22. Des, 2014

<< Renungan Harian , Minggu, 21 Desember 2014 >>

<< Renungan Harian , Minggu, 21 Desember 2014 >>

Renungan Harian (33.2)
Desember 2014

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan pagi ini,
Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya , Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

<< Renungan Harian , Minggu, 21 Desember 2014 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-------------------------
Judul: Berani Karena Benar
Baca: Mazmur 35:17-28
Anats: Mazmur 35:24
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Yohanes 1-3
--------------------
Bacaan Alkitab : Mazmur 35:17-28
(17) Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja?
Selamatkanlah jiwaku dari perusakan mereka,
nyawaku dari singa-singa muda!
(18) Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang besar,
di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau memuji-muji Engkau.
(19) Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku
orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab,
atau mengedip-ngedipkan mata
orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.
(20) Karena mereka tidak membicarakan damai,
dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri
mereka merancangkan penipuan,
(21) mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku
dan berkata: "Syukur, syukur, mata kami telah melihatnya!"
(22) Engkau telah melihatnya, TUHAN, janganlah berdiam diri,
ya Tuhan, janganlah jauh dari padaku!
(23) Terjagalah dan bangunlah membela hakku,
membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!
(24) Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku,
supaya mereka jangan bersukacita atasku!
(25) Janganlah mereka berkata dalam hatinya:
"Syukur, itulah keinginan kami!" Dan janganlah mereka berkata: "Kami telah menelannya!"
(26) Biarlah bersama-sama mendapat malu dan tersipu-sipu
orang-orang yang bersukacita atas kemalanganku;
biarlah berpakaian malu dan noda
orang-orang yang membesarkan dirinya terhadap aku!
(27) Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita
orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan!
Biarlah mereka tetap berkata: "TUHAN itu besar,
Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!"
(28) Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu,
memuji-muji Engkau sepanjang hari.
----------------------
Ayat Nats. : Mazmur 35:24
(24) Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku,
supaya mereka jangan bersukacita atasku!
------------------------

Tampilan cetak
Minggu, 21 Desember 2014

Bacaan : Mazmur 35:17-28
Setahun : 1 Yohanes 1-3
Nats : Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku, supaya mereka jangan bersukacita atasku! (Mazmur 35:24)

BERANI KARENA BENAR

Kalau kita menjalani hidup ini dalam kebenaran, apakah dengan sendirinya perjalanan akan melenggang? Belum tentu. Kadang-kadang malah terjadi sebaliknya, kita difitnah orang atau digosipkan berbuat hal yang negatif. Bisa jadi kita tidak dapat menerima perlakuan seperti itu, marah, dan terjebak dalam permainan lawan. Lalu, bagaimana sebaiknya kita bersikap?

Kita dapat belajar dari pemazmur. Seandainya ia bersalah dan pantas menerima segala tuduhan musuh, tentu ia tidak pantas mengumandangkan mazmur ini! Itulah sebabnya, ketika Tuhan menegakkan keadilan dan membela dirinya dari para musuh, ia juga berani mengatakan, "Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya Tuhan Allahku" (ay. 24). Pemazmur yakin bahwa ia berada di pihak yang benar. Oleh karena itu, ia berani minta diuji oleh Tuhan. Kalau Tuhan sudah mengujinya dan ia terbukti lulus, apalagi yang bisa dikatakan oleh para pemfitnah? Bukankah mulut mereka akan terbungkam?

Ketika kita sedang diperhadapkan oleh fitnahan atau tuduhan keji, tidak perlu khawatir. Sejauh kita benar di hadapan Tuhan, Dia pasti membela kita. Jangan tergesa-gesa membela diri dengan hikmat kita sendiri. Lebih baik berdiam diri, dan tetap hidup dalam kebenaran. Kadang Tuhan mengirimkan orang lain yang akan membela kita. Kejahatan yang dituduhkan oleh musuh kita pun akan terbongkar kepalsuannya. Malah kalau kita terlalu bersemangat membela diri sendiri, kita akan semakin dicurigai memang bersalah dan sedang menutup-nutupi kesalahan. --Eddy Nugroho /Renungan Harian

ENTAH EMAS ENTAH LOYANG,
HAL ITU DAPAT DIBUKTIKAN DENGAN MEMBAKARNYA.


Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/

-------------------------
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Yohanes 1-3

1 Yohanes 1
Kesaksian rasul tentang Firman hidup
(1) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (2) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. (3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. (4) Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Allah adalah terang
(5) Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (6) Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. (7) Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. (9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

1 Yohanes 2
Kristus pengantara kita
(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Perintah yang baru
(7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. (10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. (11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. (12) Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. (13) Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. (14) Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. (15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (17) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Antikristus
(18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. (19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. (20) Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. (21) Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. (22) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (23) Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. (24) Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. (25) Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (26) Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. (27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Anak-anak Allah
(28) Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. (29) Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

1 Yohanes 3
(1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (2) Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (4) Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. (5) Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. (6) Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. (7) Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; (8) barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (9) Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (10) Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
(11) Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; (12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. (13) Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. (14) Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. (15) Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. (16) Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (17) Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (18) Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Keyakinan di hadapan Allah
(19) Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, (20) sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. (21) Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, (22) dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. (23) Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. (24) Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/XkBwETKTY6g

....... 07. How to make Gingerbread House -
Creating Gingerbread with Royal Icing

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/8u_waolPvKs

....... 08. LAGU NATAL - KOTA MUNGIL.

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/Rm32Kq78J2E

....... 09. NONSTOP Lagu NATAL TERBARU 2014 - 2015 -
Natal Bersama Victor Hutabarat

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

No. 28 . ENGKAU ADA BERSAMAKU

ENGKAU ADA BERSAMAKU
DI TIAP MUSIM HIDUPKU
TAK PERNAH KAU BIARKAN ‘KU SENDIRI
KEKUATAN DI JIWAKU
ADALAH BERSAMA-MU
TAK PERNAH KURAGUKAN KASIH-MU
BERSAMA-MU BAPA KULEWATI SEMUA
PERKENANAN-MU YANG TEGUHKAN HATIKU
ENGKAU YANG BERTINDAK MEMB’RI PERTOLONGAN
ANUGRAH-MU BESAR MELIMPAH BAGIKU
---------------------------
BersamaMu Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=K-CgHne1ufE&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*****************************

No.3. Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkinl
-----------------------------
Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil - Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=ngSNcjSeg_c&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
********************************

No.4. Hati s'bagai hamba

Ku tak membawa apapun juga
saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
saat ku kembali ke surga

Reff:
Inilah yang ku punya
hati s'bagai hamba
yang mau taat dan setia
padaMu Bapa

Kemanapun ku bawa
hati yang menyembah
dalam Roh dan kebenaran
sampai s'lamanya

Bridge:
Bagaimana ku membalas kasihMu
S'gala yang ku punya itu milikMu
Itu milikMu oh...
----------------------------
HATI SBAGAI HAMBA ~ BY NIKITA ( WITH LYRICS )

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=icZ_nd33MYI&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************

No.5. Bagai Rajawali

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Reff :
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemuliaanNya
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa
Ku kan terbang tinggi bersama Dia

(Repeat All)

(Back to Reff 2x)

Ku kan terbang tinggi bersama Dia
Ku kan terbang tinggi bersama Dia
-----------------------------
Nikita Bagai Rajawali

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=Mbf6JGUdBGU&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************
***************

Puji Tuhan ,Trima Kasih Tuhan atas kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini.Tuhan tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, saling mendukung satu sama lain didalam persekutuan ini supaya kerinduan kita akan semakin membesar ,semakin melebar nya persekutuan ini, sehingga Firman Tuhan tersebar di -mana2, Puji Tuhan.
Tuhan kami serahkan sepanjang hari ini kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Terpujilah Tuhan Allah Bapa kami ditempat yang Maha tinggi, didalam Nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita , semua ini kami mohonkan . Puji Tuhan , Haleluyah, Amin.

** have a nice day *
°˚˚° Happy Sunday. °˚˚°
° May God Bless you °
° Today and Always °
°˚˚°
Sumber: [Muktiana Gumelar]
www.renunganharian.net
Copyright - SABDA.org -
http://www.sabda.org/publikasi/e-rhö
Minggu, 21 Desember 2014

22. Des, 2014

(32.3)CPG (Christian Pocket Guide). Friday,19 December 2014

(32.3)CPG (Christian Pocket Guide). Friday,19 December 2014

(32.3)CPG (Christian Pocket Guide).
Friday,19 December 2014

Engkau Tak Butuh Rencana; Engkau Butuh Aku
19 Desember 2014

Bacaan Hari ini:
Markus 6: 49-50 "Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat Dia dan merekapun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: 'Tenanglah! Aku ini, jangan takut!'"

--------------------------------------
Pesan Sponsor :
Cicilan 0%! NEW Jabra Sport Pulse Wireless
http://goo.gl/N0OGZx
--------------------------------------

Anda mengenal Yesus dengan dalam ketika menghadapi badai kehidupan. Anda melihat bahwa Dia bukan hanya manusia biasa. Dia bukan hanya seorang guru yang baik. Dia bukan hanya seorang pemimpin yang bermoral. Dia adalah Tuhan, Pencipta alam semesta.

Dalam Markus 6, Yesus memperhatikan bahwa murid-murid sedang berada dalam kesulitan saat angin dan badai menghantam perahu mereka di tengah-tengah danau.
Yesus kemudian berjalan di atas air untuk mendekati mereka.
Ayat 49 dan 50 mengatakan, Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak, sebab mereka semua melihat
Dia dan merekapun sangat terkejut.
Tetapi segera Ia berkata kepada mereka:"Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"

Para murid meragukan-Nya dan berpikir bahwa Yesus mungkin hanya seorang nabi baik yang bisa melakukan beberapa mujizat.
Jadi dengan berjalan di atas air, Yesus menunjukkan bahwa Dia jauh lebih dari manusia biasa.
Dia menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan.

Ia juga memberi mereka sebuah tantangan ("Jangan takut") dan sebuah jaminan.
Ia mengatakan, "Aku ini."

Dalam bahasa Yunani, sebenarnya ungkapan ini terdiri dari dua kata: Ego ima.
Ego ima berarti "Aku."
Apa artinya?

Kata "Aku" mengacu pada Tuhan - bukan "Aku dulu" atau "Aku akan" atau "Aku harap bisa menjadi..."
Ketika Yesus berkata, "Aku ini, Dia berkata agar Anda tak perlu takut.
Anda tak perlu khawatir.
Dia adalah Tuhan.
Dan itu sudah cukup.

Jika saat ini Anda sedang meghadapi badai kehidupan, Anda tidak butuh pekerjaan;
Anda butuh Yesus.
Anda tidak butuh rencana; Anda butuh satu Pribadi.
Anda tidak butuh cara-cara; Anda butuh Juruselamat.
Anda tidak butuh tujuan baru; Anda membutuhkan Tuhan.

Ketika melalui badai, ingatlah bahwa Tuhan tidak jauh, tidak cuek dan tidak lepas tangan.
Dia adalah Aku.
Dan Dia akan meraih Anda menerjang badai.

Renungkan hal ini :

Hal apa atau siapa yang biasanya Anda tuju untuk menyelamatkan Anda dari tengah badai?
Apa yang menahan Anda untuk datang kepada Allah?

Apa yang Anda minta pada Tuhan untuk melewati badai Anda?

Katakan permohonan Anda kepada-Nya, nantikan Dia dan lihat bagaimana Ia memberikan jalan keluarnya di waktu yang tepat.

Apa yang telah Anda pelajari tentang Allah lewat badai kehidupan Anda?
____________________________________

Bacaan Alkitab Setahun :
Amsal 5-7; II Korintus 3

Amsal 5
Nasihat mengenai perzinahan
(1) Hai anakku, perhatikanlah hikmatku, arahkanlah telingamu kepada kepandaian yang kuajarkan, (2) supaya engkau berpegang pada kebijaksanaan dan bibirmu memelihara pengetahuan. (3) Karena bibir perempuan jalang menitikkan tetesan madu dan langit-langit mulutnya lebih licin dari pada minyak, (4) tetapi kemudian ia pahit seperti empedu, dan tajam seperti pedang bermata dua. (5) Kakinya turun menuju maut, langkahnya menuju dunia orang mati. (6) Ia tidak menempuh jalan kehidupan, jalannya sesat, tanpa diketahuinya. (7) Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku. (8) Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya, (9) supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam; (10) supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal (11) dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, (12) lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran; (13) mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? (14) Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan." (15) Minumlah air dari kulahmu sendiri, minumlah air dari sumurmu yang membual. (16) Patutkah mata airmu meluap ke luar seperti batang-batang air ke lapangan-lapangan? (17) Biarlah itu menjadi kepunyaanmu sendiri, jangan juga menjadi kepunyaan orang lain. (18) Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu: (19) rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya. (20) Hai anakku, mengapa engkau berahi akan perempuan jalang, dan mendekap dada perempuan asing? (21) Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya. (22) Orang fasik tertangkap dalam kejahatannya, dan terjerat dalam tali dosanya sendiri. (23) Ia mati, karena tidak menerima didikan dan karena kebodohannya yang besar ia tersesat.

Amsal 6
Berbagai-bagai nasihat
(1) Hai anakku, jikalau engkau menjadi penanggung sesamamu, dan membuat persetujuan dengan orang lain; (2) jikalau engkau terjerat dalam perkataan mulutmu, tertangkap dalam perkataan mulutmu, (3) buatlah begini, hai anakku, dan lepaskanlah dirimu, karena engkau telah jatuh ke dalam genggaman sesamamu: pergilah, berlututlah, dan desaklah sesamamu itu; (4) janganlah membiarkan matamu tidur, dan kelopak matamu mengantuk; (5) lepaskanlah dirimu seperti kijang dari pada tangkapan, seperti burung dari pada tangan pemikat. (6) Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: (7) biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, (8) ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (9) Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? (10) "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" (11) maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata. (12) Tak bergunalah dan jahatlah orang yang hidup dengan mulut serong, (13) yang mengedipkan matanya, yang bermain kaki dan menunjuk-nunjuk dengan jari, (14) yang hatinya mengandung tipu muslihat, yang senantiasa merencanakan kejahatan, dan yang menimbulkan pertengkaran. (15) Itulah sebabnya ia ditimpa kebinasaan dengan tiba-tiba, sesaat saja ia diremukkan tanpa dapat dipulihkan lagi. (16) Enam perkara ini yang dibenci TUHAN, bahkan, tujuh perkara yang menjadi kekejian bagi hati-Nya: (17) mata sombong, lidah dusta, tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah, (18) hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan, (19) seorang saksi dusta yang menyembur-nyemburkan kebohongan dan yang menimbulkan pertengkaran saudara.

Nasihat tentang perzinahan
(20) Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu. (21) Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu. (22) Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. (23) Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan, (24) yang melindungi engkau terhadap perempuan jahat, terhadap kelicikan lidah perempuan asing. (25) Janganlah menginginkan kecantikannya dalam hatimu, janganlah terpikat oleh bulu matanya. (26) Karena bagi seorang sundal sepotong rotilah yang penting, tetapi isteri orang lain memburu nyawa yang berharga. (27) Dapatkah orang membawa api dalam gelumbung baju dengan tidak terbakar pakaiannya? (28) Atau dapatkah orang berjalan di atas bara, dengan tidak hangus kakinya? (29) Demikian juga orang yang menghampiri isteri sesamanya; tiada seorangpun, yang menjamahnya, luput dari hukuman. (30) Apakah seorang pencuri tidak akan dihina, apabila ia mencuri untuk memuaskan nafsunya karena lapar? (31) Dan kalau ia tertangkap, haruslah ia membayar kembali tujuh kali lipat, segenap harta isi rumahnya harus diserahkan. (32) Siapa melakukan zinah tidak berakal budi; orang yang berbuat demikian merusak diri. (33) Siksa dan cemooh diperolehnya, malunya tidak terhapuskan. (34) Karena cemburu adalah geram seorang laki-laki, ia tidak kenal belas kasihan pada hari pembalasan dendam; (35) ia tidak akan mau menerima tebusan suatupun, dan ia akan tetap bersikeras, betapa banyakpun pemberianmu.

Amsal 7
(1) Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. (2) Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. (3) Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. (4) Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, (5) supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya. (6) Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, (7) kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, (8) yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, (9) pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap. (10) Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik; (11) cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah, (12) sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang. (13) Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya: (14) "Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu. (15) Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau. (16) Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir. (17) Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis. (18) Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. (19) Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh, (20) sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama." (21) Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya. (22) Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, (23) sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam. (24) Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. (25) Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. (26) Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. (27) Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

II Korintus 3
Pelayan-pelayan perjanjian yang baru
(1) Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? (2) Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. (3) Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. (4) Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. (5) Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. (6) Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan. (7) Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian (8) betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! (9) Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran. (10) Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. (11) Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan. (12) Karena kami mempunyai pengharapan yang demikian, maka kami bertindak dengan penuh keberanian, (13) tidak seperti Musa, yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu. (14) Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya. (15) Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. (16) Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. (17) Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. (18) Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.
____________________________________
Anda tidak butuh badai dihentikan, namun Anda butuh Yesus agar memberi kekuatan untuk menghadapi badai tersebut
(Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
____________________________________
NEW!
App CPG (Christian Pocket Guide) utk Android dgn fitur baru Radio, Video, Karaoke, Renungan Harian,dll!
Yuk download di Google Play:
http://goo.gl/8I4d7w

21. Des, 2014

<< Renungan Harian , Jumat, 19 Desember 2014

<< Renungan Harian , Jumat, 19 Desember 2014

Renungan Harian (32.3)
Desember 2014

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan pagi ini,
Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya , Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

<< Renungan Harian , Jumat, 19 Desember 2014 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-------------------------
Judul: Dua Tawa Sara
Baca: Kejadian 18:1-15
Anats: Kejadian 18:14
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Petrus 1-3
--------------------
Bacaan Alkitab : Kejadian 18:1-15
Allah mengulang menjanjikan seorang anak laki-laki kepada Abraham
(1) Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. (2) Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, (3) serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. (4) Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; (5) biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu." (6) Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!" (7) Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. (8) Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan. (9) Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah." (10) Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya. (11) Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid. (12) Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?" (13) Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua? (14) Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki." (15) Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"
----------------------
Ayat Nats. : Kejadian 18:14
(14) Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."
------------------------

Tampilan cetak
Jumat, 19 Desember 2014

Bacaan : Kejadian 18:1–15
Setahun : 2 Petrus 1-3
Nats : Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? (Kejadian 18:14)

DUA TAWA SARA

Di Alkitab, hanya dua orang yang tercatat pernah tertawa, yakni Abraham dan Sara, istrinya. Yang menarik, tawa pertama mereka terkesan meremehkan (atau menghina?) Allah yang berjanji memberi mereka anak. Abraham tertawa ketika Allah mengulangi janji itu (17:15-17), padahal saat pertama kali mendengarnya, ia percaya (15:4-6). Mengapa Abraham kemudian menjadi ragu? Bisa jadi, karena ia dan istrinya semakin tua. Juga, mungkin karena ada jarak waktu yang lama antara pengucapan kedua janji itu.

Setelah itu, ketika Allah kembali berjanji, giliran Sara yang tertawa tanda tak percaya (ay. 12). Alasannya sama: ia dan suaminya sudah tua, apalagi ia sendiri mandul (11:30 dan 16:1). Tetapi, tidak seperti saat Abraham tertawa, kali ini Allah tampaknya "tersinggung" sehingga Dia perlu menegaskan bahwa tiada yang mustahil bagi-Nya, termasuk dalam hal memberikan anak (ay. 14). Sara menyangkal, namun siapa yang bisa bersembunyi dari Dia (ay. 15)? Akhirnya, ketika Ishak lahir, ia tertawa lagi, sekarang tawa bahagia (21:6). Hilanglah beban rasa minder karena kemandulan yang selama ini menghantuinya!

Ternyata beriman kepada Allah itu tidak selalu mulus. Abraham, "bapa orang beriman", pun mengalami pasang surut. "Cedera" imannya, ketika ia menuruti saran Sara untuk mengawini Hagar, menimbulkan masalah berlarut dalam keluarganya. Jadi, bagaimana kita menyikapi janji-Nya? Tiada jalan lain kecuali menunggu waktu penggenapan terbaik dari Allah. --Hiendarto Soekotjo /Renungan Harian

TUHAN PASTI MENGGENAPI JANJI-NYA,
KIRANYA KITA BELAJAR MENANTIKAN WAKTU-NYA.


Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/
-----------------
(17:15-17), Kejadian 17:15-17 ,
(15) Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. (16) Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya." (17) Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"

(15:4-6). Kejadian 15:4-6 ,
(4) Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: "Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu." (5) Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: "Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya." Maka firman-Nya kepadanya: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." (6) Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

(ay. 12). Kejadian 18:12 ,
(12) Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"

(11:30 dan 16:1). Kejadian 11:30. ; Kejadian 16:1
Kejadian 11:30. ,
(30) Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.

Kejadian 16:1. ,
(1) Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya.

(ay. 14). Kejadian 18:14
(14) Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."

(ay. 15). Kejadian 18:15
(15) Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"


-------------------------
Bacaan Alkitab Setahun :
2 Petrus 1-3

2 Petrus 1
Salam
(1) Dari Simon Petrus, hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (2) Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita.

Panggilan dan pilihan Allah
(3) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. (4) Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia. (5) Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, (6) dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, (7) dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. (8) Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. (9) Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. (10) Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. (11) Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. (12) Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima. (13) Aku menganggap sebagai kewajibanku untuk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini. (14) Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (15) Tetapi aku akan berusaha, supaya juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu.

Nubuat tentang kemuliaan Kristus telah digenapi
(16) Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. (17) Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (18) Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus. (19) Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. (20) Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, (21) sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

2 Petrus 2
Nabi-nabi dan guru-guru yang palsu
(1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. (4) Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; (5) dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik; (6) dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik di masa-masa kemudian, (7) tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja, (8) sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa (9) maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan dan tahu menyimpan orang-orang jahat untuk disiksa pada hari penghakiman, (10) terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan, (11) padahal malaikat-malaikat sendiri, yang sekalipun lebih kuat dan lebih berkuasa dari pada mereka, tidak memakai kata-kata hujat, kalau malaikat-malaikat menuntut hukuman atas mereka di hadapan Allah. (12) Tetapi mereka itu sama dengan hewan yang tidak berakal, sama dengan binatang yang hanya dilahirkan untuk ditangkap dan dimusnahkan. Mereka menghujat apa yang tidak mereka ketahui, sehingga oleh perbuatan mereka yang jahat mereka sendiri akan binasa seperti binatang liar, (13) dan akan mengalami nasib yang buruk sebagai upah kejahatan mereka. Berfoya-foya pada siang hari, mereka anggap kenikmatan. Mereka adalah kotoran dan noda, yang mabuk dalam hawa nafsu mereka kalau mereka duduk makan minum bersama-sama dengan kamu. (14) Mata mereka penuh nafsu zinah dan mereka tidak pernah jemu berbuat dosa. Mereka memikat orang-orang yang lemah. Hati mereka telah terlatih dalam keserakahan. Mereka adalah orang-orang yang terkutuk! (15) Oleh karena mereka telah meninggalkan jalan yang benar, maka tersesatlah mereka, lalu mengikuti jalan Bileam, anak Beor, yang suka menerima upah untuk perbuatan-perbuatan yang jahat. (16) Tetapi Bileam beroleh peringatan keras untuk kejahatannya, sebab keledai beban yang bisu berbicara dengan suara manusia dan mencegah kebebalan nabi itu. (17) Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering, seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat. (18) Sebab mereka mengucapkan kata-kata yang congkak dan hampa dan mempergunakan hawa nafsu cabul untuk memikat orang-orang yang baru saja melepaskan diri dari mereka yang hidup dalam kesesatan. (19) Mereka menjanjikan kemerdekaan kepada orang lain, padahal mereka sendiri adalah hamba-hamba kebinasaan, karena siapa yang dikalahkan orang, ia adalah hamba orang itu. (20) Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. (21) Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. (22) Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: "Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya."

2 Petrus 3
Hari Tuhan
(1) Saudara-saudara yang kekasih, ini sudah surat yang kedua, yang kutulis kepadamu. Di dalam kedua surat itu aku berusaha menghidupkan pengertian yang murni oleh peringatan-peringatan, (2) supaya kamu mengingat akan perkataan yang dahulu telah diucapkan oleh nabi-nabi kudus dan mengingat akan perintah Tuhan dan Juruselamat yang telah disampaikan oleh rasul-rasulmu kepadamu. (3) Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. (4) Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." (5) Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, (6) dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah. (7) Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik. (8) Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. (9) Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. (10) Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. (11) Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup (12) yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (13) Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. (14) Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. (15) Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. (16) Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

Penutup
(17) Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. (18) Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.

(21:6). Kejadian 21:6
6) Berkatalah Sara: "Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku."

------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/XkBwETKTY6g

....... 07. How to make Gingerbread House -
Creating Gingerbread with Royal Icing

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/8u_waolPvKs

....... 08. LAGU NATAL - KOTA MUNGIL.

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/Rm32Kq78J2E

....... 09. NONSTOP Lagu NATAL TERBARU 2014 - 2015 -
Natal Bersama Victor Hutabarat

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------
No. 28 . ENGKAU ADA BERSAMAKU

ENGKAU ADA BERSAMAKU
DI TIAP MUSIM HIDUPKU
TAK PERNAH KAU BIARKAN ‘KU SENDIRI
KEKUATAN DI JIWAKU
ADALAH BERSAMA-MU
TAK PERNAH KURAGUKAN KASIH-MU
BERSAMA-MU BAPA KULEWATI SEMUA
PERKENANAN-MU YANG TEGUHKAN HATIKU
ENGKAU YANG BERTINDAK MEMB’RI PERTOLONGAN
ANUGRAH-MU BESAR MELIMPAH BAGIKU
---------------------------
BersamaMu Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=K-CgHne1ufE&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*****************************

No.3. Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkinl
-----------------------------
Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil - Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=ngSNcjSeg_c&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
********************************

No.4. Hati s'bagai hamba

Ku tak membawa apapun juga
saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
saat ku kembali ke surga

Reff:
Inilah yang ku punya
hati s'bagai hamba
yang mau taat dan setia
padaMu Bapa

Kemanapun ku bawa
hati yang menyembah
dalam Roh dan kebenaran
sampai s'lamanya

Bridge:
Bagaimana ku membalas kasihMu
S'gala yang ku punya itu milikMu
Itu milikMu oh...
----------------------------
HATI SBAGAI HAMBA ~ BY NIKITA ( WITH LYRICS )

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=icZ_nd33MYI&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************

No.5. Bagai Rajawali

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Reff :
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemuliaanNya
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa
Ku kan terbang tinggi bersama Dia

(Repeat All)

(Back to Reff 2x)

Ku kan terbang tinggi bersama Dia
Ku kan terbang tinggi bersama Dia
-----------------------------
Nikita Bagai Rajawali

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=Mbf6JGUdBGU&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************
***************

Puji Tuhan ,Trima Kasih Tuhan atas kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini.Tuhan tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, saling mendukung satu sama lain didalam persekutuan ini supaya kerinduan kita akan semakin membesar ,semakin melebar nya persekutuan ini, sehingga Firman Tuhan tersebar di -mana2, Puji Tuhan.
Tuhan kami serahkan sepanjang hari ini kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Terpujilah Tuhan Allah Bapa kami ditempat yang Maha tinggi, didalam Nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita , semua ini kami mohonkan . Puji Tuhan , Haleluyah, Amin.

** have a nice day *
°˚˚° Happy Friday. °˚˚°
° May God Bless you °
° Today and Always °
°˚˚°
Sumber: [Muktiana Gumelar]
www.renunganharian.net
Copyright - SABDA.org -
http://www.sabda.org/publikasi/e-rhö
Jumat, 19 Desember 2014

21. Des, 2014

(33.1)CPG (Christian Pocket Guide). Saturday, 20 December 2014

(33.1)CPG (Christian Pocket Guide). Saturday, 20 December 2014


(33.1)CPG (Christian Pocket Guide).
Saturday, 20 December 2014

Lima Hal yang Harus Dilakukan di Tengah Badai
20 Desember 2014

Bacaan Hari ini:
Matius 14:30 "Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: 'Tuhan, tolonglah aku!'"

--------------------------------------
Pesan Sponsor :
Disc.65%! Tas Travel Pendingin + Radio FM
http://goo.gl/BfJ8tE
--------------------------------------

Ketika Anda berusaha melewati badai kehidupan, ketahuilah Allah tidak jauh atau acuh tak acuh.
Ia adalah "Aku," dan Ia bekerja dalam hidup Anda selamanya.
Namun, Ia juga punya beberapa hal yang ingin Anda lakukan.
Berikut adalah lima hal yang Allah ingin Anda lakukan ketika Anda merasa tenggelam dalam badai.

Berani, karena Yesus ada bersama Anda.

Jangan pernah berdebat dengan rasa takut.
Katakan saja kemana rasa takut Anda harus pergi! Katakan pada rasa takut Anda untuk berhadapan dengan Yesus.

Mengambil risiko iman.

Jangan minta Allah untuk memberkati apa yang sedang Anda lakukan.
Lakukan apa yang sedang Allah berkati.
Tanyakan pada-Nya apa yang Ia ingin Anda lakukan, kemudian berikan diri Anda untuk ikut dalam pimpinan-Nya.

Tetap fokus pada Yesus.

Pada saat Anda memalingkan pandangan Anda dari Allah, Anda akan tenggelam.
Matius 14:30 mengatakan, Tetapi ketika dirasanya (Petrus) tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!" Ketika Anda fokus pada angin dan badai -masalah Anda- maka Anda akan tenggelam, seperti Petrus.
Jika Anda melihat dunia, Anda akan menderita, jika Anda melihat ke dalam diri Anda, Anda akan tertekan; jika Anda melihat Kristus, Anda akan tenang.

Jangan ragu.

Anda tidak perlu iman yang besar untuk mampu melewati badai dalam hidup Anda.
Anda hanya perlu iman untuk percaya sepenuhnya pada Allah.

Pujilah Allah.

Ketika berada di tengah-tengah badai, bahkan ketika Anda merasa seolah- olah akan tenggelam, bahkan ketika Anda takut setengah mati - pujilah Dia sepanjang waktu.
Ucapkan syukur Anda ketika bergumul dengan masalah Anda.

Badai apa yang sedang menakuti Anda saat ini?
Badai apa yang sedang menenggelamkan Anda saat ini?
Mengapa Anda berpikir Allah membiarkan Anda melewati badai ini?

Dia membiarkan Anda menghadapi badai kehidupan atas alasan yang sama yang Ia berikan kepada para murid-Nya di tengah badai, Dia berkata, Hanya Aku yang kau butuhkan.
Aku dapat menangani apa pun.
Aku akan datang padamu di waktu susahmu.
Dan Aku akan membantumu menaklukkan hal yang paling menakutkanmu.
Aku tak memintamu datang kepada-Ku.
Aku akan datang kepadamu.
Kau harus berhenti untuk menjadi takut, dan kau harus dengan sungguh-sungguh percaya pada-Ku dalam iman.

Renungkan hal ini:

Bagaimana iman dan pemahaman Anda akan Allah bertumbuh lewat badai yang telah Anda alami dalam hidup Anda?

Apa yang dapat Anda lakukan untuk menghalau gangguan-gangguan yang mencegah Anda untuk fokus pada Allah?

____________________________________
Bacaan Alkitab Setahun :
Zakaria 5; Wahyu 10

Zakaria 5
Penglihatan keenam: gulungan kitab yang terbang
(1) Aku melayangkan mataku pula, maka aku melihat: tampak sebuah gulungan kitab yang terbang. (2) Berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat sebuah gulungan kitab yang terbang; panjangnya dua puluh hasta dan lebarnya sepuluh hasta." (3) Lalu ia berkata kepadaku: "Inilah sumpah serapah yang keluar menimpa seluruh negeri; sebab menurut sumpah serapah itu setiap pencuri di sini masih bebas dari hukuman, dan setiap orang yang bersumpah palsu di sini juga masih bebas dari hukuman. (4) Aku telah menyuruhnya keluar, demikianlah firman TUHAN semesta alam, supaya itu masuk ke dalam rumah pencuri dan ke dalam rumah orang yang bersumpah palsu demi nama-Ku, dan supaya itu bermalam di dalam rumah mereka dan memusnahkannya, baik kayunya maupun batu-batunya." (5) Tampillah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Cobalah layangkan matamu dan lihatlah apa yang muncul itu!" (6) Lalu tanyaku: "Apa itu?" Jawabnya: "Yang muncul itu sebuah gantang!" Lagi katanya: "Inilah kejahatan mereka di seluruh negeri!" (7) Lihat, tutup timah gantang itu telah terangkat, dan seorang perempuan duduk di dalamnya!

Penglihatan ketujuh: perempuan dalam gantang
(8) Kemudian berkatalah ia: "Itulah kefasikan!" Lalu didorongnyalah perempuan itu kembali ke dalam gantang dan dibantingnyalah batu timah itu ke mulut gantang. (9) Lalu aku melayangkan mataku dan aku melihat: tampak tampil dua orang perempuan yang sayapnya didorong oleh angin. Adapun sayap mereka adalah sayap seperti burung ranggung. Mereka mengangkut gantang itu di antara bumi dan langit. (10) Bertanyalah aku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Ke mana mereka membawa gantang itu?" (11) Jawabnya kepadaku: "Ke tanah Sinear, untuk mendirikan sebuah rumah bagi perempuan itu. Dan apabila itu selesai, maka mereka akan menempatkan dia di sana di tempat rumah itu didirikan."

Wahyu 10
Kitab terbuka
(1) Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api. (2) Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi, (3) dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya. (4) Dan sesudah ketujuh guruh itu selesai berbicara, aku mau menuliskannya, tetapi aku mendengar suatu suara dari sorga berkata: "Meteraikanlah apa yang dikatakan oleh ketujuh guruh itu dan janganlah engkau menuliskannya!" (5) Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit, (6) dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi! (7) Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi." (8) Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu." (9) Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu." (10) Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya. (11) Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."
____________________________________
Ketika Anda berusaha melewati badai kehidupan, ketahuilah Allah tidak jauh dan Ia bekerja dalam hidup Anda selamanya
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
____________________________________
NEW!
App CPG (Christian Pocket Guide) utk Android dgn fitur baru Radio, Video, Karaoke, Renungan Harian,dll!
Yuk download di Google Play:
http://goo.gl/8I4d7w

21. Des, 2014

Renungan Harian (33.1) Desember 2014

Renungan Harian (33.1) Desember 2014



Renungan Harian (33.1)
Desember 2014

Selamat pagi Saudara-Saudara yang kukasih,selamat membaca Renungan pagi ini,
Biarlah Tuhan berbicara kepada kita melalui Firman-Nya , Puji Tuhan.
Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.

<< Renungan Harian , Sabtu, 20 Desember 2014 >>
Doa : Hal berdoa (Matius 6:5-15)
-------------------------
Judul: Bagian Kita: Taat!
Baca: Yohanes 2:1-11
Anats: Yohanes 2:5
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Yohanes 1-3
--------------------
Bacaan Alkitab : Yohanes 2:1-11
Perkawinan di Kana
(1) Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; (2) Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. (3) Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur." (4) Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba." (5) Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!" (6) Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. (7) Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan merekapun mengisinya sampai penuh. (8) Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu merekapun membawanya. (9) Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya ia memanggil mempelai laki-laki, (10) dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang." (11) Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

----------------------
Ayat Nats. : Yohanes 2:5
(5) Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
------------------------

Tampilan cetak
Sabtu, 20 Desember 2014

Bacaan : Yohanes 2:1-11
Setahun : 1 Yohanes 1-3
Nats : Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!" (Yohanes 2:5)

BAGIAN KITA: TAAT!

Suatu hari Tuhan memberi tugas kepada seorang pria. Tuhan memperlihatkan bungkahan batu besar dan menyuruh pria itu mendorongnya dengan sekuat tenaga. Berbulan-bulan pria itu terus mendorong, tak sedikit pun batu itu bergeser. Lelah dan putus asa, pria itu protes, "Tuhan, aku sudah menggunakan segenap kekuatanku, tapi lihat, batu ini tak juga bergeser. Mengapa aku gagal?"

Tuhan menjawab, "Anak-Ku, Aku hanya menyuruhmu mendorong batu itu dan bukan memindahkannya. Sekarang engkau mengira dirimu telah gagal. Tetapi, lihatlah sekarang dirimu. Lengan dan otot-ototmu menjadi kuat. Engkau memang tidak dapat memindahkan batu itu karena Aku memanggilmu untuk taat melakukan kehendak-Ku, dan untuk membuktikan imanmu. Yang akan memindahkan batu itu adalah Aku sendiri!"

Pelayan di pesta pernikahan itu mungkin berpikir seperti pria di atas saat kehabisan anggur. Yesus memerintahkan mereka untuk mengisi tempayan-tempayan, yang biasa disediakan untuk pembasuhan kaki itu, dengan air! Mereka mungkin bertanya-tanya karena tidak bisa memahami perintah aneh itu, namun mereka mengingat pesan Maria, "Apa yang dikatakan (Yesus) kepadamu, buatlah itu!" Mereka juga taat saat Yesus meminta untuk mencedok air dalam tempayan itu dan membawanya kepada pemimpin pesta. Selebihnya? Yesus yang bekerja! Ya, Tuhan hanya meminta kepada kita untuk menaati firman-Nya. Hasilnya? Tuhanlah yang bekerja. Apa pun hasil yang dibuat-Nya, selalu mendatangkan kemuliaan bagi-Nya. --Samuel Yudi Susanto /Renungan Harian

KETAATAN MELAKUKAN PERINTAH TUHAN ADALAH BAGIAN KITA;
SOAL HASIL, ITU MENJADI BAGIAN TUHAN.


Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/

-------------------------
Bacaan Alkitab Setahun :
1 Yohanes 1-3

1 Yohanes 1
Kesaksian rasul tentang Firman hidup
(1) Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (2) Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. (3) Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. (4) Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Allah adalah terang
(5) Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (6) Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. (7) Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa. (8) Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. (9) Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (10) Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

1 Yohanes 2
Kristus pengantara kita
(1) Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. (2) Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. (3) Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. (4) Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. (5) Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. (6) Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.

Perintah yang baru
(7) Saudara-saudara yang kekasih, bukan perintah baru yang kutuliskan kepada kamu, melainkan perintah lama yang telah ada padamu dari mulanya. Perintah lama itu ialah firman yang telah kamu dengar. (8) Namun perintah baru juga yang kutuliskan kepada kamu, telah ternyata benar di dalam Dia dan di dalam kamu; sebab kegelapan sedang lenyap dan terang yang benar telah bercahaya. (9) Barangsiapa berkata, bahwa ia berada di dalam terang, tetapi ia membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan sampai sekarang. (10) Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. (11) Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya. (12) Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, sebab dosamu telah diampuni oleh karena nama-Nya. (13) Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu telah mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu telah mengalahkan yang jahat. (14) Aku menulis kepada kamu, hai anak-anak, karena kamu mengenal Bapa. Aku menulis kepada kamu, hai bapa-bapa, karena kamu mengenal Dia, yang ada dari mulanya. Aku menulis kepada kamu, hai orang-orang muda, karena kamu kuat dan firman Allah diam di dalam kamu dan kamu telah mengalahkan yang jahat. (15) Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. (16) Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. (17) Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Antikristus
(18) Anak-anakku, waktu ini adalah waktu yang terakhir, dan seperti yang telah kamu dengar, seorang antikristus akan datang, sekarang telah bangkit banyak antikristus. Itulah tandanya, bahwa waktu ini benar-benar adalah waktu yang terakhir. (19) Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita. (20) Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. (21) Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. (22) Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. (23) Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. (24) Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. (25) Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. (26) Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. (27) Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Anak-anak Allah
(28) Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya. (29) Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.

1 Yohanes 3
(1) Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. (2) Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. (3) Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. (4) Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. (5) Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. (6) Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia. (7) Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; (8) barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. (9) Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. (10) Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Kasih terhadap saudara sebagai tanda hidup baru
(11) Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; (12) bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. (13) Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. (14) Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. (15) Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. (16) Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. (17) Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? (18) Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.

Keyakinan di hadapan Allah
(19) Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, (20) sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. (21) Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, (22) dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya. (23) Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. (24) Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/XkBwETKTY6g

....... 07. How to make Gingerbread House -
Creating Gingerbread with Royal Icing

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/8u_waolPvKs

....... 08. LAGU NATAL - KOTA MUNGIL.

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

Check out this video on YouTube:

http://youtu.be/Rm32Kq78J2E

....... 09. NONSTOP Lagu NATAL TERBARU 2014 - 2015 -
Natal Bersama Victor Hutabarat

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*******************************
-----------------------------------------

No. 28 . ENGKAU ADA BERSAMAKU

ENGKAU ADA BERSAMAKU
DI TIAP MUSIM HIDUPKU
TAK PERNAH KAU BIARKAN ‘KU SENDIRI
KEKUATAN DI JIWAKU
ADALAH BERSAMA-MU
TAK PERNAH KURAGUKAN KASIH-MU
BERSAMA-MU BAPA KULEWATI SEMUA
PERKENANAN-MU YANG TEGUHKAN HATIKU
ENGKAU YANG BERTINDAK MEMB’RI PERTOLONGAN
ANUGRAH-MU BESAR MELIMPAH BAGIKU
---------------------------
BersamaMu Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=K-CgHne1ufE&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*****************************

No.3. Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin
MujizatNya disediakan bagiku
Ku diangkat dan dipulihkanNya

Ku yakin saat kau berfirman
Ku menang saat kau bertindak
Hidupku hanya ditentukan
Oleh perkataanMu

Ku aman karna kau menjaga
Ku kuat karna kau menopang
Hidupku hanya ditentukan
Oleh kuasaMu

Bagi Tuhan tak ada yang mustahil
Bagi Tuhan tak ada yang tak mungkinl
-----------------------------
Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil - Sari Simorangkir

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=ngSNcjSeg_c&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
********************************

No.4. Hati s'bagai hamba

Ku tak membawa apapun juga
saat ku datang ke dunia
Ku tinggal semua pada akhirnya
saat ku kembali ke surga

Reff:
Inilah yang ku punya
hati s'bagai hamba
yang mau taat dan setia
padaMu Bapa

Kemanapun ku bawa
hati yang menyembah
dalam Roh dan kebenaran
sampai s'lamanya

Bridge:
Bagaimana ku membalas kasihMu
S'gala yang ku punya itu milikMu
Itu milikMu oh...
----------------------------
HATI SBAGAI HAMBA ~ BY NIKITA ( WITH LYRICS )

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=icZ_nd33MYI&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************

No.5. Bagai Rajawali

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Tuhan adalah kekuatanku
Bersama Dia ku tak akan goyah
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Melakukan perbuatan yang besar

Reff :
Ku kan terbang tinggi bagai rajawali
Dan melayang tinggi dalam kemuliaanNya
Biar bumi bergoncang dan badai menerpa
Ku kan terbang tinggi bersama Dia

(Repeat All)

(Back to Reff 2x)

Ku kan terbang tinggi bersama Dia
Ku kan terbang tinggi bersama Dia
-----------------------------
Nikita Bagai Rajawali

Check out this video on YouTube:
http://www.youtube.com/watch?v=Mbf6JGUdBGU&feature=youtube_gdata_player

----------:
Subscribe please,for more video thank you
*********************************
***************

Puji Tuhan ,Trima Kasih Tuhan atas kesempatan Indah yang Tuhan telah berikan kepada kita semua ini.Tuhan tolonglah kami sesama saudara seiman bisa saling mendoakan satu sama lain, saling mendukung satu sama lain didalam persekutuan ini supaya kerinduan kita akan semakin membesar ,semakin melebar nya persekutuan ini, sehingga Firman Tuhan tersebar di -mana2, Puji Tuhan.
Tuhan kami serahkan sepanjang hari ini kehidupan kami ini didalam lindungan tangan KasihMu, Terpujilah Tuhan Allah Bapa kami ditempat yang Maha tinggi, didalam Nama Tuhan Yesus Kristus Tuhan kita, Juruslamat dan Penebus kita , semua ini kami mohonkan . Puji Tuhan , Haleluyah, Amin.

** have a nice day *
°˚˚° Happy Saturday °˚˚°
° May God Bless you °
° Today and Always °
°˚˚°
Sumber: [Muktiana Gumelar]
www.renunganharian.net
Copyright - SABDA.org -
http://www.sabda.org/publikasi/e-rhö
Sabtu, 20 Desember 2014