau siapa memberikan pengertian kepada gumpalan mendung? (37) Siapa dapat menghitung awan dengan hikmat, dan siapa dapat mencurahkan tempayan-tempayan langit, (38) ketika debu membeku menjadi logam tuangan, dan gumpalan tanah berlekat-lekatan? (39) (38-1) Dapatkah engkau memburu mangsa untuk singa betina, dan memuaskan selera singa-singa muda, (40) (38-2) kalau mereka merangkak di dalam sarangnya, mengendap di bawah semak belukar? (41) (38-3) Siapakah yang menyediakan mangsa bagi burung gagak, apabila anak-anaknya berkaok-kaok kepada Allah, berkeliaran karena tidak ada makanan?

Ayub 39
(1) (39-4) Apakah engkau mengetahui waktunya kambing gunung beranak, atau mengamat-amati rusa waktu sakit beranak? (2) (39-5) Dapatkah engkau menghitung berapa lamanya sampai genap bulannya, dan mengetahui waktunya beranak? (3) (39-6) Dengan membungkukkan diri mereka melahirkan anak-anaknya, dan mengeluarkan isi kandungannya. (4) (39-7) Anak-anaknya menjadi kuat dan besar di padang, mereka pergi dan tidak kembali lagi kepada induknya. (5) (39-8) Siapakah yang mengumbar keledai liar, atau siapakah yang membuka tali tambatan keledai jalang? (6) (39-9) Kepadanya telah Kuberikan tanah dataran sebagai tempat kediamannya dan padang masin sebagai tempat tinggalnya. (7) (39-10) Ia menertawakan keramaian kota, tidak mendengarkan teriak si penggiring; (8) (39-11) ia menjelajah gunung-gunung padang rumputnya, dan mencari apa saja yang hijau. (9) (39-12) Apakah lembu hutan mau takluk kepadamu, atau bermalam dekat palunganmu? (10) (39-13) Dapatkah engkau memaksa lembu hutan mengikuti alur bajak dengan keluan, atau apakah ia akan menyisir tanah lembah mengikuti engkau? (11) (39-14) Percayakah engkau kepadanya, karena kekuatannya sangat besar? Atau kauserahkankah kepadanya pekerjaanmu yang berat? (12) (39-15) Apakah engkau menaruh kepercayaan kepadanya, bahwa ia akan membawa pulang hasil tanahmu, dan mengumpulkannya di tempat pengirikanmu? (13) (39-16) Dengan riang sayap burung unta berkepak-kepak, tetapi apakah kepak dan bulu itu menaruh kasih sayang? (14) (39-17) Sebab telurnya ditinggalkannya di tanah, dan dibiarkannya menjadi panas di dalam pasir, (15) (39-18) tetapi lupa, bahwa telur itu dapat terpijak kaki, dan diinjak-injak oleh binatang-binatang liar. (16) (39-19) Ia memperlakukan anak-anaknya dengan keras seolah-olah bukan anaknya sendiri; ia tidak peduli, kalau jerih payahnya sia-sia, (17) (39-20) karena Allah tidak memberikannya hikmat, dan tidak membagikan pengertian kepadanya. (18) (39-21) Apabila ia dengan megah mengepakkan sayapnya, maka ia menertawakan kuda dan penunggangnya. (19) (39-22) Engkaukah yang memberi tenaga kepada kuda? Engkaukah yang mengenakan surai pada tengkuknya? (20) (39-23) Engkaukah yang membuat dia melompat seperti belalang? Ringkiknya yang dahsyat mengerikan. (21) (39-24) Ia menggaruk tanah lembah dengan gembira, dengan kekuatan ia maju menghadapi senjata. (22) (39-25) Kedahsyatan ditertawakannya, ia tidak pernah kecut hati, dan ia pantang mundur menghadapi pedang. (23) (39-26) Di atas dia tabung panah gemerencing, tombak dan lembing gemerlapan; (24) (39-27) dengan garang dan galak dilulurnya tanah, dan ia meronta-ronta kalau kedengaran bunyi sangkakala; (25) (39-28) ia meringkik setiap kali sangkakala ditiup; dan dari jauh sudah diciumnya perang, gertak para panglima dan pekik. (26) (39-29) Oleh pengertianmukah burung elang terbang, mengembangkan sayapnya menuju ke selatan? (27) (39-30) Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi? (28) (39-31) Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan di gunung yang sulit didatangi. (29) (39-32) Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati; (30) (39-33) anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

Ayub 40
TUHAN menantang Ayub
(1) (39-34) Maka jawab TUHAN kepada Ayub: (2) (39-35) "Apakah si pengecam hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa? Hendaklah yang mencela Allah menjawab!" (3) (39-36) Maka jawab Ayub kepada TUHAN: (4) (39-37) "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan. (5) (39-38) Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan." (6) (40-1) Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub: (7) (40-2) "Bersiaplah engkau sebagai laki-laki; Aku akan menanyai engkau, dan engkau memberitahu Aku. (8) (40-3) Apakah engkau hendak meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan dirimu? (9) (40-4) Apakah lenganmu seperti lengan Allah, dan dapatkah engkau mengguntur seperti Dia?
Lukisan tentang kuda Nil
(10) (40-5) Hiasilah dirimu dengan kemegahan dan keluhuran, kenakanlah keagungan dan semarak! (11) (40-6) Luapkanlah marahmu yang bergelora; amat-amatilah setiap orang yang congkak dan rendahkanlah dia! (12) (40-7) Amat-amatilah setiap orang yang congkak, tundukkanlah dia, dan hancurkanlah orang-orang fasik di tempatnya! (13) (40-8) Pendamlah mereka bersama-sama dalam debu, kurunglah mereka di tempat yang tersembunyi. (14) (40-9) Maka Akupun akan memuji engkau, karena tangan kananmu memberi engkau kemenangan." (15) (40-10) "Perhatikanlah kuda Nil, yang telah Kubuat seperti juga engkau. Ia makan rumput seperti lembu. (16) (40-11) Perhatikanlah tenaga di pinggangnya, kekuatan pada urat-urat perutnya! (17) (40-12) Ia meregangkan ekornya seperti pohon aras, otot-otot pahanya berjalin-jalinan. (18) (40-13) Tulang-tulangnya seperti pembuluh tembaga, kerangkanya seperti batang besi. (19) (40-14) Dia yang pertama dibuat Allah, makhluk yang diberi-Nya bersenjatakan pedang;
Lukisan tentang buaya
(20) (40-15) ya, bukit-bukit mengeluarkan hasil baginya, di mana binatang-binatang liar bermain-main. (21) (40-16) Di bawah tumbuhan teratai ia menderum, tersembunyi dalam gelagah dan paya. (22) (40-17) Tumbuhan-tumbuhan teratai menaungi dia dengan bayang-bayangnya, pohon-pohon gandarusa mengelilinginya. (23) (40-18) Sesungguhnya, biarpun sungai sangat kuat arusnya, ia tidak gentar; ia tetap tenang, biarpun sungai Yordan meluap melanda mulutnya. (24) (40-19) Dapatkah orang menangkap dia dari muka, mencocok hidungnya dengan keluan?"
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2021 | edisi berikut

Kamis, 24 Juni 2021

Bacaan   : 1 SAMUEL 30:1-6
Setahun : Ayub 38-40
Nas       : Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya. (1 Samuel 30:6)

Tak Berhenti Percaya
Seorang ibu bercerita, "Anak kami lahir autis, suami tidak bisa menerima. Ia menyalahkan saya. Katanya, saya tidak bisa menjaga diri selama masa kehamilan. Sejak itu sikapnya berubah, kata-katanya pedas dan menyakitkan, bahkan tidak jarang main pukul. Lebih-lebih ketika ia terkena PHK. Ia menganggap saya ini biang kesialan hidupnya. Saya benar-benar habis akal. Mengurus anak yang autis, menghadapi suami yang "gila", belum lagi harus mencari nafkah. Kalau bukan karena cinta Tuhan, saya sudah nekat ambil jalan pintas."
Daud merasakan betul pengalaman seperti itu. Ketika ia dan tentaranya kembali dari perjalanan ke beberapa daerah, mereka mendapati rumah dan harta benda mereka habis dibumihanguskan orang-orang Amalek. Keluarga mereka dijadikan tawanan. Mereka begitu pedih dengan kenyataan itu. Dari pedih, rakyat banyak itu berubah menjadi marah kepada Daud. Hampir saja terjadi pertumpahan darah di antara mereka sendiri. Apa yang harus dilakukan Daud saat itu menghadapi berbagai musibah yang terjadi? Di saat itu Daud memilih untuk menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.
Ya, terkadang dalam menjalani hidup, tidak jarang kita mengalami situasi buruk yang tiba-tiba saja menerpa. Belajar dari pengalaman Daud untuk tidak berhenti berharap dan semakin menguatkan kepercayaan kepada Tuhan! Daud telah membuat pilihan yang tepat sehingga Tuhan pun menolongnya dan memulihkan keadaannya! Demikianlah Tuhan akan menyatakan pembelaan dan memulihkan keluarga kita saat kita menguatkan kepercayaan kita kepada-Nya. --SYS/www.renunganharian.net

KETIKA BADAI MASALAH SILIH BERGANTI MENERPA, LETAKKANLAH SAUH PENGHARAPAN
KEPADA TUHAN YANG AKAN SELALU MENGUATKAN HIDUP KITA.
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Thursday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net


Kamis, 24 Juni 2021

24. Jun, 2021

<< Ren.Har. Senin, 21 Juni 2021 >>

<< Ren.Har. Senin, 21 Juni 2021 >>

Renungan Harian (824.3)
Senin, 21 Juni 2021

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Senin, 21 Juni 2021 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Ora et Labora
Bac. : Nehemia 2:1-10
Nats. : Nehemia 2: 4
Bac.S. : Ayub 25-29

Bacaan Alkitab : Nehemia 2:1-10
Nehemia diutus ke Yerusalem
(1) Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja, (2) bertanyalah ia kepadaku: "Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati." Lalu aku menjadi sangat takut. (3) Jawabku kepada raja: "Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?" (4) Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit, (5) kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali." (6) Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya. (7) Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. (8) Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku. (9) Maka datanglah aku kepada bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat dan menyerahkan kepada mereka surat-surat raja. Dan raja menyuruh panglima-panglima perang dan orang-orang berkuda menyertai aku. (10) Ketika Sanbalat, orang Horon, dan Tobia, orang Amon, pelayan itu, mendengar hal itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel.

Ayat Nats. Nehemia 2: 4
(4) Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit,

Bacaa Alkitab Setahun : Ayub 25-29
Ayub 25
Pendapat Bildad, bahwa tidak seorangpun benar di hadapan Allah
(1) Maka Bildad, orang Suah, menjawab: (2) "Kekuasaan dan kedahsyatan ada pada Dia, yang menyelenggarakan damai di tempat-Nya yang tinggi. (3) Dapatkah dihitung pasukan-Nya? Dan siapakah yang tidak disinari terang-Nya? (4) Bagaimana manusia benar di hadapan Allah, dan bagaimana orang yang dilahirkan perempuan itu bersih? (5) Sesungguhnya, bahkan bulanpun tidak terang dan bintang-bintangpun tidak cerah di mata-Nya. (6) Lebih-lebih lagi manusia, yang adalah berenga, anak manusia, yang adalah ulat!"

Ayub 26
Jawab Ayub: Siapa dapat mengerti kebesaran Allah?
(1) Tetapi Ayub menjawab: (2) "Alangkah baiknya bantuanmu kepada yang tidak kuat, dan pertolonganmu kepada lengan yang tidak berdaya! (3) Alangkah baiknya nasihatmu kepada orang yang tidak mempunyai hikmat, dan pengertian yang kauajarkan dengan limpahnya! (4) Atas anjuran siapakah engkau mengucapkan perkataan-perkataan itu, dan gagasan siapakah yang kaunyatakan? (5) Roh-roh di bawah menggeletar, demikian juga air dan penghuninya. (6) Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaanpun tidak ada tutupnya. (7) Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan. (8) Ia membungkus air di dalam awan-Nya, namun awan itu tidak robek. (9) Ia menutupi pemandangan takhta-Nya, melingkupinya dengan awan-Nya. (10) Ia telah menarik garis pada permukaan air, sampai ujung perbatasan antara terang dan gelap; (11) tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh hardik-Nya. (12) Ia telah meneduhkan laut dengan kuasa-Nya dan meremukkan Rahab dengan kebijaksanaan-Nya. (13) Oleh nafas-Nya langit menjadi cerah, tangan-Nya menembus ular yang tangkas. (14) Sesungguhnya, semuanya itu hanya ujung-ujung jalan-Nya; betapa lembutnya bisikan yang kita dengar dari pada-Nya! Siapa dapat memahami guntur kuasa-Nya?"

Ayub 27
Tidak ada harapan bagi orang fasik
(1) Maka Ayub melanjutkan uraiannya: (2) "Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa, yang memedihkan hatiku, (3) selama nafasku masih ada padaku, dan roh Allah masih di dalam lubang hidungku, (4) maka bibirku sungguh-sungguh tidak akan mengucapkan kecurangan, dan lidahku tidak akan melahirkan tipu daya. (5) Aku sama sekali tidak membenarkan kamu! Sampai binasa aku tetap mempertahankan bahwa aku tidak bersalah. (6) Kebenaranku kupegang teguh dan tidak kulepaskan; hatiku tidak mencela seharipun dari pada umurku. (7) Biarlah musuhku mengalami seperti orang fasik, dan orang yang melawan aku seperti orang yang curang. (8) Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya? (9) Apakah Allah akan mendengar teriaknya, jika kesesakan menimpa dia? (10) Dapatkah ia bersenang-senang karena Yang Mahakuasa dan berseru kepada Allah setiap waktu? (11) Aku akan mengajari kamu tentang tangan Allah, apa yang dimaksudkan oleh Yang Mahakuasa tidak akan kusembunyikan. (12) Sesungguhnya, kamu sekalian telah melihatnya sendiri; mengapa kamu berpikir yang tidak-tidak? (13) Inilah bagian orang fasik yang ditentukan Allah, dan milik pusaka orang-orang lalim yang mereka terima dari Yang Mahakuasa: (14) kalau anak-anaknya bertambah banyak mereka menjadi makanan pedang, dan anak cucunya tidak mendapat cukup makan; (15) siapa yang luput dari padanya, akan turun ke kubur karena wabah, dengan tidak ditangisi oleh janda mereka. (16) Jikalau ia menimbun uang seperti debu banyaknya, dan menumpuk pakaian seperti tanah liat, (17) sekalipun ia yang menumpuknya, namun orang benar yang akan memakainya, dan orang yang tidak bersalah yang akan membagi-bagi uang itu. (18) Ia mendirikan rumahnya seperti sarang laba-laba, seperti gubuk yang dibuat penjaga. (19) Sebagai orang kaya ia membaringkan diri, tetapi tidak dapat ia mengulanginya: ketika ia membuka matanya, maka tidak ada lagi semuanya itu. (20) Kedahsyatan mengejar dia seperti air bah, pada malam hari ia diterbangkan badai; (21) angin timur mengangkatnya, lalu lenyaplah ia; ia dilemparkannya dari tempatnya. (22) Dengan tak kenal belas kasihan Allah melempari dia, dengan cepat ia harus melepaskan diri dari kuasa-Nya. (23) Oleh karena dia orang bertepuk tangan, dan bersuit-suit karena dia dari tempat kediamannya."

Ayub 28
Manusia tidak dapat menemukan hikmat
(1) "Memang ada tempat orang menambang perak dan tempat orang melimbang emas; (2) besi digali dari dalam tanah, dan dari batu dilelehkan tembaga. (3) Orang menyudahi kegelapan, dan batu diselidikinya sampai sedalam-dalamnya, di dalam kekelaman dan kelam pekat. (4) Orang menggali tambang jauh dari tempat kediaman manusia, mereka dilupakan oleh orang-orang yang berjalan di atas, mereka melayang-layang jauh dari manusia. (5) Tanah yang menghasilkan pangan, dibawahnya dibongkar-bangkir seperti oleh api. (6) Batunya adalah tempat menemukan lazurit yang mengandung emas urai. (7) Jalan ke sana tidak dikenal seekor burung buaspun, dan mata elang tidak melihatnya; (8) binatang yang ganas tidak menginjakkan kakinya di sana dan singa tidak melangkah melaluinya. (9) Manusia melekatkan tangannya pada batu yang keras, ia membongkar-bangkir gunung-gunung sampai pada akar-akarnya; (10) di dalam gunung batu ia menggali terowongan, dan matanya melihat segala sesuatu yang berharga; (11) air sungai yang merembes dibendungnya, dan apa yang tersembunyi dibawanya ke tempat terang. (12) Tetapi di mana hikmat dapat diperoleh, di mana tempat akal budi? (13) Jalan ke sana tidak diketahui manusia, dan tidak didapati di negeri orang hidup. (14) Kata samudera raya: Ia tidak terdapat di dalamku, dan kata laut: Ia tidak ada padaku. (15) Untuk gantinya tidak dapat diberikan emas murni, dan harganya tidak dapat ditimbang dengan perak. (16) Ia tidak dapat dinilai dengan emas Ofir, ataupun dengan permata krisopras yang mahal atau dengan permata lazurit; (17) tidak dapat diimbangi oleh emas, atau kaca, ataupun ditukar dengan permata dari emas tua. (18) Baik gewang, baik hablur, tidak terhitung lagi; memiliki hikmat adalah lebih baik dari pada mutiara. (19) Permata krisolit Etiopia tidak dapat mengimbanginya, ia tidak dapat dinilai dengan emas murni. (20) Hikmat itu, dari manakah datangnya, atau akal budi, di manakah tempatnya? (21) Ia terlindung dari mata segala yang hidup, bahkan tersembunyi bagi burung di udara. (22) Kebinasaan dan maut berkata: Hanya desas-desusnya yang sampai ke telinga kami. (23) Allah mengetahui jalan ke sana, Ia juga mengenal tempat kediamannya. (24) Karena Ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi, dan melihat segala sesuatu yang ada di kolong langit. (25) Ketika Ia menetapkan kekuatan angin, dan mengatur banyaknya air, (26) ketika Ia membuat ketetapan bagi hujan, dan jalan bagi kilat guruh, (27) ketika itulah Ia melihat hikmat, lalu memberitakannya, menetapkannya, bahkan menyelidikinya; (28) tetapi kepada manusia Ia berfirman: Sesungguhnya, takut akan Tuhan, itulah hikmat, dan menjauhi kejahatan itulah akal budi."

Ayub 29
Kemuliaan yang dahulu dan kesengsaraan yang sekarang
(1) Maka Ayub melanjutkan uraiannya: (2) "Ah, kiranya aku seperti dalam bulan-bulan yang silam, seperti pada hari-hari, ketika Allah melindungi aku, (3) ketika pelita-Nya bersinar di atas kepalaku, dan di bawah terang-Nya aku berjalan dalam gelap; (4) seperti ketika aku mengalami masa remajaku, ketika Allah bergaul karib dengan aku di dalam kemahku; (5) ketika Yang Mahakuasa masih beserta aku, dan anak-anakku ada di sekelilingku; (6) ketika langkah-langkahku bermandikan dadih, dan gunung batu mengalirkan sungai minyak di dekatku. (7) Apabila aku keluar ke pintu gerbang kota, dan menyediakan tempat dudukku di tengah-tengah lapangan, (8) maka ketika aku kelihatan, mundurlah orang-orang muda dan bangkitlah orang-orang yang sudah lanjut umurnya, lalu tinggal berdiri; (9) para pembesar berhenti bicara, dan menutup mulut mereka dengan tangan; (10) suara para pemuka membisu, dan lidah mereka melekat pada langit-langitnya; (11) apabila telinga mendengar tentang aku, maka aku disebut berbahagia; dan apabila mata melihat, maka aku dipuji. (12) Karena aku menyelamatkan orang sengsara yang berteriak minta tolong, juga anak piatu yang tidak ada penolongnya; (13) aku mendapat ucapan berkat dari orang yang nyaris binasa, dan hati seorang janda kubuat bersukaria; (14) aku berpakaian kebenaran dan keadilan menutupi aku seperti jubah dan serban; (15) aku menjadi mata bagi orang buta, dan kaki bagi orang lumpuh; (16) aku menjadi bapa bagi orang miskin, dan perkara orang yang tidak kukenal, kuselidiki. (17) Geraham orang curang kuremuk, dan merebut mangsanya dari giginya. (18) Pikirku: Bersama-sama dengan sarangku aku akan binasa, dan memperbanyak hari-hariku seperti burung feniks. (19) Akarku mencapai air, dan embun bermalam di atas ranting-rantingku. (20) Kemuliaanku selalu baru padaku, dan busurku kuat kembali di tanganku. (21) Kepadakulah orang mendengar sambil menanti, dengan diam mereka mendengarkan nasihatku. (22) Sehabis bicaraku tiada seorangpun angkat bicara lagi, dan perkataanku menetes ke atas mereka. (23) Orang menantikan aku seperti menantikan hujan, dan menadahkan mulutnya seperti menadah hujan pada akhir musim. (24) Aku tersenyum kepada mereka, ketika mereka putus asa, dan seri mukaku tidak dapat disuramkan mereka. (25) Aku menentukan jalan mereka dan duduk sebagai pemimpin; aku bersemayam seperti raja di tengah-tengah rakyat, seperti seorang yang menghibur mereka yang berkabung."
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2021 | edisi berikut

Senin, 21 Juni 2021

Bacaan   : NEHEMIA 2:1-10
Setahun : Ayub 25-29
Nas       : Lalu kata raja kepadaku: "Jadi, apa yang kauinginkan?" Maka aku berdoa kepada Allah semesta langit. (Nehemia 2:4 )

Ora et Labora
Ketika Nehemia mendengar kondisi bangsanya yang berada dalam kesukaran, ia sangat berduka (Neh. 1:4). Ia menggumulkannya dengan sungguh-sungguh di dalam doa, selama sekitar empat bulan (Neh. 1:1, 2:1). Namun ada hal menarik dalam doa Nehemia. Ia tidak hanya melakukan ritual berdoa. Namun ia mencari kehendak Allah, serta memikirkan rencana yang sangat matang tentang bagaimana ia dapat terlibat dalam perkara itu.
Maka ketika Raja Artahsasta bertanya tentang apa yang ia inginkan, Nehemia dapat memberikan jawaban yang sangat konkret: apa yang akan ia lakukan (ay. 5), berapa lama jangka waktu yang diperlukannya (ay. 6), serta bagaimana ia akan melakukannya (ay. 7-8). Perencanaan yang sangat saksama itu memuaskan sang raja, sehingga ia mengabulkan permintaan Nehemia. Namun di balik itu semua, Nehemia mengakui bahwa itu adalah berkat kemurahan Tuhan (ay. 8). Ia melihatnya sebagai jawaban doanya.
Ini adalah contoh sempurna tentang ora et labora, berdoa dan bekerja. Berdoa tidak menjadi alasan bagi kita untuk lepas tangan. Justru dalam doa itulah kita belajar memahami kehendak Allah, serta menggumuli bagaimana kita dapat menjadi bagian dari jawaban doa itu. Doa bukanlah pengganti perencanaan yang matang, pemikiran yang jernih, dan pengaturan strategi yang cermat. Saat kita berdoa, kita sedang mengizinkan Allah bekerja dalam hidup kita: mengoreksi, menuntun, mengarahkan, dan memampukan kita melakukan kehendak-Nya. --HT/www.renunganharian.net

BERDOA BUKAN BERARTI LEPAS TANGAN DAN TIDAK MELAKUKAN APA-APA,
NAMUN MENGARAHKAN KITA MELANGKAH DAN BERKARYA SETURUT KEHENDAK ALLAH.

( Neh. 1:4 ) Nehemia 1:4
(4) Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari. Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,

( Neh. 1:1 ; 2:1 ) Nehemia 1:1 ; Nehemia 2:1
Nehemia 1:1 ;
(1) Riwayat Nehemia bin Hakhalya. Pada bulan Kislew tahun kedua puluh, ketika aku ada di puri Susan,

Nehemia 2:1
(1) Pada bulan Nisan tahun kedua puluh pemerintahan raja Artahsasta, ketika menjadi tugasku untuk menyediakan anggur, aku mengangkat anggur dan menyampaikannya kepada raja. Karena aku kelihatan sedih, yang memang belum pernah terjadi di hadapan raja,

( ay. 5 ) Nehemia 2 : 5
(5) kemudian jawabku kepada raja: "Jika raja menganggap baik dan berkenan kepada hambamu ini, utuslah aku ke Yehuda, ke kota pekuburan nenek moyangku, supaya aku membangunnya kembali."

( ay. 6 ) Nehemia 2 : 6
(6) Lalu bertanyalah raja kepadaku, sedang permaisuri duduk di sampingnya: "Berapa lama engkau dalam perjalanan, dan bilakah engkau kembali?" Dan raja berkenan mengutus aku, sesudah aku menyebut suatu jangka waktu kepadanya.

( ay. 7-8 ) Nehemia 2 : 7-8
(7) Berkatalah aku kepada raja: "Jika raja menganggap baik, berikanlah aku surat-surat bagi bupati-bupati di daerah seberang sungai Efrat, supaya mereka memperbolehkan aku lalu sampai aku tiba di Yehuda. (8) Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.

( ay. 8 ) Nehemia 2 : 8
(8) Pula sepucuk surat bagi Asaf, pengawas taman raja, supaya dia memberikan aku kayu untuk memasang balok-balok pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota dan untuk rumah yang akan kudiami." Dan raja mengabulkan permintaanku itu, karena tangan Allahku yang murah melindungi aku.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Monday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net


Senin, 21 Juni 2021

21. Jun, 2021

<< Ren.Har. Minggu,20 Juni 2021 >>

<< Ren.Har. Minggu,20 Juni 2021 >>

Renungan Harian (824.2)
Minggu,20 Juni 2021

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Minggu,20 Juni 2021 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Tegas dan Menghargai
Bac. : Efesus 6:1-9
Nats. : Efesus 6: 4
Bac.S. : Ayub 21-24

Bacaan Alkitab : Efesus 6:1-9
Taat dan kasih
(1) Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. (2) Hormatilah ayahmu dan ibumu ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: (3) supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. (4) Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (5) Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, (6) jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, (7) dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. (8) Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. (9) Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka.

Ayat Nats. : Efesus 6: 4
(4) Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.

Bacaa Alkitab Setahun : Ayub 21-24
Ayub 21
Pendapat Ayub, bahwa kemujuran orang fasik kelihatannya tahan lama
(1) Tetapi Ayub menjawab: (2) "Dengarkanlah baik-baik perkataanku dan biarlah itu menjadi penghiburanmu. (3) Bersabarlah dengan aku, aku akan berbicara; sehabis bicaraku bolehlah kamu mengejek. (4) Kepada manusiakah keluhanku tertuju? Mengapa aku tidak boleh kesal hati? (5) Berpalinglah kepadaku, maka kamu akan tercengang, dan menutup mulutmu dengan tangan! (6) Kalau aku memikirkannya, aku menjadi takut, dan gemetarlah tubuhku. (7) Mengapa orang fasik tetap hidup, menjadi tua, bahkan menjadi bertambah-tambah kuat? (8) Keturunan mereka tetap bersama mereka, dan anak cucu diperhatikan mereka. (9) Rumah-rumah mereka aman, tak ada ketakutan, pentung Allah tidak menimpa mereka. (10) Lembu jantan mereka memacek dan tidak gagal, lembu betina mereka beranak dan tidak keguguran. (11) Kanak-kanak mereka dibiarkan keluar seperti kambing domba, anak-anak mereka melompat-lompat. (12) Mereka bernyanyi-nyanyi dengan iringan rebana dan kecapi, dan bersukaria menurut lagu seruling. (13) Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kemujuran, dan dengan tenang mereka turun ke dalam dunia orang mati. (14) Tetapi kata mereka kepada Allah: Pergilah dari kami! Kami tidak suka mengetahui jalan-jalan-Mu. (15) Yang Mahakuasa itu apa, sehingga kami harus beribadah kepada-Nya, dan apa manfaatnya bagi kami, kalau kami memohon kepada-Nya? (16) Memang, kemujuran mereka tidak terletak dalam kuasa mereka sendiri! Rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku. (17) Betapa sering pelita orang fasik dipadamkan, kebinasaan menimpa mereka, dan kesakitan dibagikan Allah kepada mereka dalam murka-Nya! (18) Mereka menjadi seperti jerami di depan angin, seperti sekam yang diterbangkan badai. (19) Bencana untuk dia disimpan Allah bagi anak-anaknya. Sebaiknya, orang itu sendiri diganjar Allah, supaya sadar; (20) sebaiknya matanya sendiri melihat kebinasaannya, dan ia sendiri minum dari murka Yang Mahakuasa! (21) Karena peduli apa ia dengan keluarganya sesudah ia mati, bila telah habis jumlah bulannya? (22) Masakan kepada Allah diajarkan orang pengetahuan, kepada Dia yang mengadili mereka yang di tempat tinggi? (23) Yang seorang mati dengan masih penuh tenaga, dengan sangat tenang dan sentosa; (24) pinggangnya gemuk oleh lemak, dan sumsum tulang-tulangnya masih segar. (25) Yang lain mati dengan sakit hati, dengan tidak pernah merasakan kenikmatan. (26) Tetapi sama-sama mereka terbaring di dalam debu, dan berenga-berenga berkeriapan di atas mereka. (27) Sesungguhnya, aku mengetahui pikiranmu, dan muslihat yang kamu rancangkan terhadap aku. (28) Katamu: Di mana rumah penguasa? Di mana kemah tempat kediaman orang-orang fasik? (29) Belum pernahkah kamu bertanya-tanya kepada orang-orang yang lewat di jalan? Dapatkah kamu menyangkal petunjuk-petunjuk mereka, (30) bahwa orang jahat terlindung pada hari kebinasaan, dan diselamatkan pada hari murka Allah? (31) Siapa yang akan langsung menggugat kelakuannya, dan mengganjar perbuatannya? (32) Dialah yang dibawa ke kuburan, dan jiratnya dirawat orang. (33) Dengan nyaman ia ditutupi oleh gumpalan-gumpalan tanah di lembah; setiap orang mengikuti dia, dan yang mendahului dia tidak terbilang banyaknya. (34) Alangkah hampanya penghiburanmu bagiku! Semua jawabanmu hanyalah tipu daya belaka!"

Ayub 22
Elifas menganjurkan, supaya Ayub bertobat dari pada dosanya yang besar
(1) Maka Elifas, orang Teman, menjawab: (2) "Apakah manusia berguna bagi Allah? Tidak, orang yang berakal budi hanya berguna bagi dirinya sendiri. (3) Apakah ada manfaatnya bagi Yang Mahakuasa, kalau engkau benar, atau keuntungannya, kalau engkau hidup saleh? (4) Apakah karena takutmu akan Allah, maka engkau dihukum-Nya, dan dibawa-Nya ke pengadilan? (5) Bukankah kejahatanmu besar dan kesalahanmu tidak berkesudahan? (6) Karena dengan sewenang-wenang engkau menerima gadai dari saudara-saudaramu dan merampas pakaian orang-orang yang melarat; (7) orang yang kehausan tidak kauberi minum air, dan orang yang kelaparan tidak kauberi makan, (8) tetapi orang yang kuat, dialah yang memiliki tanah, dan orang yang disegani, dialah yang mendudukinya. (9) Janda-janda kausuruh pergi dengan tangan hampa, dan lengan yatim piatu kauremukkan. (10) Itulah sebabnya engkau dikelilingi perangkap, dan dikejutkan oleh kedahsyatan dengan tiba-tiba. (11) Terangmu menjadi gelap, sehingga engkau tidak dapat melihat dan banjir meliputi engkau. (12) Bukankah Allah bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya! (13) Tetapi pikirmu: Tahu apa Allah? Dapatkah Ia mengadili dari balik awan-awan yang gelap? (14) Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit! (15) Apakah engkau mau tetap mengikuti jalan lama, yang dilalui orang-orang jahat, (16) mereka yang telah direnggut sebelum saatnya, yang alasnya dihanyutkan sungai; (17) mereka yang berkata kepada Allah: Pergilah dari pada kami! dan: Yang Mahakuasa dapat berbuat apa terhadap kami? (18) Namun Dialah juga yang memenuhi rumah mereka dengan segala yang baik tetapi rancangan orang fasik adalah jauh dari padaku. (19) Hal itu dilihat oleh orang benar dan mereka bersukaria; orang yang tidak bersalah mengolok-olok mereka: (20) Sungguh, lawan kami telah dilenyapkan, dan peninggalan mereka telah habis dimakan api. (21) Berlakulah ramah terhadap Dia, supaya engkau tenteram; dengan demikian engkau memperoleh keuntungan. (22) Terimalah apa yang diajarkan mulut-Nya, dan taruhlah firman-Nya dalam hatimu. (23) Apabila engkau bertobat kepada Yang Mahakuasa, dan merendahkan diri; apabila engkau menjauhkan kecurangan dari dalam kemahmu, (24) membuang biji emas ke dalam debu, emas Ofir ke tengah batu-batu sungai, (25) dan apabila Yang Mahakuasa menjadi timbunan emasmu, dan kekayaan perakmu, (26) maka sungguh-sungguh engkau akan bersenang-senang karena Yang Mahakuasa, dan akan menengadah kepada Allah. (27) Jikalau engkau berdoa kepada-Nya, Ia akan mengabulkan doamu, dan engkau akan membayar nazarmu. (28) Apabila engkau memutuskan berbuat sesuatu, maka akan tercapai maksudmu, dan cahaya terang menyinari jalan-jalanmu. (29) Karena Allah merendahkan orang yang angkuh tetapi menyelamatkan orang yang menundukkan kepala! (30) Orang yang tidak bersalah diluputkan-Nya: engkau luput karena kebersihan tanganmu."

Ayub 23
Ayub ingin membela diri di hadapan Allah
(1) Tetapi Ayub menjawab: (2) "Sekarang ini keluh kesahku menjadi pemberontakan, tangan-Nya menekan aku, sehingga aku mengaduh. (3) Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. (4) Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. (5) Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku. (6) Sudikah Ia mengadakan perkara dengan aku dalam kemahakuasaan-Nya? Tidak, Ia akan menaruh perhatian kepadaku. (7) Orang jujurlah yang akan membela diri di hadapan-Nya, dan aku akan bebas dari Hakimku untuk selama-lamanya. (8) Sesungguhnya, kalau aku berjalan ke timur, Ia tidak di sana; atau ke barat, tidak kudapati Dia; (9) di utara kucari Dia, Ia tidak tampak, aku berpaling ke selatan, aku tidak melihat Dia. (10) Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas. (11) Kakiku tetap mengikuti jejak-Nya, aku menuruti jalan-Nya dan tidak menyimpang. (12) Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya. (13) Tetapi Ia tidak pernah berubah siapa dapat menghalangi Dia? Apa yang dikehendaki-Nya, dilaksanakan-Nya juga. (14) Karena Ia akan menyelesaikan apa yang ditetapkan atasku, dan banyak lagi hal yang serupa itu dimaksudkan-Nya. (15) Itulah sebabnya hatiku gemetar menghadapi Dia, kalau semuanya itu kubayangkan, maka aku ketakutan terhadap Dia. (16) Allah telah membuat aku putus asa, Yang Mahakuasa telah membuat hatiku gemetar; (17) sebab bukan karena kegelapan aku binasa, dan bukan juga karena mukaku ditutupi gelap gulita."

Ayub 24
Allah seakan-akan acuh tak acuh terhadap kejahatan
(1) "Mengapa Yang Mahakuasa tidak mencadangkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya? (2) Ada orang yang menggeser batas tanah, yang merampas kawanan ternak, lalu menggembalakannya. (3) Keledai kepunyaan yatim piatu dilarikannya, dan lembu betina kepunyaan seorang janda diterimanya sebagai gadai, (4) orang miskin didorongnya dari jalan, orang sengsara di dalam negeri terpaksa bersembunyi semuanya. (5) Sesungguhnya, seperti keledai liar di padang gurun mereka keluar untuk bekerja mencari apa-apa di padang belantara sebagai makanan bagi anak-anak mereka. (6) Di ladang mereka mengambil makanan hewan, dan kebun anggur, milik orang fasik, dipetiki buahnya yang ketinggalan. (7) Dengan telanjang mereka bermalam, karena tidak ada pakaian, dan mereka tidak mempunyai selimut pada waktu dingin; (8) oleh hujan lebat di pegunungan mereka basah kuyup, dan karena tidak ada tempat berlindung, mereka mengimpitkan badannya pada gunung batu. (9) Ada yang merebut anak piatu dari susu ibunya dan menerima bayi orang miskin sebagai gadai. (10) Dengan telanjang mereka berkeliaran, karena tidak ada pakaian, dan dengan kelaparan mereka memikul berkas-berkas gandum; (11) di antara dua petak kebun mereka membuat minyak, mereka menginjak-injak tempat pengirikan sambil kehausan. (12) Dari dalam kota terdengar rintihan orang-orang yang hampir mati dan jeritan orang-orang yang menderita luka, tetapi Allah tidak mengindahkan doa mereka. (13) Ada lagi golongan yang memusuhi terang, yang tidak mengenal jalannya dan tidak tetap tinggal pada lintasannya. (14) Pada parak siang bersiaplah si pembunuh, orang sengsara dan miskin dibunuhnya, dan waktu malam ia berlaku seperti pencuri. (15) Orang yang berzinah menunggu senja, pikirnya: Jangan seorangpun melihat aku; lalu dikenakannya tudung muka. (16) Di dalam gelap mereka membongkar rumah, pada siang hari mereka bersembunyi; mereka tidak kenal terang, (17) karena kegelapan adalah pagi hari bagi mereka sekalian, dan mereka sudah biasa dengan kedahsyatan kegelapan. (18) Mereka hanyut di permukaan air, bagian mereka terkutuk di bumi; mereka tidak lagi pergi ke kebun anggur mereka. (19) Air salju dihabiskan oleh kemarau dan panas, demikian juga dilakukan dunia orang mati terhadap mereka yang berbuat dosa. (20) Rahim ibu melupakan dia, berenga mengerumitnya, ia tidak diingat lagi: kecurangan dipatahkan seperti pohon kayu. (21) Ia menjarahi perempuan mandul, yang tidak beranak, dan tidak berbuat baik terhadap seorang janda, (22) bahkan menyeret orang-orang perkasa dengan kekuatannya; ia bangun kembali, tetapi hidupnya tidak terjamin. (23) Allah memberinya keamanan yang menjadi sandarannya, dan mengawasi jalan-jalannya. (24) Hanya sebentar mereka meninggikan diri, lalu tidak ada lagi; mereka luruh, lalu menjadi lisut seperti segala sesuatu, mereka dikerat seperti hulu tangkai gandum. (25) Jikalau tidak demikian halnya, siapa berani menyanggah aku dan meniadakan perkataanku?"
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2021 | edisi berikut

Minggu, 20 Juni 2021

Bacaan   : EFESUS 6:1-9
Setahun : Ayub 21-24
Nas       : Dan kamu, Bapak-bapak, janganlah bangkitkan kemarahan di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan. (Efesus 6:4)

Tegas dan Menghargai
Kita semua tentu pernah mengalami masa anak-anak dan merasakan bagaimana cara ayah memperlakukan kita. Sungguh betapa tidak menyenangkan ketika mendapat teguran atau bahkan pukulan-pukulan rotan yang menimpa kedua kaki kita. Sering pada saat itu kita menangis sejadi-jadinya untuk meluapkan kemarahan dan ketidaksetujuan atas apa yang dilakukan oleh orang tua kita. Namun demikian, kita belajar satu hal dari cara didikan itu: Segera setelah itu ayah menghampiri dan memeluk kita, dan ia mengatakan betapa ia sangat mengasihi kita.
Untuk dapat mendidik dengan benar tanpa menimbulkan amarah dalam diri anak, kita dapat belajar untuk memosisikan diri dan menyelami perasaan anak-anak kita. Kita belajar untuk tidak memaksakan kehendak diri kita kepada anak. Seorang ayah yang gagal mengingat perasaan anak pada saat memberi didikan akan dengan mudah membangkitkan amarah anak.
Sangat menarik ketika kita membaca firman Tuhan hari ini. Tuhan memberikan tugas mendidik anak bukan hanya kepada para ibu, tetapi kepada para ayah juga. Artinya, sebagai seorang ayah, kita pun seharusnya terlibat dalam urusan mendidik dan membesarkan anak. Kita dituntut untuk mendidik dalam ajaran dan nasihat Tuhan. Mendidik yang berarti melatih anak untuk mendisiplin diri dan memberi nasihat melalui ucapan-ucapan kita. Menjadi ayah yang tegas tidak berarti selalu bersikap kasar atau menggunakan tangan untuk memukul anak. Sikap tegas dibutuhkan untuk mengarahkan anak kepada jalan Tuhan, sementara hati bapa dibutuhkan untuk menyembuhkan hatinya. --SYS/www.renunganharian.net

SIKAP TEGAS DIBUTUHKAN AGAR ANAK TIDAK MENYIMPANG DARI JALAN TUHAN,
PENGHARGAAN DIBUTUHKAN UNTUK MENUNJUKKAN KASIH SAYANG.
 
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Sunday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net


Minggu, 20 Juni 2021

20. Jun, 2021

<< Ren.Har. Sabtu, 19 Juni 2021 >>

<< Ren.Har. Sabtu, 19 Juni 2021 >>

Renungan Harian (824.1)
Sabtu, 19 Juni 2021

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih, selamat membaca Renungan Pagi ini. Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya, Puji Tuhan.
Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai kita sekalian dan menyertai semua orang di dunia,dengan kasih yang tidak binasa.

<< Ren.Har. Sabtu, 19 Juni 2021 >>

Doa. : Hal Berdoa (Matius 6:5-15)
Jud. : Diberkati Sewaktu Tidur
Bac. : Mazmur 127 ( 1-5 )
Nats. : Mazmur 127 : 2
Bac.S. : Ayub 17-20

Bacaan Alkitab : Mazmur 127 ( 1-5 )
Berkat TUHAN pangkal selamat
(1) Nyanyian ziarah Salomo.
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,
sia-sialah usaha orang yang membangunnya;
jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota,
sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

(2) Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi
dan duduk-duduk sampai jauh malam,
dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--
sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

(3) Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN,
dan buah kandungan adalah suatu upah.

(4) Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan,
demikianlah anak-anak pada masa muda.

(5) Berbahagialah orang yang telah membuat penuh
tabung panahnya dengan semuanya itu.
Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara
dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Ayat Nats. : Mazmur 127 : 2
(2) Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi
dan duduk-duduk sampai jauh malam,
dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--
sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.

Bacaa Alkitab Setahun : Ayub 17-20
Ayub 17
(1) Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan. (2) Sesungguhnya, aku menjadi ejekan; mataku terpaksa menyaksikan tantangan mereka. (3) Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi-Mu sendiri! Siapa lagi yang dapat membuat persetujuan bagiku? (4) Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang. (5) Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun. (6) Aku telah dijadikan sindiran di antara bangsa-bangsa, dan aku menjadi orang yang diludahi mukanya. (7) Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang. (8) Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik. (9) Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat. (10) Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali! Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu! (11) Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku. (12) Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka. (13) Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan, (14) dan berkata kepada liang kubur: Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku, (15) maka di manakah harapanku? Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku? (16) Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."

Ayub 18
Pendapat Bildad, bahwa orang fasik pasti akan binasa
(1) Maka Bildad, orang Suah, menjawab: (2) "Bilakah engkau habis bicara? Sadarilah, baru kami akan bicara. (3) Mengapa kami dianggap binatang? Mengapa kami bodoh dalam pandanganmu? (4) Engkau yang menerkam dirimu sendiri dalam kemarahan, demi kepentinganmukah bumi harus menjadi sunyi, dan gunung batu bergeser dari tempatnya? (5) Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar. (6) Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam. (7) Langkahnya yang kuat terhambat, dan pertimbangannya sendiri menjatuhkan dia. (8) Karena kakinya sendiri menyangkutkan dia dalam jaring, dan di atas tutup pelubang ia berjalan. (9) Tumitnya tertangkap oleh jebak, dan ia tertahan oleh jerat. (10) Tali tersembunyi baginya dalam tanah, perangkap terpasang baginya pada jalan yang dilaluinya. (11) Kedahsyatan mengejutkan dia di mana-mana, dan mengejarnya di mana juga ia melangkah. (12) Bencana mengidamkan dia, kebinasaan bersiap-siap menantikan dia jatuh. (13) Kulit tubuhnya dimakan penyakit, bahkan anggota tubuhnya dimakan oleh penyakit parah. (14) Ia diseret dari kemahnya, tempat ia merasa aman, dan dibawa kepada raja kedahsyatan. (15) Dalam kemahnya tinggal apa yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia, di atas tempat kediamannya ditaburkan belerang. (16) Di bawah keringlah akar-akarnya, dan di atas layulah rantingnya. (17) Ingatan kepadanya lenyap dari bumi, namanya tidak lagi disebut di lorong-lorong. (18) Ia diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan, dan ia dienyahkan dari dunia. (19) Ia tidak akan mempunyai anak atau cucu cicit di antara bangsanya, dan tak seorangpun yang tinggal hidup di tempat kediamannya. (20) Atas hari ajalnya orang-orang di Barat akan tercengang, dan orang-orang di Timur akan dihinggapi ketakutan. (21) Sungguh, demikianlah tempat kediaman orang yang curang, begitulah tempat tinggal orang yang tidak mengenal Allah."

Ayub 19
Ayub yakin bahwa Allah akan memihak kepadanya
(1) Tetapi Ayub menjawab: (2) "Berapa lama lagi kamu menyakitkan hatiku, dan meremukkan aku dengan perkataan? (3) Sekarang telah sepuluh kali kamu menghina aku, kamu tidak malu menyiksa aku. (4) Jika aku sungguh tersesat, maka aku sendiri yang menanggung kesesatanku itu. (5) Jika kamu sungguh hendak membesarkan diri terhadap aku, dan membuat celaku sebagai bukti terhadap diriku, (6) insafilah, bahwa Allah telah berlaku tidak adil terhadap aku, dan menebarkan jala-Nya atasku. (7) Sesungguhnya, aku berteriak: Kelaliman!, tetapi tidak ada yang menjawab. Aku berseru minta tolong, tetapi tidak ada keadilan. (8) Jalanku ditutup-Nya dengan tembok, sehingga aku tidak dapat melewatinya, dan jalan-jalanku itu dibuat-Nya gelap. (9) Ia telah menanggalkan kemuliaanku dan merampas mahkota di kepalaku. (10) Ia membongkar aku di semua tempat, sehingga aku lenyap, dan seperti pohon harapanku dicabut-Nya. (11) Murka-Nya menyala terhadap aku, dan menganggap aku sebagai lawan-Nya. (12) Pasukan-Nya maju serentak, mereka merintangi jalan melawan aku, lalu mengepung kemahku. (13) Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku, dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. (14) Kaum kerabatku menghindar, dan kawan-kawanku melupakan aku. (15) Anak semang dan budak perempuanku menganggap aku orang yang tidak dikenal, aku dipandang mereka orang asing. (16) Kalau aku memanggil budakku, ia tidak menyahut; aku harus membujuknya dengan kata-kata manis. (17) Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku, dan bauku memualkan saudara-saudara sekandungku. (18) Bahkan kanak-kanakpun menghina aku, kalau aku mau berdiri, mereka mengejek aku. (19) Semua teman karibku merasa muak terhadap aku; dan mereka yang kukasihi, berbalik melawan aku. (20) Tulangku melekat pada kulit dan dagingku, dan hanya gusiku yang tinggal padaku. (21) Kasihanilah aku, kasihanilah aku, hai sahabat-sahabatku, karena tangan Allah telah menimpa aku. (22) Mengapa kamu mengejar aku, seakan-akan Allah, dan tidak menjadi kenyang makan dagingku? (23) Ah, kiranya perkataanku ditulis, dicatat dalam kitab, (24) terpahat dengan besi pengukir dan timah pada gunung batu untuk selama-lamanya! (25) Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu. (26) Juga sesudah kulit tubuhku sangat rusak, tanpa dagingkupun aku akan melihat Allah, (27) yang aku sendiri akan melihat memihak kepadaku; mataku sendiri menyaksikan-Nya dan bukan orang lain. Hati sanubariku merana karena rindu. (28) Kalau kamu berkata: Kami akan menuntut dia dan mendapatkan padanya sebab perkaranya!, (29) takutlah kepada pedang, karena kegeraman mendatangkan hukuman pedang, agar kamu tahu, bahwa ada pengadilan."

Ayub 20
Pendapat Zofar, bahwa sesudah kemujuran sebentar, orang fasik akan binasa
(1) Maka Zofar, orang Naama, menjawab: (2) "Oleh sebab itulah pikiran-pikiranku mendorong aku menjawab, karena hatiku tidak sabar lagi. (3) Kudengar teguran yang menghina aku, tetapi yang menjawab aku ialah akal budi yang tidak berpengertian. (4) Belumkah engkau mengetahui semuanya itu sejak dahulu kala, sejak manusia ditempatkan di bumi, (5) bahwa sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja, dan sukacita orang durhaka hanya sekejap mata? (6) Walaupun keangkuhannya sampai ke langit dan kepalanya mengenai awan, (7) namun seperti tahinya ia akan binasa untuk selama-lamanya; siapa yang pernah melihatnya, bertanya: Di mana dia? (8) Bagaikan impian ia melayang hilang, tak berbekas, lenyap bagaikan penglihatan waktu malam. (9) Ia tidak lagi tampak pada mata yang melihatnya, dan tempat kediamannya tidak melihatnya lagi. (10) Anak-anaknya harus mencari belas kasihan orang miskin, dan tangannya sendiri harus mengembalikan kekayaannya. (11) Tulang-tulangnya boleh penuh tenaga orang muda, tetapi tenaga itupun akan membaringkan diri bersama dia dalam debu. (12) Sungguhpun kejahatan manis rasanya di dalam mulutnya, sekalipun ia menyembunyikannya di bawah lidahnya, (13) menikmatinya serta tidak melepaskannya, dan menahannya pada langit-langitnya, (14) namun berubah juga makanannya di dalam perutnya, menjadi bisa ular tedung di dalamnya. (15) Harta benda ditelannya, tetapi dimuntahkannya lagi, Allah yang mengeluarkannya dari dalam perutnya. (16) Bisa ular tedung akan diisapnya, ia akan dibunuh oleh lidah ular. (17) Ia tidak boleh melihat batang-batang air dan sungai-sungai yang mengalirkan madu dan dadih. (18) Ia harus mengembalikan apa yang diperolehnya dan tidak mengecapnya; ia tidak menikmati kekayaan hasil dagangnya. (19) Karena ia telah menghancurkan orang miskin, dan meninggalkan mereka terlantar; ia merampas rumah yang tidak dibangunnya. (20) Sesungguhnya, ia tidak mengenal ketenangan dalam batinnya, dan ia tidak akan terluput dengan membawa harta bendanya. (21) Suatupun tidak luput dari pada lahapnya, itulah sebabnya kemujurannya tidak kekal. (22) Dalam kemewahannya yang berlimpah-limpah ia penuh kuatir; ia ditimpa kesusahan dengan sangat dahsyatnya. (23) Untuk mengisi perutnya, Allah melepaskan ke atasnya murka-Nya yang menyala-nyala, dan menghujankan itu kepadanya sebagai makanannya. (24) Ia dapat meluputkan diri terhadap senjata besi, namun panah tembaga menembus dia. (25) Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri. (26) Kegelapan semata-mata tersedia bagi dia, api yang tidak ditiup memakan dia dan menghabiskan apa yang tersisa dalam kemahnya. (27) Langit menyingkapkan kesalahannya, dan bumi bangkit melawan dia. (28) Hasil usahanya yang ada di rumahnya diangkut, semuanya habis pada hari murka-Nya. (29) Itulah ganjaran Allah bagi orang fasik, milik pusaka yang dijanjikan Allah kepadanya."
—————

  Tampilan cetak

  edisi sebelum | 06/Edisi 2021 | edisi berikut

Sabtu, 19 Juni 2021

Bacaan   : MAZMUR 127
Setahun : Ayub 17-20
Nas       : Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah-sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. (Mazmur 127:2)

Diberkati Sewaktu Tidur
Saya tertarik dan cukup lama merenungkan unggahan status media sosial karena menggelitik, tetapi penuh arti. "Tuhan menyediakan berkat-Nya, tetapi bukan berarti kita hanya rebahan, " begitu bunyi kalimat yang saya baca. Kata "rebahan" mengacu pada orang-orang yang lebih sering bermalas-malas, lebih banyak tiduran, dan enggan bekerja tetapi meyakini bahwa Tuhan memberkati mereka secara keuangan. Biasanya firman Tuhan dari nas renungan kita hari ini menjadi acuan dari "kaum rebahan" itu.
Membaca Mazmur hari ini, khususnya pada ayat ke-2, tidak bisa hanya diambil pada bagian "Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur." Terlebih jika lantas disambung dengan alasan: "Kan bangun pagi atau berjerih lelah hingga jauh malam katanya sia-sia." Membaca perikop ini harus berawal dari kesadaran bahwa kehidupan kita sepenuhnya adalah anugerah Tuhan (ay. 1). Selanjutnya, kita perlu memahami bahwa "berkat pada waktu tidur" tidak diberikan Allah kepada setiap umat-Nya, tetapi hanya kepada orang yang dicintai-Nya.
Apakah menurut Anda orang yang suka bermalas-malasan akan masuk dalam kelompok orang yang dicintai oleh Tuhan? Rasanya tidak, jika kita mengingat ada banyak ayat dalam Alkitab berkisah tentang kerajinan, juga ketidaksukaan Allah kepada orang yang malas. Jadi, sebelum mengeklaim bahwa "berkat pada waktu tidur" akan menjadi bagian kita, sudahkah kita belajar menjadi pribadi yang diperkenan dan dicintai oleh-Nya? Sudahkah kita menjadi pribadi yang rajin dan suka bekerja keras? --GHJ/www.renunganharian.net

SEJATINYA TUHAN TIDAK PERNAH MENYUKAI PRIBADI
YANG BERGAYA HIDUP PEMALAS.

( ay. 1 ) Mazmur 127 : 1
(1) Nyanyian ziarah Salomo.
Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah,
sia-sialah usaha orang yang membangunnya;
jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota,
sia-sialah pengawal berjaga-jaga.

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA
—————
Puji Tuhan, Trima Kasih Bapa kami yang di Sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami, karena itulah yang Tuhan Yesus ajarkan, agar kami mengampuni dahulu, semua kesalahan orang kepada kami, supaya Bapa yang di Surga akan mengampuni kesalahan-kesalahan kami (Markus 11:25-26),
dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya), Puji Tuhan.
Terima kasih Tuhan Yesus untuk kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, dan saling mendukung didalam persekutuan ini, Puji Tuhan.
Tuhan Yesus kami serahkan sepanjang hari kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Puji Tuhan.
Hanya didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita yang hidup, semua ini kami mohonkan, Puji Tuhan, Haleluya, Amin.

Have a nice day
Happy Saturday
May God Bless you
Today and Always

Copyright: Sabda.org
http: //www.sabda.org/publikas/e-r
http: //www.renunganharian.net

Sumber:
[Muktiana Gumelar]
Blog. Rumah anak Tuhan
http. ///www.muktianapgumelar.net


Sabtu, 19 Juni 2021