7. Mei, 2016

Bertumbuh dalam Segala Hal ke Arah Kristus : 4 FORMASI PERTUMBUHAN

Bertumbuh dalam Segala Hal ke Arah Kristus : 4 FORMASI PERTUMBUHAN

Bertumbuh dalam Segala Hal ke Arah Kristus :
4 FORMASI PERTUMBUHAN

Seorang pemuda meminta dibelikan sepeda motor kepada ayahnya. Sang ayah menjawabnya, "Boleh, Nak, asal kamu rajin belajar sehingga bisa lulus ujian akhir dengan nilai di atas 7 , rajin baca Alkitab setiap hari, dan potong rambutmu yang sudah terlalu panjang itu!" Waktu berlalu,si pemuda datang kembali kepada ayahnya untuk menagih janjinya. "Aku sudah rajin belajar sehingga nilai ujianku 8, dan setiap hari aku sudah rajin baca Alkitab. Sekarang Ayah belikan aku sepeda motor." Ayah bertanya, "Bagus, Nak, tetapi kenapa rambutmu belum dipotong?" Pemuda itu menjawab, "Di Alkitab, kita diminta untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kalau Kristus rambutnya panjang, aku juga mau rambutku panjang seperti Kristus." "Oh begitu, di Alkitab juga dituliskan Tuhan Yesus pergi ke mana-mana dengan berjalan kaki. Jadi, daripada naik sepeda motor, lebih baik kamu berjalan kaki saja seperti Kristus."
Menjadi seperti Kristus adalah konsep yang penting di dalam perjalanan iman Kristen. Amanat Agung memerintahkan untuk membawa semua bangsa menjadi murid Kristus, yaitu orang yang mengikuti cara hidup dan pengajaran Kristus (Matius 28:18-20). Lingkup dan arah pertumbuhan kita adalah bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (Efesus 4:15). Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya, yaitu menjadikan kita serupa dengan gambaran Kristus (Roma 8:28-29). Paulus mengusahakan dan menggumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa Tuhan untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kolose 1:28-29). Dia menggambarkan dirinya seperti orang yang menderita sakit bersalin sampai jemaat menunjukkan rupa Kristus (Galatia 4:19). Dalam bahasa John Ortberg,
" Tumbuh secara rohani berarti hidup yang makin lama makin seperti Kristus jika Dia berada dalam tempat unik kita -- memandang seperti Kristus memandang kalau Dia melihat melalui mata kita, berpikir seperti Dia berpikir, merasa seperti Dia merasa, dan dengan demikian berbuat seperti Dia berbuat."
Paulus menuliskan kepada jemaat di Efesus tentang sasaran transformasi ini, yaitu, "Bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala " (Efesus 4:15). Apakah yang termasuk di dalam frasa "segala hal" ini? Jika kita mau menjadi dan menjadikan murid Kristus, hal-hal apakah yang perlu dibangun secara intensional? Dari konteks teks perikop ini kita mendapati beberapa aspek pertumbuhan ke arah Kristus :
* Formasi Pengajaran: "... sampai kita semua telah mencapai
kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak
Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan
lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa
angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam
kelicikan mereka yang menyesatkan..." (Efesus 4:13-14).

* Formasi Karakter: "... sampai kita semua telah mencapai...
kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus ..." (Efesus 4:13).

* Formasi Pelayanan: " ... untuk memperlengkapi orang-
orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus ..." (Efesus 4:12).

Pertumbuhan ini ditujukan bagi "orang-orang kudus" , yaitu orang-orang percaya dalam Kristus Yesus (Efesus 1:1; 4:12).
Jika "bertumbuh dalam segala hal" tersebut adalah bangunan pertumbuhan, maka dasar bangunan yang harus diletakkan dahulu adalah pribadi dan karya Kristus yang menyelamatkan (1 Korintus 3:6-13). Anugerah keselamatan ini membuat kita terhubung dan tinggal di dalam Kristus, yang memungkinkan kita untuk bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Nya. Kita tidak dapat bertumbuh dan berbuah dari diri kita sendiri, di luar hubungan dan persekutuan dengan Kristus (Yohanes 15:1-8). Pribadi dan karya Kristus (Fondasi Keselamatan) serta hubungan dan persekutuan dengan Kristus (Fondasi Spiritual) ini menjadi dasar bangunan pertumbuhan menuju keserupaan dengan Kristus.
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur". (Kolose 2:6-7). Pada akar dan fondasi keselamatan di dalam Kristus kita bertumbuh dan dibangun dalam segala hal ke arah Kristus. Segala hal ini meliputi bertumbuh semakin mengalami persekutuan dengan Tuhan (formasi spiritual), mengenal Tuhan dan firman-Nya (formasi pengajaran), mencerminkan karakter Tuhan (formasi karakter), dan melayani Tuhan (formasi pelayanan).
Arah transformasi kehidupan orang-orang percaya dan bahkan semua suku bangsa adalah agar menjadi murid-murid Kristus yang mencerminkan cara hidup dan pengajaran Kristus dalam segala hal. Jika kita mau melihat transformasi terjadi, orang percaya pertama-tama perlu mengalami transformasi menjadi murid Kristus yang sejati, kemudian mereka diperlengkapi untuk menjangkau dan menjadikan orang lain mengalami transformasi menjadi murid Kristus juga. Pemuridan adalah kunci transformasi murid Kristus, tubuh Kristus, dan dunia yang dikasihi Kristus. Pemuridan intensional meliputi pertumbuhan dalam semua aspek formasi keserupaan dengan Kristus.
Masing-masing aspek formasi ini akan dibahas dalam sisipan artikel renungan harian pada bulan-bulan selanjutnya.***

----- Johan Setiawan / Renungan Harian*

7. Mei, 2016

2.15. Kekuatan Baru. Kiriman : Anna Gumelar

2.15. Kekuatan Baru. Kiriman : Anna Gumelar

2.15. Kekuatan Baru

Salinanan dari Pelangi Jiwa 107 Renungan warta jemaat GKI Kayu Putih.
By : Muktiana Gumelar

15. Kekuatan Baru

( Yesaya 40:31 )
(31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
-----------------------------------
Pernahkah Anda merasa Tuhan tidak perduli kepada Anda? Seolah Dia diam saja sekalipun kita sudah berteriak sekuat tenaga meminta pertolongan-Nya?
Rasanya beberapa kali kita pernah merasa Tuhan meninggalkan kita atau Dia tidak perduli terhadap kita. Atau barangkali saat ini Anda sedang merasakan perasaan yang saya katakan: kita lelah menantikan Tuhan dan berharap terus kepada-Nya.
Membayangkan diri saya menjadi bagian dari penduduk Israel yang dibuang ke Babel, saya rasanya akan sangat lelah bahkan enggan untuk terus berharap kepada Tuhan. Saya tidak tahu kapan penderitaan saya di tanah Babel akan berakhir. Kalau pun tahu bahwa saya akan berada di Babel selama 70 tahun, mungkinkah saya akan bertahan untuk tetap mempercayai dan berharap kepada Tuhan? Namun Yesaya mengingatkan kembali penduduk Israel, siapa Tuhan itu. Tuhan dengan kuasa dan kekuatan-Nya yang menciptakan bahkan mengendalikan seluruh ciptaan, tetap bisa diandalkan dan diharapkan. Penulis Yesaya mengingatkan ketika mereka terus berharap kepada Tuhan, mereka tidak akan lagi menjalani hidup mereka di Babel dengan perasaan lelah atau marah. Sebaliknya mengandalkan Tuhan berarti mereka akan mendapat kekuatan baru, tidak akan pernah menyerah dengan hidup ini seperti burung rajawali yang terus menembus badai.
Bagaimana kita membayangkan kekuatan baru saat kita berada dalam penderitaan dan kita berharap kepada Tuhan? Bagaimanakah kita dapat mengerti bahwa hidup ini tidak membuat kita lelah saat kita mengandalkan Tuhan sementara kita berada dalam tekanan? Beberapa bulan yang lalu saya membaca status facebook-nya ibu Helena Sutanto yang berbunyi: "God please give Andrea (her daughter) Your healing anointing, take out her suffering because of herpes in her body, she was so suffer, because oh her headache come and make her cry so loud that she never cried before, even because of Lupus. My heart beats so loudly when when I heard she cried. Please God help her, help Your lovely daughter Andrea."
*terjemahan saya: "Tuhan tolong beri Andrea (putrinya) penyembuhan Anda urapan, mengambil penderitaannya karena herpes di tubuhnya, ia begitu menderita, karena sakit kepala oh dia datang dan membuatnya menangis begitu keras bahwa dia tidak pernah menangis sebelumnya, bahkan karena Lupus . Hatiku berdetak begitu keras ketika ketika aku mendengar dia menangis. Tolong Tuhan membantunya, membantu putri cantik Anda Andrea. "
Beberapa menit, jam kemudian, ada begitu banyak komentar yang berisi kata-kata yang menguatkan dan senantiasa berbunyi bahwa Andrea dan keluarganya ada dalam doa-doa mereka. Para sahabat dan kerabat tidak henti-hentinya menaikkan doa dan memberikan kata-kata penghiburan. Anggota Jemaat saya kemudian membalas lagi dalam FB-nya: "Thanks a lot my dear sisters in Yesus, thank you so much for your prayer support, make my heart warm because His love from you are and make me strength to face this struggle. I'm sure exactly sure His abundantly love pour on our family." *terjemahan saya:
"Terima kasih banyak sister terkasih dalam YESUS, terima kasih banyak atas dukungan doa Anda, membuat hati saya hangat karena kasih-Nya dari anda dan membuat kekuatan saya untuk menghadapi perjuangan ini. Saya yakin tahu pasti kasih berlimpah-Nya dituangkan pada keluarga kita. "
Begitulah cara kerja Tuhan bagi setiap orang yang senantiasa berharap kepada-Nya. Kita tidak akan menjadi lelah, malahan mendapatkan kekuatan baru saat kita bergumul dengan penderitaan. Dia selalu mempunyai cara untuk menolong kita. Para sahabat, keluarga, bahkan orang lain yang tidak kita kenal dapat dipakai Tuhan untuk memberikan kekuatan baru bagi kita. Selamat berharap! Selamat menikmati kekuatan baru dari Tuhan.

( Pdt. Linna Gunawan )

4. Nov, 2015

Doa untuk anggota keluarga yang sakit.

Doa untuk anggota keluarga yang sakit.

 
Matius  4:24
(24) Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 
 
Bapa yang Maha Pengasih, kami sekeluarga sangat perihatin, karena anggota keluarga kami  Ooh Cai dan Martha sedang sakit.
 
Dalam keperihatinan ini kami ingat akan Yesus Kristus, yang Kauberi kuasa menyembuhkan orang sakit.Percaya akan kuasa-Mu, kami serahkan saudara kami yang sakit ini kepada kebijaksanaan-Mu. Dengan penuh iman dan harapan, kami mohon kuatkan dia dalam deritanya, dampingilah dan hiburlah dia dalam kesunyian dan kesepiannya, dan teguhkanlah dia dalam iman dan harapan. 
Sudilah Engkau menyembuhkan dia dari penyakit yang dideritanya.
 
Semoga dalam menanggung sakit ini ia ingat akan Yesus yang menderita sangat hebat demi keselamatan semua orang. Bantulah ia menyatukan sakitnya dengan penderitaan Yesus sendiri, supaya akhirnya ia pun boleh bersatu dengan Yesus yang bangkit dan mulia. Terangilah dia agar mampu memetik hikmat dari pengalaman sakitnya ini. Semoga ia semakin memahami makna kehidupan, bahkan dapat melihat sakitnya sebagai karunia yang mendatangkan aneka karunia.
 
Kami berdoa juga bagi mereka yang sakitnya tak tersembuhkan.Semoga denga hati terbuka mereka menerima kebijaksanaan-Mu.
 
Bagi kami sendiri, semoga peritiwa ini semakin menyadarkan kami akan tanggung jawab kami terhadap mereka yang sakit. Semoga karena berkat-Mu kami selalu berusaha melayani mereka dengan senang hati. Sebab kami sadar bahwa apa pun yang kami perbuat bagi mereka, itu kami perbuat bagi Yesus Kristus sendiri, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa , kini dan sepanjang masa , Didalam nama Tuhan Yesus Kristus , Juruslamat dan Penebus kami yang Hidup , Puji Tuhan, Haleluya, Amin.
 
Bapa Kami........ Salam Maria......... 3x  Kemuliaan.........
 
 
Jakarta, Sabtu,24 Oktober 2015
Disalin by:  Anna Gumelar
Dari :  Buku  Doa-Doa Lansia 
By : Tim ChiVita Books

 

24. Okt, 2015

Doa untuk Ooh Cai dan Martha yang sedang sakit.

Doa untuk anggota keluarga yang sakit.

 
Matius  4:24
(24) Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. 
 
Bapa yang Maha Pengasih, kami sekeluarga sangat perihatin, karena anggota keluarga kami  Ooh Cai dan Martha sedang sakit.
 
Dalam keperihatinan ini kami ingat akan Yesus Kristus, yang Kauberi kuasa menyembuhkan orang sakit.Percaya akan kuasa-Mu, kami serahkan saudara kami yang sakit ini kepada kebijaksanaan-Mu. Dengan penuh iman dan harapan, kami mohon kuatkan dia dalam deritanya, dampingilah dan hiburlah dia dalam kesunyian dan kesepiannya, dan teguhkanlah dia dalam iman dan harapan. 
Sudilah Engkau menyembuhkan dia dari penyakit yang dideritanya.
 
Semoga dalam menanggung sakit ini ia ingat akan Yesus yang menderita sangat hebat demi keselamatan semua orang. Bantulah ia menyatukan sakitnya dengan penderitaan Yesus sendiri, supaya akhirnya ia pun boleh bersatu dengan Yesus yang bangkit dan mulia. Terangilah dia agar mampu memetik hikmat dari pengalaman sakitnya ini. Semoga ia semakin memahami makna kehidupan, bahkan dapat melihat sakitnya sebagai karunia yang mendatangkan aneka karunia.
 
Kami berdoa juga bagi mereka yang sakitnya tak tersembuhkan.Semoga denga hati terbuka mereka menerima kebijaksanaan-Mu.
 
Bagi kami sendiri, semoga peritiwa ini semakin menyadarkan kami akan tanggung jawab kami terhadap mereka yang sakit. Semoga karena berkat-Mu kami selalu berusaha melayani mereka dengan senang hati. Sebab kami sadar bahwa apa pun yang kami perbuat bagi mereka, itu kami perbuat bagi Yesus Kristus sendiri, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa , kini dan sepanjang masa , Didalam nama Tuhan Yesus Kristus , Juruslamat dan Penebus kami yang Hidup , Puji Tuhan, Haleluya, Amin.
 
Bapa Kami........ Salam Maria......... 3x  Kemuliaan.........
 
 
Jakarta, Sabtu,24 Oktober 2015
Disalin by:  Anna Gumelar
Dari :  Buku  Doa-Doa Lansia 
By : Tim ChiVita Books

 

6. Agt, 2014

Bertumbuh dalam Segala Hal ke Arah Kristus : 4 FORMASI PERTUMBUHAN

Bertumbuh dalam Segala Hal ke Arah Kristus :
4 FORMASI PERTUMBUHAN

Seorang pemuda meminta dibelikan sepeda motor kepada ayahnya. Sang ayah menjawabnya, "Boleh, Nak, asal kamu rajin belajar sehingga bisa lulus ujian akhir dengan nilai di atas 7 , rajin baca Alkitab setiap hari, dan potong rambutmu yang sudah terlalu panjang itu!" Waktu berlalu,si pemuda datang kembali kepada ayahnya untuk menagih janjinya. "Aku sudah rajin belajar sehingga nilai ujianku 8, dan setiap hari aku sudah rajin baca Alkitab. Sekarang Ayah belikan aku sepeda motor." Ayah bertanya, "Bagus, Nak, tetapi kenapa rambutmu belum dipotong?" Pemuda itu menjawab, "Di Alkitab, kita diminta untuk menjadi serupa dengan Kristus. Kalau Kristus rambutnya panjang, aku juga mau rambutku panjang seperti Kristus." "Oh begitu, di Alkitab juga dituliskan Tuhan Yesus pergi ke mana-mana dengan berjalan kaki. Jadi, daripada naik sepeda motor, lebih baik kamu berjalan kaki saja seperti Kristus."
Menjadi seperti Kristus adalah konsep yang penting di dalam perjalanan iman Kristen. Amanat Agung memerintahkan untuk membawa semua bangsa menjadi murid Kristus, yaitu orang yang mengikuti cara hidup dan pengajaran Kristus (Matius 28:18-20). Lingkup dan arah pertumbuhan kita adalah bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (Efesus 4:15). Tuhan turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya, yaitu menjadikan kita serupa dengan gambaran Kristus (Roma 8:28-29). Paulus mengusahakan dan menggumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa Tuhan untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus (Kolose 1:28-29). Dia menggambarkan dirinya seperti orang yang menderita sakit bersalin sampai jemaat menunjukkan rupa Kristus (Galatia 4:19). Dalam bahasa John Ortberg,
" Tumbuh secara rohani berarti hidup yang makin lama makin seperti Kristus jika Dia berada dalam tempat unik kita -- memandang seperti Kristus memandang kalau Dia melihat melalui mata kita, berpikir seperti Dia berpikir, merasa seperti Dia merasa, dan dengan demikian berbuat seperti Dia berbuat."
Paulus menuliskan kepada jemaat di Efesus tentang sasaran transformasi ini, yaitu, "Bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala " (Efesus 4:15). Apakah yang termasuk di dalam frasa "segala hal" ini? Jika kita mau menjadi dan menjadikan murid Kristus, hal-hal apakah yang perlu dibangun secara intensional? Dari konteks teks perikop ini kita mendapati beberapa aspek pertumbuhan ke arah Kristus :
* Formasi Pengajaran: "... sampai kita semua telah mencapai
kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak
Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang
sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan
lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa
angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam
kelicikan mereka yang menyesatkan..." (Efesus 4:13-14).

* Formasi Karakter: "... sampai kita semua telah mencapai...
kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai
dengan kepenuhan Kristus ..." (Efesus 4:13).

* Formasi Pelayanan: " ... untuk memperlengkapi orang-
orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan
tubuh Kristus ..." (Efesus 4:12).

Pertumbuhan ini ditujukan bagi "orang-orang kudus" , yaitu orang-orang percaya dalam Kristus Yesus (Efesus 1:1; 4:12).
Jika "bertumbuh dalam segala hal" tersebut adalah bangunan pertumbuhan, maka dasar bangunan yang harus diletakkan dahulu adalah pribadi dan karya Kristus yang menyelamatkan (1 Korintus 3:6-13). Anugerah keselamatan ini membuat kita terhubung dan tinggal di dalam Kristus, yang memungkinkan kita untuk bertumbuh dan berbuah bagi kemuliaan-Nya. Kita tidak dapat bertumbuh dan berbuah dari diri kita sendiri, di luar hubungan dan persekutuan dengan Kristus (Yohanes 15:1-8). Pribadi dan karya Kristus (Fondasi Keselamatan) serta hubungan dan persekutuan dengan Kristus (Fondasi Spiritual) ini menjadi dasar bangunan pertumbuhan menuju keserupaan dengan Kristus.
"Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur". (Kolose 2:6-7). Pada akar dan fondasi keselamatan di dalam Kristus kita bertumbuh dan dibangun dalam segala hal ke arah Kristus. Segala hal ini meliputi bertumbuh semakin mengalami persekutuan dengan Tuhan (formasi spiritual), mengenal Tuhan dan firman-Nya (formasi pengajaran), mencerminkan karakter Tuhan (formasi karakter), dan melayani Tuhan (formasi pelayanan).
Arah transformasi kehidupan orang-orang percaya dan bahkan semua suku bangsa adalah agar menjadi murid-murid Kristus yang mencerminkan cara hidup dan pengajaran Kristus dalam segala hal. Jika kita mau melihat transformasi terjadi, orang percaya pertama-tama perlu mengalami transformasi menjadi murid Kristus yang sejati, kemudian mereka diperlengkapi untuk menjangkau dan menjadikan orang lain mengalami transformasi menjadi murid Kristus juga. Pemuridan adalah kunci transformasi murid Kristus, tubuh Kristus, dan dunia yang dikasihi Kristus. Pemuridan intensional meliputi pertumbuhan dalam semua aspek formasi keserupaan dengan Kristus.
Masing-masing aspek formasi ini akan dibahas dalam sisipan artikel renungan harian pada bulan-bulan selanjutnya.***

----- Johan Setiawan / Renungan Harian*